Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
96. Kaisar Memang Luar Biasa!


__ADS_3

Begitu mereka sampai di Mansion kediaman mereka. Kaisar langsung menggendong Delia untuk masuk ke dalam kamar mereka berdua.


"Ya ampun! Sabar ya, Sayang! Jangan buru-buru begitu! Kau ini benar-benar ya!" ucap Delia sambil memukul dada Kaisar sambil menyembunyikan wajahnya di dada sang suami. Kaisar hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan baginya.


"Selama dua hari, kita tidak melakukan itu sayang! Rasanya aku tidak sanggup untuk menahannya lagi, sayang!" ucap Kaisar sambil mendorong pintu kamar mereka dengan kakinya.


Delia terbahak melihat kelakuan suaminya yang sangat lucu di matanya saat ini.


"Ayo kita mandi dulu sayang! Badanku sangat lengket dan rasanya tidak menyenangkan kalau melakukan hal seperti itu dalam keadaan tidak segar!" ucap Delia dengan suara manja sambil mempermainkan dada Kaisar yang menjadi favorit dirinya.


"Satu ronde saja sayang! Setelah itu kita mandi bersama!" ucap Kaisar mencoba untuk bernegosiasi dengan sang istri.


"Ayolah sayang! Kita mandi dulu. Lebih menyenangkan kalau sudah segar badannya dan wangi!" ucap Delia sambil turun dari gendongan Kaisar dan langsung berlari ke arah kamar mandi.


Kaisar akhirnya mengikuti sang istri pergi ke kamar mandi tetapi bukan Kaisar namanya kalau tidak bisa memaksakan keinginannya kepada Delia.


Akhirnya acara mandi yang harusnya cukup 30 menit saja, mereka harus membutuhkan selama 2 jam baru selesai. Semua gara-gara Kaisar yang memang luar biasa staminanya.


Kebiasaan hidup sehatnya dan juga kesenangannya nge-gym membuat tubuhnya selalu prima dan selalu bisa membuat Delia bahagia dengan cumbuan penuh cinta yang dia berikan kepada sang istri.


"Gara-gara kau, aku jadi menggigil kedinginan seperti ini. Kau harus bertanggung jawab!" ucap Delia sambil mengerucutkan bibirnya sehingga membuat Kaisar menjadi gemes kepada sang istri tercinta.


"Kau duduk di sini sayang! Aku segera kembali. Aku akan mengambilkan minyak untuk memijatmu dan juga mengambilkan obat masuk angin untukmu! Apakah kau mau kalau aku membuatkan teh jahe untukmu?" tanya Kaisar sebelum meninggalkan sang istri di kamarnya.

__ADS_1


"Sudahlah sayang! Ayo kau gunakan saja pakaianmu. Lalu kita istirahat. Setelah itu kita bisa makan malam di luar. Aku ingin kita punya Candy Lights dinner romantis malam ini untuk kita berdua. Mumpung saat ini Deka sedang bersama dengan kedua orang tuaku!" ucap Delia sambil tersenyum kepada Kaisar sehingga membuat Kaisar merasa sangat bahagia sekali.


"Iya sayang! Ketika ada Deka, kita selalu sibuk dengan dia dan tidak memiliki waktu untuk kita berdua menikmati kebersamaan kita. Tampaknya ada baiknya juga saat ini Deka tinggal bersama kedua orang tuamu! Kita berdua seakan sedang bulan madu lagi!" ucap Kaisar bahagia.


Kaisar kemudian pergi meninggalkan istrinya ke walk in close untuk mengambil pakaian untuk dirinya dan juga sang istri. Sementara Delia saat ini sedang sibuk mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Tidak baik kalau tidur dengan rambut basah. Bisa masuk angin nanti dan merusak rambut juga.


"Sayang ini gunakan pakaianmu. Sini aku bantu kau untuk mengeringkan rambutmu!" Kaisar memberikan pakaian tidur untuk sang istri dan dia kemudian mengambil hair dryer dari tangan Delia dan mulai mengeringkan rambut istrinya dengan penuh perhatian.



Visualisasi Delia dan Kaisar


"Kita kan hanya tidur sebentar saja untuk sedikit menghilangkan kelelahan setelah perjalanan jauh. Setelah itu kita akan pergi Dinner di luar! Sayang, Kenapa aku harus menggunakan pakaian seperti ini?" protes Delia ketika dia mendapatkan pakaian yang di berikan oleh Kaisar umtuknya ternyata sangat tipis dan menerawang.


