
Takeshi hanya bisa menatap Kyoto yang sejak tadi terus mencak-mencak terhadapnya.
"Ya ampun Kyoto!!! Bisakah kau menjadi seorang perempuan yang lebih halus?" ujar Takeshi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tabiat Kyoto yang selalu mengumbar emosinya.
"Menghadapi makhluk astral sepertimu. Tidak usah pakai sabar. Bila perlu kau langsung saja aku kirimkan ke neraka!" ucap Kyoto sambil melirik sinis kepada Takeshi yang saat ini sedang menatapnya dengan takjub.
"Kau nanti pasti akan menangis kalau aku benar-benar pergi ke sana sayang!" ucap Takeshi dengan senyum tengilnya membuat Kyoto benar-benar ingin melemparkan sendok yang dia pegang saat ini.
"Cepatlah kau makan makananmu! Kasihan para pelayan yang menunggu dan para pelanggan di luar sana yang sedang antri menunggu tempat makan yang kosong. Kau mau berapa lama memangnya berada di dalam ruangan ini, huh?" tanya Kyoto dengan menatap tajam kepada Takeshi.
"Baiklah aku akan menghabiskan makananku dan setelah itu kita pergi jalan-jalan ya? Untuk merayakan anniversary kita, di hari pertama kita bersama!" ucap Takeshi sambil senyum dan membentuk huruf V dengan kedua tangannya.
"Ih ogah merayakan anniversary apaan coba? Perasaan aku nggak pernah ditembak sama kamu. Kenapa tiba-tiba aku harus merayakan anniversary sama kamu?" ucap Kyoto sambil mengedipkan bahunya merasa jengkel dengan kelakuan Takeshi yang sejak tadi tidak mau melepaskannya untuk sekedar makan dengan tenang.
"Ya ampun Apakah perlu ku mengingatkanmu lagi?" ucap Takeshi sambil menaik turunkan alisnya dan juga membasuh bibirnya dengan lidahnya. Sambil menatap tajam kepada Kyoto yang mulai jengah dibuatnya.
"Dasar otak udang!" ucap Kyoto dengan marah kemudian dia pun bangkit dan berniat untuk meninggalkan Takeshi di ruangan itu.
Tetapi Takeshi tidak mengizinkan Kyoto untuk meninggalkannya. Karena dia belum selesai menghabiskan semua makanannya.
__ADS_1
"Kau mau apa? Aku harus segera kembali ke tempatku bekerja. Jangan sampai nanti aku kena tegur atau kena skor gara-gara kamu!" ucap Kyoto dengan menatap tajam kepada Takeshi yang akhirnya tidak bisa berkutik dan dengan pasrah membiarkan Kyoto untuk meninggalkannya sendirian di ruangan itu.
"Ah sebuah PR besar untuk menaklukkan gadis liar itu. Tampaknya akan menjadi hal yang sangat sulit bagiku!" ucap Takeshi sambil meraup wajahnya dengan kasar frustasi menghadapi seorang Kyoto yang sangat sulit untuk ditaklukan.
"Sepertinya aku harus menghubungi ayahnya dan meminta bantuan kepada Ayahku. Untuk mengatur Perjodohan kami berdua. Sehingga semua rencana akan menjadi lebih mudah!" ucap Takeshi kemudian dia mulai fokus untuk menghabiskan makanan yang tadi dia pesan.
"Aku harus menghalangi Kyoto untuk terus mendekati Kaisar. Aku tidak mengizinkan Delia untuk hidup menderita lagi gara-gara perbuatan Kyoto yang berusaha untuk merebut Kaisar!" kata-kata itu seperti sebuah mantra yang diucapkan oleh Takeshi sehingga membuatnya kembali bersemangat ketika dia merasakan down melihat kelakuan Kyoto yang luar biasa absurdnya.
"Semangat Takeshi! Kau harus bisa membuat dia jatuh cinta padamu dan membuatnya melupakan Kaisar. Agar dia tidak usah lagi mengganggu kehidupan mereka berdua yang saat ini sedang berbahagia!" setelah menghabiskan makanannya kemudian langsung menuju ke tempat kasir untuk membayar semua makanan yang telah dimakan olehnya bersama dengan Kyoto.
"Maaf tuan! Semua tagihan makanan atas ruangan anda sudah dibayar semuanya oleh Nona Kyoto!" ucap kasir tersebut sehingga membuat Takeshi menjadi geram.
