Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
130. Perayaan Kebahagiaan


__ADS_3

Mereka pun kemudian langsung pergi ke kediaman Kaisar yang jaraknya lumayan jauh dari bandara.


"Kakek nanti kita main ke Jepang ya? Untuk bertemu dengan kakek Kenshi dan Om Takeshi!" ucap Deka dengan penuh kebahagiaan.


Kaisar mengerutkan keningnya mendengar apa yang dikatakan oleh Deka mengenai ayah dan juga adiknya.


Tetapi Kaisar siam saja karena dia merasa tidak enak. Apabila kedua mertuanya tahu tentang hubungan dirinya yang tidak baik dengan keluarga baru ayahnya.


" Yah nanti Kakek dan Nenek pasti akan berkunjung ke kediaman kakekmu di Jepang. Sekalian memperkenalkan diri kami kepada mereka sebagai besan!" ucap Satria sambil mengelus rambut Deka dengan penuh cinta dan juga kasih sayang.


Satria sangat menyayangi Deka. Oleh karena itu dia selalu memberikan apapun keinginan cucunya. Zahra pun sama 11 12 dengan suaminya yang selalu memanjakan Deka dengan segala kemewahan yang mampu dia berikan kepada cucu pertamanya.


" Sudah berapa bulan kehamilan Delia?” tanya Zahra kepada Kaisar yang sejak tadi hanya diam dan fokus menyetir mobilnya.


" Kami berdua belum sempat untuk pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan yang details karena saat ini kondisi Delia sangat lemah. Jangankan untuk melakukan perjalanan jauh. Bahkan untuk sekedar ke kamar mandi pun, sekarang Delia harus diangkat oleh saya!" ucap Kaisar menjelaskan kepada kedua mertuanya mengenai kondisi Delia saat ini.


" Delia sama sepertimu sayang. Ketika dulu kau mengandung Delia. Kau pun sama dulu, hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur karena selalu saja muntah apabila mencium aroma tubuhku!" ucap Satria sambil tekekeh ketika dia mengingat kembali masa di mana Zahra mengidam ketika mengandung Delia.


Kaisar terperanjat ketika mendengarkan penjelasan dari ayah mertuanya tentang ibu mertuanya dulu yang selalu muntah ketika mencium aroma tubuh sang suami.


" Kenapa sama dengan Delia saat ini Pah? Delia selalu muntah ketika mencium cream pencukurku! Waktu awal-awal masa mengidam. Aku bahkan sampai tidak bisa mendekatinya. Karena dia hampir selalu muntah ketika berdekatan denganku!" ucap Kaisar dengan suara lirih sehingga membuat Satria bisa merasakan apa yang saat ini sedang dialami oleh Kaisar.


" Calon anak kami sekarang sudah memutuskan ingin menjadi musuh Daddynya dengan mencegahku untuk dekat dengan ibunya!" sengit Kaisar dengan nada suara geram sehingga membuat Satria dan Zahra tertawa terbahak-bahak.


" Kesejahteraanmu pasti terancam ya? Gara-gara hal itu makanya kau marah kepada calon anakmu?" tanya Satria sambil menatap tajam kepada anak mantunya.


" Benar Pah dia masih kecil sudah sangat lancang bermusuhan dengan Daddynya sendiri!" ucap Kaisar melirik sekilas kepada Satria yang saat ini sedang mengelus rambut Deka yang tampak tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan oleh ayahnya dan juga kakek dan neneknya.

__ADS_1


" Sudahlah tidak usah dibicarakan lagi apa itu kau tidak melihat di sini ada anak kecil?" tegur Delia merasa tidak suka.


Kaisar hanya bisa tersenyum kepada istrinya yang tampak sedang marah kepadanya.


" Kenapa Takeshi sejak tadi tidak datang juga?" tanya Delia resah.


Sejak tadi Deka terus merengek ingin bertemu dengan Omnya.


Tok tok tok


Tidak lama kemudian terdengar suara pintu kamar Delia diketuk oleh seseorang.


Zahra dan Satria yang sedang asyik bermain dengan Deka di taman yang ada di luar kamar Delia tampak menengok ke arah sumber suara.


" Ada apa Bi?" tanya Kaisar saat melihat pembantunya berada di depan pintu.


" Sayang kau akan di sini atau ikut ke ruang tamu?" tanya Kaisar kepada Delia.