"Dasar Om mes*m!" ucap Delia sambil menundukkan kepalanya. Sehingga membuat Kaisar menjadi semakin tergoda untuk menggelitik sang istri yang saat ini masih menggunakan handuknya.


Delia tertawa terbahak-bahak karena kegelian dengan ulah usil Kaisar yang tidak mau melepaskannya. "Ayolah sayang! Aku sudah kedinginan seperti ini, kau masih tega juga padaku?" tanya Adelia sambil menatap kepada kaisar yang saat ini masih asyik menggelitik pinggangnya.


"Sayang! Kau lebih cantik ketika kau tidak memakai apapun! Dan aku bisa gila karena kamu!" bisik Kaisar di telinga Delia.


"Cepat selesaikan kerjaanmu sayang! Aku sudah kedinginan dan aku juga sudah ngantuk. Aku ingin sekali tidur sayang! Jangan-jangan nanti kita tidak bisa dinner di luar, kalau seperti ini terus!" rajut Delia dengan suara manjanya sehingga membuat Kaisar akhirnya menyerah dan menghentikan aktivitas usilnya terhadap sang istri.


"Baiklah, kau gunakan pakaianmu dan aku pun akan menggunakan pakaianku. Aku akan mengambil teh jahe dulu untuk kita berdua. Supaya tubuhmu lebih hangat sayang! Aku gak mau kalau sampai nanti kau masuk angin!" ucap Kaisar kemudian dia langsung menyambar pakaian yang tadi dia ambil dari walk in close pribadinya.

__ADS_1


Setelah selesai menggunakan pakaianya. Kaisar kemudian keluar kamar dan meminta kepada pembantunya untuk menyiapkan teh jahe untuk dirinya.


"Bi tolong siapkan teh jahe dan beberapa camilan manis dan tolong nanti bibi antarkan ke kamar saya. Sementara menunggumu, saya akan di ruang kerja dulu. Panggil saya ketika bibi sudah mengirimkan yang tadi saya pesan!" ucap Kaisar kepada pembantunya kemudian dia langsung menuju ke ruang kerjanya.


Banyak hal yang harus diperiksa oleh Kaisar, setelah selama 1 minggu meninggalkan Indonesia dan tinggal di Amerika mengurus segala kebutuhan Delia di sana untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.


"Aku harus menghubungi asistenku, aku harus bertanya kepada dia tentang perkembangan perusahaan saat ini ketika aku pergi selama seminggu ini!" Kaisar kemudian menghubungi asistennya dan bertanya tentang hal-hal yang belum dia ketahui saat dia meninggalkan Indonesia.


"Apakah ada kejadian yang tidak bisa kau handle selama aku pergi meninggalkan Indonesia?" tanya Kaisar kepada asistennya.


"Maafkan saya tuan istri dari ayah mertua Anda. Saat ini dia sedang menawarkan perusahaan milik Nyonya Delia yang saat ini di kelola oleh kedua mertua Anda. Dia berniat untuk menjualnya kepada perusahaan milik tuan Kensi Yamada!" ucap asistennya Kaisar. Melaporkan tentang perusahaan yang sudah diberikannya kepada Delia.


"Wanita itu memang benar-benar seorang ular berbisa! Kita tidak bisa mentolelir lagi perbuatan dia. Kau aturlah pertemuanku dengan dia. Besok suruh dia datang ke kantor! Katakan padanya bahwa aku memiliki penawaran yang bagus dan dia pasti akan tertarik dengan itu!" ucap Kaisar kepada asistennya.


Kaisar kemudian menghubungi mertuanya yang ada di Amerika untuk membicarakan hal yang sangat penting.


"Ada apa Kaisar? Apakah kalian sudah sampai di Indonesia? Bagaimana dengan kabar Delia?" tanya Satria kepada menantunya.


"Kami baik-baik saja Pah! Kami sudah ada di mansion sekarang. Oh iya, saya memiliki sesuatu kepentingan untuk dibicarakan dengan papa!" ucap Kaisar dengan serius dan memulai pembicaraan dengan mertuanya.


"Ada apa? Katakanlah mungkin Papa bisa membantumu!" tanya Satria dengan penuh kekhawatiran.


"Ini tentang Stella, Pah! Tolong jangan lepaskan dia dulu dari kantor Polisi. Karena saya saat ini saya sedang menghadapi ibunya yang sedang bertingkah dengan perusahaan yang saya berikan kepada Delia!" ucap Kaisar berusaha menjelaskan situasi yang saat ini sedang terjadi di Indonesia kepada mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2