
Dengan penuh keyakinan, Kaisar mengajak Delia untuk masuk ke dalam Mansion tersebut, yang di sinyalir adalah tempat tinggal kedua orang tuanya Delia yang asli.
"Aku takut sayang!" ucap Delia dengan suara gemetar, sambil menggenggam tangan Kaisar semakin erat.
"Tenanglah, Sayang! Aku dan Deka akan selalu ada di sini bersama kamu, kamu harus yakin dan percaya sayang, kalau mereka memang orang tuamu pasti akan mengenali kamu!" terus memberikan semangat kepada Delia agar jangan menyerah menghadapi ular berbisa yang sekarang sedang mengaku sebagai anak dari kedua orang tua Delia.
Akhirnya Delia pun mengangguk dengan yakin dan mengajak Kaisar untuk masuk ke dalam mansion tersebut.
Di dalam mansion ada sebuah pesta yang sangat meriah. Tampak banyak kalangan orang dari dunia bisnis menghadiri acara tersebut. Banyak diantaranya yang dikenal oleh Kaisar sehingga dia hanya menganggukkan kepala saja untuk menyapa dan menghormati mereka.
"Waduh, gawat! Kenapa ada Kaisar dan Delia di sini? Bisa habis Aku kalau sampai mereka tahu aku ada di sini!" ucap Stella dengan ketakutan. Ketika dia melihat Kaisar dan Delia sudah ada di antara para tamu yang hadir dalam pesta itu.
"Aku harus segera sembunyi dari mereka! Jangan sampai mereka berdua melihatku, bisa-bisa semua rencanaku gagal total!" Stella kemudian berusaha untuk melarikan diri dari pandangan Delia dan Kaisar.
"Sayang! Kenapa kau tampak ketakutan? Kau mau pergi ke mana? Pesta ini kan Mama buat untuk kamu. Ayo! Mama perkenalkan kamu kepada rekan-rekan bisnis papamu!" ucap Zahra yang sekarang sudah ada di hadapan Stella sehingga membuat Stella jadi salah tingkah dan kebingungan sekarang.
"Maaf mah tiba-tiba perut Stella sakit sekali. Apa boleh kalau Stella pergi ke kamar dulu? Mau istirahat di kamar!" ucap Stella pura-pura Memegang perutnya seakan benar-benar sakit sehingga membuat Zahra menjadi khawatir dengan keadaan Putri palsunya.
"Ya ampun! Kasihan sekali Putri mama! Ya sudah sayang, kalau kamu merasa sakit kau ke kamar saja Nanti Mama akan membawa dokter untuk memeriksamu!" Zahra sambil mengelus wajah Stella yang tampak pucat.
__ADS_1
"Nggak usah Mah! Stella cukup istirahat saja, tidak perlu dokter. Saya hanya sakit perut saja tadi Kayaknya kesalahan makan!" ucap Stella sambil matanya terus menatap kepada Kaisar dan Delia yang masih sibuk menjawab pertanyaan para rekan bisnis yang dikenal oleh Kaisar.
'Aku harus segera pergi sebelum Kaisar dan Delia melihatku bisa-bisa semuanya kacau!' batin Stella sambil matanya terus menatap ke arah Kaisar dan Delia yang sedikit lagi akan melihat keberadaannya.
Stella langsung melarikan diri begitu Kaisar seperti melihat ke arahnya. Stella sudah sangat ketakutan kalau ketangkap oleh Kaisar bahwa dia di sini sedang mengaku sebagai anak dari Satria dan Zahra.
"Kenapa sayang? Kenapa tampak seperti ketakutan begitu? Ya sudah sana kamu masuk ke kamar saja. Mama khawatir kalau penyakitmu berbahaya!" Zahra kemudian membimbing Stella untuk masuk ke dalam kamar yang sudah dia sediakan sejak kemarin untuk Stella yang dia kira adalah putrinya yang telah hilang 20 tahun lamanya.
"Mah, mau dibawa ke mana putri kita? Bukankah kita mengadakan pesta ini adalah untuk memperkenalkan dia kepada rekan-rekan bisnis kita?" tiba saja Satria sudah berteriak memanggil Zahra sehingga membuat Zahra mengurungkan niatnya untuk mengajak Stella ke dalam kamarnya.