" Aku akan berusaha untuk bisa berjalan ke ruang tamu rasanya tidak sopan kalau meminta mereka untuk datang ke sini! Sayang apa kau bisa membantuku?" tanya Delia kepada Kaisar.


" Mah tolong bantu untuk membawa Deka ke ruang tamu kita kedatangan tamu istimewa!" ucap Delia mengulas senyum kepada suaminya yang tampak sedang menatapnya.


' Biarlah Aku mengalah kepada Delia asal Delia merasa bahagia dalam menghadapi kehamilannya kali ini!' batin Kaisar ketika dia melihat kepada istrinya yang matanya begitu bersinar mengetahui keluarganya berada di kediaman mereka berdua.


" Sungguh sangat menyenangkan kalau kita semua berkumpul di sini. Oh ya Bi tolong siapkan pesta untuk merayakan pertemuan ini. Merayakan kebahagiaan karena akhirnya keluarga kita bisa berkumpul di satu tempat!" ucap Delia memberikan perintah kepada pembantunya untuk menyiapkan sebuah pesta kebahagiaan.


Kaisar hanya menganggukkan kepalanya ketika melihat sang Bibi yang Bertanya kepadanya melalui sorot matanya.

__ADS_1


Delia sangat mengerti bahwa di rumah itu keputusan Kaisar adalah final dan dia bisa memahaminya.


Delia tidak merasa tersinggung ketika melihat pembantu yang bertanya dulu kepada Kaisar untuk melaksanakan apa yang telah dia perintahkan.


" Baik nyonya! Akan segera saya siapkan semuanya. Nyonya ingin pesta outdoor atau indoor?" tanya si Bibi merasa sangat senang karena akhirnya Tuan besarnya mau juga untuk menerima kedatangan keluarga dari ayahnya yang sudah sangat lama ditolak oleh kaisar untuk datang ke kediamannya.


" Indoor saja. Apa kau tidak melihat kalau Nyonya Delia saat ini sedang sakit dan kondisinya tidak kuat untuk berdiri di luar ruangan?" tanya Kaisar sambil menatap pembantunya.


" Maafkan saya Tuan saya hanya mencoba untyk mengkonfirmasi saja. Takutnya nanti yang saya persiapkan tidak sesuai dengan keinginan kalian!" ucap Si Bibi sambil menundukkan kepalanya dia yang paling mengenal karakter Kaisar yang keras dan juga tegas dan tidak mau menerima kesalahan anak buahnya.


" Sudah Mas! Ayo bantu aku untuk turun. Tidak baik kalau membuat orang tua kita untuk menunggu. Apalagi kita yang mengundang mereka!" ucap Delia menghentikan amarah Kaisar yang selalu meledak-ledak.


" Bibi Kerjakanlah apa yang tadi saya minta!" ucap Delia sambil mengulas senyum kepada pembantu yang bekerja di rumah mereka.


Kaisar akhirnya menggendong istrinya untuk pergi ke ruang tamu.


" Sebentar Sayang! Aku akan mengambil kursi roda untukmu!" ucap Kaisar meninggalkan Delia di atas ranjang.


Sementara Satria dan Zahra sudah duluan turun ke bawah karena Deka yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Om dan juga kakek neneknya.


Setelah mendapatkan kursi roda Kaisar kemudian mengangkat tubuh Delia dan turun menggunakan lift yang ada di dalam rumahnya menuju lantai dasar.


Ketika mereka berdua turun di lantai dasar. Tampak sekali terlihat bahwa Kenshi sangat merindukan Deka terlihat dari caranya yang menggendong Deka dengan penuh kasih sayang.


" Senang sekali kami berdua bisa berkenalan dengan kalian. Saya adalah orang tua Delia yang baru saja bertemu beberapa waktu ini dengan Delia. Karena ketika kecil Delia diculik oleh anak buah kami yang kebetulan merasa tidak senang dengan keputusan yang dilakukan oleh Suamiku di perusahaannya!" ucap Zahra menceritakan kronologis keluarganya kepada keluarga Kaisar.


" Ya Allah sungguh tragis kehidupan Delia sejak kecil dia bahkan tidak bahagia bersama dengan ayah angkatnya karena istri dan juga anaknya yang selalu membuat masalah dengannnya!' ucap Kenshi.

__ADS_1


__ADS_2