Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
55. Bingung


__ADS_3

Delia terkesiap ketika melihat Kaisar yang begitu marah dengan permintaannya untuk mengurus perceraian mereka berdua.


"Kalau kau tidak ingin kita bercerai, maka, tolong kau perbaikilah kelakuanmu. Jangan selalu memaksakan kehendakmu terhadapku! Aku tidak suka!" ucap Delia pada akhirnya dengan suara yang lembut.


"Aku hanya menginginkanmu untuk menjadi istri dan Ibu dari anakku! Tidak lebih dan tidak kurang!" ucap Kaisar lalu duduk di sofa.


Tiba-tiba ponsel Kaisar berdering dan itu adalah berasal dari sekretarisnya. "Ada apa Kenapa kamu menfhubungiku?" tanya Kaisar dengan Ketus.


Kaisar memang paling tidak senang, kalau urusan pribadinya diganggu. Apalagi oleh bawahannya.


"Tuan ini klien kita sekarang sudah ada di kantor. Kapan anda akan datang? Mereka sudah menunggumu untuk melakukan rapat penting!" ucap sekretarisnya Kaisar dengan suara takut-takut. Karena mendengar suara Kaisar yang tampak tidak suka menerima teleponnya.


"Apakah kau tidak bisa mengurus hal kecil seperti itu saja? Sampai kau berani mati dengan menggangguku!" sengit Kaisar kemudian menutup teleponnya.


"Tabiatmu itu yang selalu marah dan emosi yang tidak aku sukai!" ucap Delia sambil meninggalkan Kaisar seorang diri.


Kaisar mengikuti Delia di belakangnya, Kaisar kemudian memeluk pinggang sang istri dan menghirup aroma tubuh dari Delia yang selama ini selalu dia rindukan.


"Aku akan ke kantor, ada rapat penting dengan klien. Kamu baik-baik di sini, ya? Jangan kau melakukan hal aneh-aneh. Hmmmm? Patuh ya, sayang?" ucap Kaisar sambil berbisik di telinga Delia.


Delia sampai merinding, mendengarkan semua ucapan Kaisar yang begitu lembut dan halus Tidak seperti biasanya yang selalu kasar dan keras.


"Baiklah aku pergi dulu ya?" Kaisar kemudian mencium bibir Delia dengan lembut. Sehingga membuat Delia pipinya merona, karena dilihat oleh karyawan-karyawan yang sedang bekerja.


Setelah Kaisar meninggalkan restoran. Delia merenungkan kembali hubungannya bersama sang suami, yang sangat kompleks dan penuh dengan drama.


"Apa yang kalian lihat? Sana kembali bekerja!" ucap Delia ketika melihat beberapa anak buahnya terus memperhatikannya.

__ADS_1


Mereka pun langsung lari terbirit-birit setelah mendapatkan teguran dari bos mereka.


"Suami bos kita, sangat tampan sekali! Luar biasa! Tidak disangka ya? Kalau Madam Delia memiliki seorang suami yang begitu amat sangat rupawan!" ucap salah seorang waiters yang bekerja di restoran milik Delia.


"Tapi sayang, walaupun sangat tampan. Tetapi dia sangat kasar dan juga sangat menakutkan!" ucap yang lainnya.


"Eh, teman-teman! Kalau selama dia tampan dan kaya raya, tidak apa-apa lah! Kasar dan galak sedikit, bukankah itu sangat romantis?" ucapnya sambil memukul pelan salah satu orang temannya.


"Ah kok benar! Memang zaman sekarang tuh sedang viral laki-laki dingin seperti dia. Oh.. sangat menggemaskan!" ucapnya lagi.


"Apakah yang sedang kalian lakukan, huh? Semuanya bukannya bekerja, kalian malah ngerumpi. Apa kalian sudah bosan untuk bekerja di sini?" tegur Delia ketika melihat mereka semua sedang asyik membicarakan Kaisar, suaminya.


Semua karyawan yang sedang asyik mengobrol tadi, akhirnya membubarkan diri dan kembali ke pos masing-masing.


"Semuanya gara-gara Kaisar! Sejak kedatangan dia ke restoran ini, jadi kacau balau semuanya! Para karyawan telah berubah menjadi fansnya dia!" ucap Delia dengan gemas.


