Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
104. Kaisar Selalu Punya Sejuta Ide


__ADS_3

Begitu Kaisar dan Delia sampai di Mansion. Tampak Delia sedang berusaha membujuk suaminya. Untuk membatalkan keinginannya membuat bangkrut restoran yang tadi mereka datangi. Yang telah membuat Kaisar marah gara-gara seorang perempuan yang berusaha menggodanya.


"Sayang! Apakah kau serius dengan perkataanmu tadi terhadap manajer itu?" tanya Delia sambil bergelayut manja di bahu sang suami yang saat ini sedang membaca file-file yang ada di tangannya.


"Kenapa? Apakah kau merasa kasihan kepada manajer itu?" tanya Kaisar sambil melirik kepada Delia yang saat ini mulai merengut bibirnya tidak senang dengan jawaban Kaisar.


"Kau tahu kan sayang? Kalau aku juga memiliki restoran dan aku sangat tahu bagaimana susahnya berjuang membangun sebuah restoran hingga menjadi sebesar itu. Aku tidak tega rasanya sayang, hanya gara-gara kemarahanmu terhadap perempuan penggoda itu. Membuat restoran tadi tutup, para karyawannya pasti akan kehilangan pekerjaan mereka!" ucap Delia sambil melirik pada kaisar yang tampaknya masih sibuk membaca file yang ada di tangannya.


"Sayang! Kau dengar tidak apa yang aku katakan tadi?" tanya Delia kepada Kaisar.


"Lalu kau maunya aku melakukan apa sayang?" tanya Kaisar sambil menatap kepada Delia yang saat ini masih cemberut bibirnya.


Kaisar meletakkan semua file-file yang tadi dia pegang di atas nakas yang ada di samping tempat tidurnya. Kemudian Kaisar tampak menggenggam tangan Delia dan menciumnya secara lembut.


"Katakan sayang! Kau ingin aku melakukan apa dengan restoran itu, hmmmm?" tanya Kaisar lagi. Tetapi Delia terlihat cemberut dan memalingkan wajahnya dari sang suami. Sehingga membuat Kaisar menjadi gemes dibuatnya.


"Sudahlah terserah padamu sayang, mau melakukan apa. Kau kan seorang Kaisar, mana ada yang berani membantahmu. Aku ini siapa? Hanya butiran debu yang tak terlihat di matamu!" ucap Delia kemudian dia langsung membaringkan tubuhnya dan menarik selimutnya hingga ke atas kepala. Sehingga membuat Kaisar mengerutkan keningnya melihat apa yang dilakukan oleh istrinya.


"Sayang karena kau marah kepadaku tentang mereka. Sehingga malam ini aku tidak mendapat jatahku? Kau luar biasa sayang! Kau lebih membela mereka daripada suamimu?" tanya Kaisar sambil terus berusaha untuk membuat Delia melihat kepadanya.


"Sayang! Oke aku akan membatalkan keinginanku tadi. Tetapi dengan syarat kamu tidak boleh melakukan hal ini lagi kalau sedang marah kepadaku. Kau tahu kau sedang mengancam kesejahteraanku!" ucap Kaisar sambil menjebikan bibirnya merasa teraniaya oleh sang istri yang semalaman ini selalu cuek terhadap dirinya.


Kaisar terus berusaha membuat Delia untuk mau bicara dengannya. Tetapi tampaknya Delia tidak menggubrisnya sama sekali.


Karena gemes, akhirnya Kaisar mengambil selimut yang menutupi wajah istrinya. Begitu terkejutnya Kaisar ketika mendapatkan sang istri ternyata sudah terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


"Ya ampun dari tadi aku bicara panjang kali lebar kali tinggi eh ternyata nih kesayanganku sudah tidur lelap!" ucap Kaisar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tetapi bukan Kaisar namanya. Kalau tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Dengan penuh keusilannya. Sekarang dia sedang melukis di atas tubuh Delia yang hanya menggunakan lingerie tipis dan transparan yang memudahkan Kaisar untuk melancarkan aksinya.


"Kaisar selalu punya sejuta ide, untuk mengejai istriku tercinta. Hahah!" ucap kaisar dengan penuh kebanggaan dengan buah karyanya yang akan membuat istrinya besok ngamuk tentu saja.


Setelah merasa puas dengan hasil lukisannya di atas tubuh Delia. Kaisar kemudian memeluk tubuh sang istri dengan erat dan tidur di samping Delia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di kediaman Kyoto


Tampak Kyoto sedang menyesap wine di gelas yang ada di tangannya.