"Saya harus ke kamar perutku sakit sekali. Mama tolong jelaskan saja kepada Papa. Saya pergi dulu mah!" Stella langsung melarikan diri dari hadapan Zahra dan menyembunyikan dirinya di dalam kamar.
"Ya ampun! Itu dua orang, kenapa sih pakai datang-datang ke sini segala sih? Mereka benar-benar akan merusak encanaku!" Stella terus mondar-mandir dalam kamar itu mencari cara agar bisa terbebas dari Kaisar dan Delia yang sudah pasti akan mengklaim bahwa Delia adalah anak dari Satria dan Zahra yang sekarang dia akui sebagai kedua orang tuanya.
"Sialan! Delia selalu saja bikin hidup gue hancur. Kenapa sih itu orang gak bisa bikin gue bahagia sedikit aja?" ucap Stella penuh dengan kebencian ketika menyebut nama Delia. Stella terus mondar-mandir tanpa henti. Berpikir untuk bisa melarikan diri dari mansion itu. Karena dia ketakutan sekali kalau Kaisar sudah membuka identitas dia yang sesungguhnya.
Sementara itu di ruangan pesta, tampak Kaisar dan Delia sedang berhadapan dengan Satria dan Zahra sekarang.
"Halo perkenalkan saya adalah Kaisar owner dari Kaisar Corporation dia adalah istri saya Delia!" ucap Kaisar memperkenalkan dirinya sendiri dan juga istrinya kepada Satria dan Zahra yang saat ini sedang menatap tajam kepada Delia.
__ADS_1
"Sayang, kenapa wajah Delia tampak seperti wajahmu ketika kau masih muda ya? Ini aneh!" ucap Satria sambil menatap Delia dan Zahra secara bergantian. Satria tampak menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia seakan sedang berpikir sesuatu yang keras dan berat saat ini.
Zahra pun menatap Delia dengan lekat. Mata Zahra tidak beranjak dari wajah Delia yang saat ini matanya sedang berkaca-kaca.
"Kenapa kau hendak menangis Delia? Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya Zahra kepada Delia yang sekarang sudah terisak dalam tangisnya. Delia langsung menghambur ke dalam pelukan Zahra sehingga membuat Zahra tampak kebingungan Apa yang dilakukan oleh Delia.
"Kaisar, kenapa istrimu menangis melihatku? Apakah aku memiliki salah kepadanya?" tanya Zahra kepada Kaisar yang sekarang malah menundukkan kepalanya. Seakan berat mengatakan sesuatu kebenaran terhadap mereka berdua.
Satria sekarang sedang mendekati Deka dan menatap anak kecil yang begitu tampan dan menggemaskan itu.
"Kenapa anak kecil ini begitu mirip dengan anak kita yang dulu diculik mah?" tanya Satria kepada istrinya. Satria seperti orang linglung saat ini. Satria menetap Delia dan juga Deka secara bersamaan kemudian dia juga menatap Zahra yang masih menatapnya dengan penuh pertanyaan.
"Tolong! Jelaskan situasi apa yang sedang terjadi di sini? Kenapa istrimu dan putramu begitu mirip dengan istri saya dan juga Putri kami yang menghilang 20 tahun yang lalu?" tanya Satria sambil menatap kepada Kaisar yang kini menatap tajam kepada Satria.
"Maafkan sayq, Tuan Satria! Saya datang ke sini atas sebuah cerita dari seorang laki-laki bernama Adrian yang mengaku telah menculik putri anda ketika dia berusia 2 tahun!" ucap Kaisar mengawali apa yang akan dia sampaikan kepada Satria dan Zahra.
"Adrian? Kalian berdua mengenal Adrian? Bagaimana kalian bisa mengenal Adrian?" punya Satria seakan bingung dengan apa yang saat ini sedang terjadi di hadapannya.
"Adrian adalah Ayah angkat yang selama ini saya kira adalah orang baik yang telah mengadopsi saya. Tetapi baru kemarin, dia mengaku kepada saya. Bahwa dia telah menculik saya dari ayah dan ibu saya sekitar 20 tahun yang lalu!" ucap Delia dengan suara bergetar dan juga air mata berderai.
__ADS_1
Jangan lupa dukung author terus ya, dengan live, vote, favorit dan gift semampu kalian, love ❤ banyak-banyak buat reader sayang..