
Keesokan harinya, Kaisar langsung pergi ke depan rumahnya, melihat sendiri lokasi kejadian yang dia lihat di CCTV, hati Kaisar mencelos, ketika melihat ada noda darah yang lumayan banyak di aspal, tepat di depan gerbang rumahnya. Sepanjang jalan, Kaisar melihat CCTV mana saja yang terpasang, dia akan meminta pemiliknya untuk memperlihatkan kepada dirinya, demi mencari informasi siapa pemilik mobil yang membawa istrinya.
Tapi tidak ada yang bisa melihat mobil tersebut secara jelas, hanya terlihat mobil mewah berwarna hitam. Tidak ada satupun kamera disekitar rumah Kaisar yang berhasil merekam nomor mobil tersebut.
Kaisar mengalami kesulitan untuk menemukan pemilik mobil tersebut. Akhirnya dengan perasaan gundah, Kaisar pun memilih untuk pulang dulu karena dia sudah lelah secara fisik maupun batin ingin istirahat sebentar.
"Kamu kemana sebenarnya, sayang?" perasaan Kaisar benar-benar kalut saat ini. Segala rasa berkecamuk dalam dirinya. Kesehatan dirinya mulai drop. Apalagi dirinya belum lama ini telah mengalami pukulan batin keras dan sekarang kepergian Delia semakin membuat hatinya terpuruk dan merasakan kesedihan yang mendalam.
"Ya Tuhan! Semoga kau selalu menjaga anak dan istriku! Jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi kepada mereka! Aku mohon Tuhan! Jagalah anak dan istriku!" tak henti-hentinya Kaisar berdoa dengan derai air mata yang terus mengalir di pipinya bahkan air matanya telah membasahi pakaian yang dia gunakan matanya sembab dan merah padam karena menangis terus semalaman ini.
Para karyawannya yang telah kembali dari hotel tempat mereka bersenang-senang, tampak kebingungan. Melihat tuan besarnya yang telah berbaik hati memberikan liburan kepada mereka terlihat sangat kacau balau.
"Ada apa dengan anda Tuan besar? Kenapa penampilan anda begini kacau? Apakah ada masalah yang terjadi di rumah ini saat kami pergi?" tanya Bibi yang sejak kecil telah tinggal bersama Kaisar.
Kaisar hanya dia mematung, tanpa diduga, tiba-tiba saja Kaisar jatuh pingsan. Sehingga membuat para pelayan yang baru kembali dari luar itu merasa panik dan ketakutan. Khawatir terjadi sesuatu yang buruk terhadap Tuan besarnya, apalagi mereka tidak bisa menemukan Nyonya besarnya di setiap sudut rumah itu. Kepanikan semakin dirasakan oleh para pelayan yang baru datang dari luar tersebut.
"Aduh, BI! Bagaimana ini? Apa yang sudah terjadi disini? Kenapa tiba-tiba Tuan besar pingsan? Dimana Nyonya saat ini?" tanya Aria tukang kebun di rumah itu.
__ADS_1
"Ayo bantu untuk membawa Tuan ke kamarnya!" Lalu para laki-laki yang ada di rumah itu pun, membantu untuk mengangkat tubuh Tuan besar mereka. Kepanikan semakin menjadi, ketika mereka benar-benar mendapatkan suatu kenyataan, bahwa rumah ini kosong. Tidak ada Nyonya besar mereka di sana!
"Ke mana Nyonya besar pergi ya? Kenapa rumah ini kosong dan ini Tuan besar juga, kenapa keadaannya seperti ini? Benar-benar mengkhawatirkan sekali!" ucap Burhan mulai terlihat sedih.
"Paimo! Cepat kamu periksa ruang CCTV, kita harus tahu apa yang terjadi di rumah ini!" ucap Bibi memerintahkan Security di rumah ini. Paimo manut, karena dia juga penasaran dengan apa yang terjadi di dalam rumah ini.
Satu jam, Paimo baru kembali ke kamarnya Kaisar, untuk menemui si bibi, yang bisa dikatakan sebagai kepala pelayan di kediaman ini.
