Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
72. Kesepakatan


__ADS_3

Kyoto mengerjapkan matanya, matanya terasa silau, karena cahaya yang masuk setelah lama dia terlelap dalam pengaruh obat bius diberikan oleh anak buah ayahnya.


Kyoto tampak terkejut, ketika disadari bahwa dirinya kini sudah berada di tempat yang berbeda. Bukan di dalam kontrakannya yang selama 1 bulan ini telah dia tempati selama dia tinggal di Indonesia.


"Di mana aku? Kenapa aku berada di tempat ini?" Kyoto terus memperhatikan ruangan yang saat ini sedang dia tempati.


Kyoto kemudian pergi melihat ke sekitar. Dia membuka pintu balkon yang ada di kamar itu dan melihat ke sekeliling rumah itu. rumah mewah yang baru kali ini dia lihat.



Visualisasi Kyoto yang sedang melihat di sekitar rumah itu, di atas balkon. 😂😂


Tiba-tiba saja terdengar pintu terbuka. Dan di sana terlihat ayah dan ibunya Kyoto yang kini mendatangi Putri mereka yang telah lama mereka cari keberadaannya.


"Bagaimana kalian bisa menemukanku?" tanya Kyoto yang terkejut ketika melihat kedua orang tuanya kini tengah mendekat ke arahnya.


"Kyoto, kau benar-benar membuat kami kebingungan karena mencari kamu!" ucap ibunya Kyoto sambil memeluk sang putri tercinta. Kyoto hanya tersenyum saja.


"Kamu sebagai seorang anak gadis, sungguh betul-betul sangat nekat sekali! Hanya karena seorang laki-laki, kau bahkan sampai rela meninggalkan keluargamu dan juga negaramu. Kau betul-betul sangat konyol!" ayahnya Kyoto terus saja mengomel terhadap putrinya yang sudah membuat dia jengkel dan kerepotan selama satu bulan ini di negara orang.


Bahkan ayahnya Kyoto sampai meninggalkan perusahaannya di Jepang. Demi mencari putrinya yang kabur. Hanya gara-gara seorang laki-laki yang beristri dan mempunyai anak. Ayahnya Kyoto benar-benar marah dan dia berniat akan segera membawa Kyoto untuk kembali ke Jepang.


"Maafkan deh, Pah! Terus, Papa maunya apa?" ucap Kyoto dengan gugup. Karena dia sudah takut dengan kemarahan ayahnya.

__ADS_1


Kyoto paling kenal dengan ayahnya, kalau Ayahnya sudah marah, maka tidak ada yang bisa menyelamatkannya. Termasuk ibunya sendiri. Sekarang Kyoto hanya bisa pasrah. Karena salahnya sendiri, kenapa dia harus jatuh ke tangan ayahnya lagi setelah melarikan diri dari Jepang.


Hanya saja, yang menjadi bahan pertanyaan Kyoto. Bagaimana caranya ayahnya bisa membawa dirinya ke sini dan mengetahui keberadaannya. Jelas-jelas dia sudah bersembunyi dan bermain aman. Kenapa masih bisa tertangkap juga? Hal itu sungguh benar-benar membuat Kyoto penasaran.


"Papa mau, kita segera kembali ke Jepang dan kau lupakan obsesi gilamu itu terhadap Kaisar!" ucap ayahnya Kyoto dengan suara tegas dan tidak mau dibantah oleh putrinya.


Kyoto hanya bisa menatap suaminya yang saat ini sedang marah. Karena perbuatan putrinya yang begitu nekat dan tidak mau melepaskan Kaisar yang sudah punya istri dan anak. Hati ibunya Kyoto saat ini sedang galau, memikirkan putrinya yang sangat sulit sekali dinasehati.


"Tidak mau! Kyoto akan mengejar apa yang Kyoto inginkan!" ucap Kyoto kemudian dia berdiri hendak keluar dari kamar itu.


Tetapi belum juga Kyoto melangkahkan kakinya ke luar pintu, di hadapannya sudah berdiri 5 orang Bodyguard yang siap menghalangi langkahnya.


Kyoto kemudian berbalik dan menatap tajam kepada kedua orang tuanya.