"Sekarang apa yang harus kulakukan? Kenapa begitu sulit untuk memisahkan mereka berdua? Apa sih lebihnya Delia, sehingga membuat Kaisar begitu tergila-gila padanya?" Kyoto terus bermonolog dengan dirinya sendiri dia tidak habis pikir kenapa Kaisar begitu mencintai Delia.


Kyoto bangkit dari tempat duduknya. Dia mengitari apartemennya. Sambil terus berpikir tentang strategi apa yang harus dia gunakan untuk bisa membuat Kaisar jatuh bertekuk lutut terhadap dirinya.


"Tampaknya aku harus mendekati Delia. Aku akan mencari tahu apa yang disukai oleh Kaisar dari perempuan itu!" ucap Kyoto.


Setelah itu Kyoto membuka ponselnya dan mulai mencari tahu info tentang seorang Delia. Ketika Kyoto melihat postingan sebuah restoran di dalam akun media sosial. Delia seketika timbul ide dari Kyoto.


"Kalau aku bekerja di restoran ini. Itu akan membuatku bisa dekat dengan Delia secara perlahan-lahan. Bukankah selama ini Delia tidak mengenal aku? Aku yakin kalau aku bisa mendekati dia!" ucap Kyoto dengan penuh kebahagiaan. Ketika dia membayangkan bisa berdekatan dengan Delia dan itu artinya dia bisa berdekatan pula dengan Kaisar dan melihatnya secara dekat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jepang, Kediaman Yamada


Sore itu tampak Kensi dan Takeshi sedang berbicara dengan serius.


"Jadi rencana pembeliaan perusahaan itu gagal?" tanya Kensi kepada Takeshi.


"Benar Pah! Semua ini gara-gara Kaisar. Dia mengambil alih perusahaan itu dari tangan mertuanya. Jadi sekarang perusahaan itu ada di tangan Kaisar. Kalau dari desas-desus yang beredar di para karyawan. Mengatakan bahwa perusahaan itu memang sudah atas nama Delia yang dihadiahkan oleh Kaisar untuk hadiah karena Delia tidak menceraikan dia!" ucap Takeshi memberitahukan semua hal yang dia tahu tentang perusahaan itu.


"Tampaknya Kaisar sangat mencintai Delia. Sudahlah! Biarkan saja. Masih banyak perusahaan yang lain yang bisa kita beli. Tidak usah mencari masalah dengan kakakmu! Papa sudah lelah bertarung dan berperang dengan dia. Biarkan saja mau dia apa kita mengalah saja." ucap Kenshi pelan.


"Bagaimana dengan kesehatan papa? Apakah sudah lebih baik?" tanya Kenshi tampak mengkhawatirkan kesehatan ayahnya yang selama beberapa hari terus menurun.


"Takeshi akan ke Jakarta Pah. Saya sudah rindu dengan Deka." ucap Takeshi dengan mata berbinar karena dia merasa bahagia akan bertemu dengan keponakannya yang sangat dia sayangi.


"Hati-hatilah jangan sampai kau bertemu dengan Kaisar. Papa tidak mau kalau kalian sampai bentrok lagi." ucap Kenshi mencoba untuk menasehati putranya.


Takeshi menyesap wine yang ada di tangannya. Menatap wajah ayahnya yang semakin tua. Tampak banyak goresan kesedihan yang bisa dibaca secara gamblang di wajah tua sang ayah.


"Papa jangan khawatir Takeshi akan menemui Delia di restorannya yang berada di Jakarta dan pasti Kaisar lebih sibuk di kantornya daripada di restoran Delia!" ucap Takeshi mencoba menenangkan ayahnya agar tidak khawatir lagi dengan dirinya dan juga Kaisar.


"Tolong untuk menghindari bentrokan yang tidak diperlukan dengan kakakmu!" pinta Kenshi pelan.


"Iya Pah! Papa bisa tenang percaya saja pada saya. Takeshi akan selalu berusaha untuk mengalah kepada Kaisar. Bagaimanapun mungkin hatinya masih sakit tentang masa lalu yang begitu kelam antara papa dan juga ibunya. Takeshi akan selalu bersabar sampai Kaisar mau menerima kita sebagai bagian dari keluarganya!" ucap Takeshi sambil menatap kepada ayahnya yang sekarang mulai menangis tersedu.


"Papa tahu papa sudah banyak salah dan dosa kepada Kaisar. Sangat wajar kalau dia membenci papa. Papa hanya merasa sedih karena dia tidak bisa menerimamu sebagai saudaranya dan kalian selalu berantem kalau setiap kali bertemu! membuat hati Papah jadi sakit!" ucap Kenshi Yamada.

__ADS_1


__ADS_2