"BI, Nyonya semalam pergi meninggalkan rumah ini dengan menangis, lalu saat dia keluar gerbang, tiba-tiba ada sebuah mobil yang menabrak dan membawanya pergi. Saya menebak, Tuan pasti tadi habis berkeliling kompleks untuk mencari jejak Nyonya kita!" ucap Paimo memberikan laporan kepada teman-teman nya.
"Aduh! Kita senang-senang di hotel semalaman. Di rumah malah terjadi bencana sebesar ini! Kita jadi merasa bersalah, kalau seperti ini!" ujar Ratem sambil menatap wajah Tuan besarnya yang baik hati itu.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan kedua majikan kita? Kita pergi, mereka tampak mesra sekali, kenapa kita kembali hanya dalam semalam, semua jadi kacau begini?" tanya Paimo dengan kepanikan.
"Sudah, gak usah panik! Kalian kembali bekerja! Biar nanti saya panggil dokter keluarga untuk memeriksa keadaan Tuan besar!" bibi lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Dokter Bambang, agar segera datang.
"Ya, Dokter! Keadaan Tuan benar-benar kacau! Masih pingsan sampai sekarang!" lapor bibi dengan suara pelan.
__ADS_1
"Baiklah, Dokter! Kami tunggu kedatangan anda!" bibi lalu menutup panggilannya dan pergi ke dapur, bersiap untuk membuat sarapan pagi untuk Tuannya.
"Cepat, kalian kembali ke pos masing-masing! Kondisi Tuan sedang tidak baik-baik, jangan bikin Tuan jadi naik darah, gara-gara kalian bermalas-malasan!" sengit bibi Atun mulai jengkel dengan teman-teman lainnya.
Mereka akhirnya membubarkan diri dan kemudian melanjutkan pekerjaannya. Satu jam kemudian, Dokter Bambang datang dan memeriksa keadaan Kaisar.
"Sejak kapan, Tuan Kaisar pingsan?" tanya Dokter tampak tenang dan fresh. Tampaknya beliau baru selesai mandi.
"Sejak pagi, Pak Dokter! Kami sendiri tidak tahu apa yang sudan terjadi di rumah ini! Tuan Kaisar tadi malam memberikan liburan kepada kami semua, sehingga kami meninggalkan kediaman. Begitu kami kembali, rumah dalam keadaan kacau begini! Tuan sudah tidak bisa ditanyai apa-apa! Melamun dan jatuh pingsan!" ucap BI Atun. Dokter tampak manggut-manggut, Dokter Bambang ini masih sahabatnya Kaisar, makanya dia peduli dengan keadaan sahabatnya itu.
"Ya sudah, saya ke atas dulu! Mau periksa Tuan kalian!" Dokter Bambang lalu di temani oleh BI Atun menuju lantai atas, tempat Kaisar saat ini masih terbaring lemah.
"Lihatlah, Dokter! Keadaan Tuan benar-benar mengenaskan! Hiks hiks!" Air mata BI Atun akhirnya tumpah juga, sejak tadi dia berusaha tegar di hadapan semua teman-temannya.
"Tampaknya Kaisar mengalami trauma sebelumnya, kini mengalami kejadian yang membuat dia syock! Kekuatan mental Kaisar benar-benar sedang di uji!" ujar Dokter Bambang, dia merasa prihatin dengan keadaan Kaisar.
"Kalau nanti Tuanmu bangun, berikan dia teh dan sarapan bubur, ya? Jangan lupa obatnya! Ya sudah, saya pergi dulu! Saya ada operasi di rumah sakit pagi ini! Kamu jaga Tuan kamu dengan baik!" setelah memberikan beberapa petunjuk untuk merawat Kaisar Dokter Bambang kembali ke rumah sakit, bersiap-siap untuk melakukan operasi.
__ADS_1
BI Atun kemudian menyuruh Burhan untuk pergi ke apotek untuk menebus resep obat yang tadi diberikan oleh Dokter untuk Tuan besarnya.