"Aku harus mencari solusi untuk masalah ini. Tidak bisa kubiarkan terus-terusan. Bisa tutup restoranku, kalau mereka cuma kerjanya ngerumpi saja!" ucap Delia dengan geram.


Delia kemudian memeriksa kembali semua kebutuhan untuk operasional restoran hari ini. Delia memeriksa para konsumen dan para pelanggan yang datang ke restorannya untuk makan maupun delivery order.


Sebelah dirasa semuanya siap dan beres. Delia pun kemudian masuk ke rumah untuk memeriksa keadaan Deka yang sedang asyik bermain dengan pengasuhnya.


" Putra mama senang sekali bermain sampai tidak tahu kalau mamanya datang!" ucap Delia sambil menggendong Deka.


Bocah mungil berusia 1 tahun itu, kini sangat senang sekali bermain dengan ibunya. Ketika Delia sedang asyik bermain dengan Deka, tiba-tiba saja Kaisar datang dan mengagetkannya.


"Bagaimana kabarmu, sayang?" tanya Kaisar sambil mencium pucuk kepala istrinya.

__ADS_1


"Ya Allah kau mengagetkan sekali! Hampir saja jantungku copot!" protes Dahlia sambil menatap tajam ke arah Kaisar.


"Maafkan aku, sayang! Tadi, beberapa kali Aku mengucapkan salam. Tetapi kau tampaknya sedang melamun, sehingga kau tidak juga mendengarkan salamku!" ucap Kaisar sambil duduk di sebelah Delia yang sedang asyik bermain dengan Deka.


"Aku sedang memikirkan para karyawanku. Mereka semua bukannya bekerja, malahan Asik ngerumpi tentang kamu. Lebih baik kau tidak usah datang lagi ke sini, kau hanya mengacaukan usahaku saja!" sungut Delia dengan kesal, sambil melihat ke arah Kaisar.


"Apakah kau cemburu mereka membicarakan tentangku?" tanya Kaisar sambil mencubit hidung Delia.


"Ya ampun selain kau kasar dan suka memaksakan kehendakmu. Ternyata kau juga punya penyakit narsis yang tidak bisa ditolong sama sekali!" sengit Delia kemudian meninggalkan Kaisar dan menidurkan Deka di kamarnya.


Kaisar tampak tertawa melihat sang istri yang cemberut dan misuh-misuh.


"Kalau kau tidak ingin aku ke sini lagi. Ayo Kau pindah ke apartemenku atau kita kembali ke Indonesia dan hidup bersama di sana?" ucap Kaisar sambil memeluk pinggang Delia, menaruh kepalanya di ceruk leher sang istri.


Kaisar memang memiliki hobi untuk mencium aroma tubuh Delia yang selalu bisa membuatnya merasa tenang.


"Sayang kamu menggunakan parfum apa sih? Kenapa aroma tubuhmu bisa membuatku gila seperti ini?" tanya Kaisar sambil terus mencium tengkuk Delia.


"Ya ampun kau ini benar-benar! Diajak bicara serius kau malah main-main!" ucap Delia kesal sekali dengan kelakuan Kaisar.


"Aku serius sayang! Tadi ketika di kantor, rasanya kepalaku pusing sekali. Berbicara tentang bisnis, bersama dengan mereka semua. Tetapi begitu mencium aroma tubuhmu, pikiranku seakan relaksa dan semua stress itu menghilang begitu saja!" ucap Kaisar terus-terusan mengunduh leher Delia yang merasa kegelian dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


"Kau ini benar-benar menjengkelkan sekali!" berusaha menghindari Kaisar tetapi Kaisar selalu berhasil menangkapnya dan juga membawanya ke dalam pelukannya.


"Ayo kita kembali ke Indonesia dan kita memulai kembali kehidupan kita. Aku tidak akan membiarkan Deka hidup tanpa seorang ayah Percayalah padaku!" ucap Kaisar mengulang kembali ucapannya.


"Aku suka tinggal di sini dan aku tidak punya niat untuk kembali ke Indonesia bersamamu. Kau bisa pulang ke sana dan tinggalkan aku bersama Deka di sini!" ucap Delia.

__ADS_1


Demi mendengar apa yang dikatakan oleh Delia Kaisar sampai mengeram karena marah, "Tugas seorang istri adalah mengikuti suaminya dan kau harus menurut kepada suamimu!" ucap Kaisar tanpa mau dibantah.


__ADS_2