Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
124. Delia Ngidam


__ADS_3

Sementara itu Delia yang saat ini sedang tertidur di atas ranjang tampak seakan malas-malasan untuk bangun tidur.


" Ayo bangun dulu salat. Setelah itu, kalau kau mau tidur lagi tidak apa-apa!" bisik Kaisar di telinga Delia yang masih bermalas-malasan di pagi hari.


Tiba-tiba saja Delia langsung berlari ke kamar mandi dan muntah di sana.


" Kamu kenapa sayang apakah kau sakit?" tanya Kaisar merasa khawatir dengan istrinya yang tiba-tiba saja muntah di pagi hari.


" Aku tidak tahu kenapa mencium bau krim cukurmu, rasanya mual sekali!" tidak lama kemudian Delia kembali berlari ke kamar mandi sampai berkali-kali dia melakukan itu. Sehingga membuat Kaisar merasa tidak tega dengan keadaan istrinya.


" Sayang! Bagaimana kalau kita pergi ke rumah sakit saja? Aku tidak tega melihatmu seperti ini!" ucap Kaisar kembali mendekati Delia. Akan tetapi Delia langsung saja mengusirnya untuk tidak dekat-dekat lagi.


" Kau Pergilah ke kantor sayang. Aku rasanya tidak tahan untuk mencium aroma dari krim cukurmu. Perutku selalu memberontak dan ingin muntah!" ucap Delia sambil memegang perutnya yang terasa terus memberontak dan minta untuk dikeluarkan lagi isinya.


" Bagaimana aku bisa meninggalkanmu sendiri dalam keadaan seperti ini dayang? Aku tidak tega. Ayo aku antarkan Kau ke rumah sakit. Pasti dokter memiliki obat untuk mengobati sakitmu ini!" ucap Kaisar mencoba untuk membujuk Delia agar mau diajak ke rumah sakit.


" Please tolong dengerin aku sayang. Akan lebih baik kalau kau pergi ke kantor saja. Kalau kau khawatir denganku kau bisa panggilkan dokter pribadi kita untukku dan memeriksa keadaanku!" ucap Delia dengan wajah penuh permohonan kepada Kaisar.


Kaisar terdiam sejenak memikirkan apa yang diinginkan oleh istrinya.


" Baiklah aku akan memanggil dokter pribadi kita ke sini kau harus ingat untuk meminum obat yang diberikan olehnya kalau ada apa-apa kau harus menghubungiku!" ucap Kaisar kepada Delia yang hanya bisa mengangguk saja karena saat ini tubuhnya benar-benar sangat lemah karena sejak tadi dia terus bolak-balik ke kamar mandi untuk muntah gara-gara mencium aroma krim cukur milik suaminya.


" Kau sangat aneh biasanya kau menyukai aroma krim cukur ini Tapi sekarang kenapa kau malah ingin muntah dan sangat menderita karenanya?" tanya Kaisar seakan bingung dengan apa yang terjadi kepada Delia.


Demi mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kaisar sejenak Delia berpikir. Tampak sangat serius. Sehingga membuat Kaisar merasa bingung dibuatnya. Tetapi dia tidak berani untuk mendekati Delia karena takut istrinya kembali muntah.


" Cepatlah hubungi dokter dulu!" ucap Delia dengan suara lemas. sehingga menyadarkan Kaisar yang masih melamun sambil menatap istrinya.

__ADS_1


" Baiklah tunggu sebentar!" ucap Kaisar kemudian dia pun langsung mencari nomor telepon dokter pribadinya untuk datang ke kediamannya.


Setelah menelpon dokter pribadinya. Kaisar duduk di sofa yang letaknya jauh dari Delia. Sehingga dia tidak merasa khawatir kalau istrinya akan kembali muntah karena mencium aroma cream cukur miliknya.


' Apa jangan-jangan Aku sedang hamil? Ya Tuhan! Kenapa aku tidak pernah menghitung siklus haid ku selama ini?' batin Delia sambil terus menatap Kaisar yang juga sedang menatapnya dengan penuh pertanyaan.


' Apa yang sebenarnya terjadi pada istriku Kenapa dia sangat aneh sekali biasanya dia sangat menyukai aroma cream cukurku!' batin Kaisar sambil terus menatap Delia yang sekarang meringkuk di kasur karena lemas setelah muntah sejak tadi.


Tok tok tok


Terdengar suara pintu diketuk dari luar dan Kaisar langsung membukanya.


" Maaf tuan dokter sudah datang!" ucap pembantu yang bekerja di kediaman Kaisar yang mengantarkan dokter pribadi yang tadi ditelepon olehnya.


" Suruh dia masuk ke sini. Karena istriku sedang lemas badannya!" Perintah Kaisar kepada pembantunya.