" Justru karena kami sayang kepadamu! Kami tidak ingin kamu melakukan suatu kesalahan yang kelak akan kau sesali!" ucap ayahnya Kyoto sambil menatap kepada putrinya yang masih belum mengerti juga maksud baiknya.


"Aku akan lebih menyesal, kalau aku tidak mau berjuang mendapatkan cintaku! Aku tidak mau menjadi seorang pengecut! Hanya karena takut dengan kalian!" ucap Kyoto dengan suara lantang dan menatap tajam ke arah kedua orang tuanya.


Ibunya Kyoto mendekati putrinya. Kemudian dia berusaha untuk menyuruh Kyoto agar duduk di sofa yang saat ini berada tepat di hadapan ayahnya.


"Walaupun tanpa dukungan kalian! Aku akan terus berjuang dan berusaha. Aku tidak akan menyerah sebelum aku mendapatkan apa yang ku mau!" ucap Kyoto dengan penuh keyakinan dan tanpa rasa takut.


Plak!

__ADS_1


Tiba-tiba saja ayahnya Kyoto langsung menampar putrinya. Ayahnya sudah hilang kesabarannya, dalam menghadapi Kyoto yang sangat sulit sekali untuk dinasehati dan juga dikendalikan olehnya.


"Coba saja kau berani melakukan hal itu dan membuat malu nama keluarga kita! Jangan salahkan kalau sampai Ayah berbuat tega kepadamu!" Dian ayahnya Kyoto memanggil sekretarisnya di telepon.


"Bekukan semua rekening dan tabungan serta kartu-kartu milik Kyoto!" perintah ayahnya Kyoto dengan nada keras.


Ibunya Kyoto sudah merasa sedih melihat pertengkaran keduanya. Beliau sangat tidak senang melihat suaminya yang saat ini sedang begitu keras dalam hal mendidik putrinya. Yang selama ini selalu dia manjakan sehingga akhirnya membentuk karakter yang sangat sulit untuk dinasehati. Terkesan Arogan dan sembrono.


"Pah,tidak perlu terlalu keras seperti itu! Mama kasihan dengan Kyoto!" ucap istrinya kepada sang suami yang kini malah menatap tajam ke arahnya.


"Semuanya gara-gara Mama! Yang selalu memanjakan anak itu! Sehingga dia jadi seperti ini dan sangat sulit sekali untuk di nasehati dan membuat dia untuk bisa berpikir dengan benar!" ucap suaminya sambil menatap tajam istrinya.


"Silakan Papa lakukan apapun yang papa inginkan! Kyoto tidak membutuhkan uang papa lagi! Sekarang papa lepaskan Kyoto!Bukankah Papa sudah mengambil semuanya?" ucap Kyoto menatap tajam ayahnya. Kyoto kembali berbalik dan berniat untuk melawan para Bodyguard itu agar dia bisa keluar dari rumah ayahnya.


Ayahnya Kyoto lalu memberikan kode kepada para Bodyguard. Agar mereka membiarkan Kyoto pergi dari rumahnya. Kyoto terkejut ketika ayahnya begitu mudah melepaskannya.


Ketika Kyoto sudah bersiap untuk meninggalkan kamarnya, tiba-tiba saja ayahnya berkata dengan tegas.


"Satu langkah kaki kau meninggalkan kediaman ini dan tidak menuruti perintah ayahmu! Maka, sejak hari ini, kau bukan lagi anggota keluarga kami. Namamu akan dicoret dari ahli waris keluarga kita!" ucap ayahnya Kyoto dengan tegas. Kemudian dia pun meninggalkan Kyoto seorang diri di kamarnya. Kyoto tampak tertegun sejenak.


Tetapi akhirnya Kyoto meninggalkan kediaman itu dengan langkah yang lebar dan mantap. Tampaknya Kyoto sama sekali tidak memperdulikan tentang ancaman ayahnya tadi. Ibunya Kyoto kini sudah menangis.


"Kyoto! Tolong kembali Nak! Tolong jangan tinggalkan Mama! Tolong, tolong kembali sayang!" ibunya Kyoto terus memanggil putrinya tetapi Kyoto mengacuhkannya.

__ADS_1


Kyoto yang saat ini sedang kesal terhadap ayahnya. Sehingga dia tidak memperdulikan jerit dan tangisan dari ibunya. Yang sejak tadi terus memanggil namanya.


__ADS_2