"Kenapa dia melakukannya? Apakah Dia mengira bahwa aku tidak bisa membayar makanan ku sendiri? Ya Tuhan! Betapa memalukannya!! Aku seorang laki-laki sejati harus dikasih makan oleh perempuanku!" Ucapkan kasih sambil menepuk jidatnya.
"Dia bekerja di belakang di bagian pencucian sayur-mayur. Kalau anda ingin menemuinya, masuk saja ke sana. Toh Anda juga kan masih teman baik dari Nyonya Delia dan juga saudara dari Tuan Kaisar!" ucap petugas kasir itu sambil mengulas senyum terbaiknya untuk Takeshi yang super tampan dan mempesona hatinya.
'Betapa tampannya laki-laki ini pasti akan sangat menyenangkan sekali kalau bisa menjadi kekasihnya!" ucap Kyoto sambil terus menatap kepada Takeshi yang sekarang sedang berjalan menuju ke dapur.
Begitu sampai di bagian dapur. Mata Takeshi langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan itu. Dia mencari keberadaan wanita yang sudah selama berapa hari mengganggu pikirannya.
__ADS_1
"Aduh di mana Kyoto dari tadi dicari-cari kok tidak ada?" ucap Takeshi Hampir Putus Asa mencari Kyoto yang sejak tadi tidak kelihatan batang hidungnya.
"Kenapa kau ada di dapur? Apa kau sedang menjadi mata-mata ya? Ingin mencuri resep rahasia kami?" tiba-tiba seorang pelayan laki-laki mendekati Takeshi dan menegurnya. Tampaknya Dia seorang pelayan yang baru sehingga tidak tidak mengenal siapa Takrshi yang sesungguhnya.
Tidak lama kemudian, datang chef yang saat ini sedang bertugas dan dia langsung menegur pelayan itu. Karena sudah bersikap tidak sopan kepada Takeshi yang dia kenal sebagai sahabat dari majikannya.
"Apa yang kau katakan kepada tuan Takeshi? Dia ini adalah sahabat sekaligus adik ipar dari nyonya Besar! Kau berani sekali bicara yang macam-macam kepadanya!!" tegur zat tersebut kepada pelayan baru itu.
"Cepat kau minta maaf pada Tuan Takeshi dan kau harus ingat wajahnya untuk lain kali tidak melakukan hal Kesalahan Yang Sama!" ucap step tersebut memberikan nasehat kepada pelayan baru itu yang sekarang gemetar ketakutan serta mengetahui identitas yang sesungguhnya
"Maafkan saya tuan Takeshi. Saya bekerja di sini baru satu minggu jadi sebelumnya Saya tidak mengetahui tentang identitas anda sebagai adik ipar daripada majikan kami!" ucap pelayan itu dengan gugup dan ketakutan sehingga membuat Takeshi tidak tega untuk marah kepadanya.
"Sudah lupakan saja! Cukup kau tunjukkan padaku di mana Kyoto saat ini. Karena aku sangat membutuhkannya!" ucap Takeshi memaafkan pelayan tersebut yang tadi sudah menuduhnya sebagai seorang mata-mata industri yang akan mencuri resep rahasia restoran itu.
"Tadi Kyoto pergi bersama dengan kepala pelayan untuk melakukan pemesanan untuk stok sayur-sayuran yang sudah mulai menipis! Kemarin kontraknya sudah habis dan belum sempat untuk diperbaharui. Jadi mereka ke sana untuk memperpanjang kontrak kerjasama penyuplaian sayur-mayur untuk restoran Kita!" ucap chef yang saat ini sedang bertugas menatap kepada Takeshi yang matanya terus melihat ke sekeliling mencari keberadaan Kyoto.
"Kenapa anda tidak menghubungi Kyoto Tuan? Bertanya kepadanya kalau dia sekarang ada di mana!" ucap chef sambil tersenyum kepada Takeshi.
"Masukkan nomor telepon Kyoto ke ponselku!" ucap Takeshi sambil menyodorkan ponselnya kepada chef tersebut.
__ADS_1
"Apakah anda belum tahu nomor ponselnya?" tanya kepala chef itu sambil menggelengkan kepalanya merasa heran dengan pengakuan Takeshi.
"Baiklah akan ku masukkan nomor teleponnya dan Tuan bisa menghubunginya!" ucap kepala pelayan tersebut merasa ketakutan.