" Baik Tuan akan segera saya suruh kemari!" ucap sang pembantu sambil melirik sekilas kepada Delia yang saat ini sedang tertidur lesu di atas ranjang.


" Apa yang kau lakukan? Kenapa malah melamun di sini? Cepat kau bawa dokter itu untuk segera memeriksa istriku!" perintah Kaisar kepala pembantunya yang dari tadi hanya melamun saja menatap istrinya.


" Maaf tuan Akan segera saya laksanakan perintah anda!" ucap pembantu itu sambil melirik sekilas kepada Delia dengan tatapan sinis dan penuh iri.


' Seandainya aku yang menjadi Nyonya Delia pasti hidupku sangat bahagia! Karena dicintai oleh suami setampan Tuan!" batin pembantu tersebut sambil melirik kepada kaisar yang begitu paripurna dan membuatnya mengiler untuk dapat memilikinya.


" Kenapa dari tadi kau banyak melamun huh? Apakah kau sudah bosan bekerja di sini huh? Cepat panggilkan dokternya kesini karena istriku sejak tadi sudah sakit!" perintah Kaisar dengan nada yang keras sehingga membuat pembantu itu ketakutan di buatnya.


" Jangan terlalu kasar Mas! Dia juga punya perasaan walaupun dia hanyalah seorang pembantu!" ucap Delia menegur Kaisar yang menurutnya terlalu kasar terhadap pembantu baru yang bekerja di rumahnya.

__ADS_1


" Aku tidak suka type pembantu seperti dia. Yang sangat lancang dan juga berani untuk memimpikan ranjang majikan!" ucap Kaisar dengan jujur kepada Delia.


Delia tertawa demi mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya.


" Apakah kau tidak tergoda dia kan lumayan cantik dan juga seksi!" ucap Delia sambil mengulas senyum kepada suaminya yang saat ini sedang cemberut.


" Dalam keadaan sakit pun engkau tidak mau melepaskan ku!" ucap Kaisar misuh-misuh sambil menatap Delia dengan kekat. Tetapi dia tidak berani untuk mendekatinya. Karena takut Delia kembali muntah seperti tadi.


Tok tok tok


Terdengar suara pintu diketuk. Kaisar segera bangkit dan membuka pintu kamarnya dan di sana nampak pembantu tadi menatapnya dengan genit. Sehingga membuat Kaisar merasa jengkel dibuatnya.


" Silakan masuk dokter dan tolong periksa istriku!" ucap Kaisar kepada dokter tersebut setelah itu dia pun mengikuti pembantunya ke dapur.


Kaisar mencari kepala pelayan yang bekerja di rumahnya.


" Ada apa Tuan Kenapa anda mencari saya?" tanya kepala pelayan itu merasa ketakutan karena tidak biasanya Kaisar memanggilnya secara langsung Face to Face.


" Kau ke sini!" Panggil Kaisar dengan keras kepada pembantu yang tadi masuk ke dalam kamarnya.


" Iya Tuan! Ada apa? Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya pembantu itu sambil menatap Kaisar dengan pandangan penuh harap sehingga membuat Kaisar sangat jengkel dan kesal dibuatnya.


" Cepat kau bantu perempuan itu untuk membereskan semua barang-barangnya dan pecat dia hari ini juga. Pastikan dia jangan sampai dia masuk lagi ke kediaman ini. Apa kau dengar perintahku?" ucap Kaisar sambil menatap tajam kepada kepala pelayan yang saat ini sedang menundukkan kepalanya karena tidak berani melihat Kaisar secara langsung.


Pelayan itu langsung bersujud di kaki Kaisar dan tidak mau untuk dipecat. Dia menangis tersedu-sedu, akan tetapi Kaisar semakin marah kepadanya.


" Berhenti berakting di hadapanku. Kalau kau masih menginginkan uang pesangonmu!" hardik Kaisar sambil meninggalkan perempuan itu yang terbelalak mendengarkan perkataan Kaisar.

__ADS_1


" Bukankah aku sudah bilang padamu, untuk menjaga pandanganmu di hadapan Tuan Kaisar? Kalau kau masih betah untuk bekerja di sini! Sekarang ayo ikut denganku dan bereskan semua barang-barangmu. Sebelum tuan Kaisar sendiri yang menendangmu dari rumah ini!" ucap kepala pelayan tersebut sambil menarik tangan perempuan itu yang masih menangis tersedu-sedu.


" Cepatlah kalau kau masih menginginkan uang pesangonmu! Kalau kau berlama-lama seperti ini. Aku akan menjamin bahwa kau tidak mendapatkan sepeserpun dari rumah ini!" ucap kepala pelayan mengingatkan wanita itu untuk segera bergegas dan membereskan barang-barangnya dan keluar dari kediaman Kaisar dengan baik-baik.


__ADS_2