Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
47. Kyoto Nekat Ke Indonesia


__ADS_3

Kyoto sangat marah ketika dia diusir dari perusahaan milik Kaisar. Dengan nekat dia pun langsung menuju bandara dan berniat untuk ke Indonesia menyusul Kaisar.


Tetapi di tengah perjalanan, Kyoto baru menyadari bahwa dirinya belum memiliki beberapa dokumen yang harus dipersiapkan untuk perjalanannya menuju Indonesia. Akhirnya dengan kesal dia pun kembali menuju rumahnya untuk mengambil dokumen-dokumen yang dia butuhkan.


Ayah Kyoto merasa heran melihat putrinya yang tampak tergesa-gesa hendak pergi tanpa berpamitan kepadanya.


"Kyoto apa yang akan kau lakukan dengan dokumen-dokumen itu? Apakah kau akan pergi ke luar negeri? Kenapa kau tidak mengatakan sesuatu kepada ayahmu ini" tanya Hamasaki* Tsubasa, ayahnya Kyoto.


* Maaf ya kalau ada kesalahan dalam penulisan nama, maklum Author nggak ngerti bahasa Jepang. Author mencoba memberikan yang terbaik bagi reader semua.


"Apakah Ayah mengenal seorang pria bernama Kaisar? Dia owner dari Kaisar Corporation?" tanya Kyoto dengan antusias.


"Yah! Ayah mengenalnya. Kami pernah beberapa kali bekerja sama. Emangnya ada apa? Apakah Kau juga mengenalnya?" tanya ayahnya Kyoto tampak heran, ternyata putrinya mengetahui Seorang pebisnis handal bernama Kaisar.


"Hari ini Kyoto bertemu dengannya. Tetapi dia sungguh sangat sombong dan kurang ajar sekali. Kaisar berani tidak memperdulikanku. Aku berniat akan datang ke Indonesia untuk mengejar laki-laki itu. Aku telah memutuskan dia untuk menjadi calon suamiku!" ucap Kyoto dengan penuh semangat yang membara, tetapi ayahnya malah bingung.


"Kenapa reaksi Ayah seperti itu? Bukankah seharusnya Ayah merasa senang, karena anakmu ini sudah memiliki calon suami yang seperti kalian impikan? Seorang pria pebisnis dan juga laki-laki yang sangat tampan dan juga rupawan." ucap Kyoto tampak heran dengan reaksi ayahnya tersebut yang sangat tidak biasa.


"Bukan masalah seperti Kyoto. Yang Ayah dengar, Kaisar itu sudah memiliki seorang Istri bahkan yang Ayah dengar, istrinya sedang hamil dan kemungkinan sudah melahirkan seorang anak laki-laki." demi mendengarkan apa yang diucapkan oleh ayahnya, Kyoto seakan tidak mempercayainya .

__ADS_1


Karena ketika dia bertemu dengan Kaisar tadi siang, Kaisar hanya seorang diri dan tampak tidak seperti seorang laki-laki yang sudah beristri. Wajahnya begitu cool dan elegant.


"Ayah nggak usah bercanda! Kyoto sudah bertemu langsung dengan Kaisar dan dia tampak seperti seorang laki-laki single tak beristri, apalagi memiliki seorang anak!" ucap Kyoto menyangkal berita yang disampaikan oleh ayahnya.


"Kau bukalah internet, kalau kau tidak percaya dengan ayahmu. Bahkan waktu itu Kaisar pernah tampil di televisi mengumumkan pencariannya terhadap istrinya yang telah meninggalkannya selama berbulan-bulan." ucap ayahnya Kyoto mencoba meyakinkan putrinya yang ngeyel itu dan tidak mau mendengarkan apa yang dia katakan.


"Ayah tidak usah menurunkan semangat Kyoto. Pokoknya Kyoto akan mengajar Kaisar sampai ke Indonesia dan ayah tidak bisa menghentikan Kyoto!" Kyoto pun langsung berlari secepat kilat menuju kamarnya tanpa memperdulikan panggilan sang ayah.


"Apa yang terjadi Pah? Kenapa ribut-ribut pagi-pagi begini?" tanya ibunya Kyoto yang bernama Takara Tsubasa.


"Itu Kyoto sangat susah sekali diberitahu. Dia sedang tertarik dengan seorang laki-laki yang sudah beristri. Coba kau nasehati anakmu jangan sampai nanti dia terperosok lebih dalam dengan perasaannya yang tidak jelas itu!" ucap ayahnya Kyoto dengan jengkel melihat putrinya yang sangat keras kepala dan sangat sulit untuk dinasehati itu.


"Ah! Pantas saja anakmu itu juga keras kepala sama seperti kau tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh suamimu!" ucap suaminya akhirnya memilih untuk pergi ke kantor saja daripada berantem dengan istrinya dan akhirnya malah membuat kisruh rumah tangganya.


Ibunya Kyoto tampak bingung melihat suaminya yang misuh-misuh dan akhirnya melarikan diri darinya. Akhirnya ibunya Kyoto pun menuju kamar Sang Putri berniat untuk mempertanyakan Apa yang diucapkan oleh ayahnya tadi.


"Kyoto! Cepat buka pintunya, Nak! Mama ingin bicara denganmu!" ucap mamanya Kyoto di depan pintu.


Tetapi Kyoto yang sedang sibuk mengepak pakaian-pakaiannya serta menyiapkan beberapa dokumen yang dia butuhkan tampak tidak memperdulikan teriakan ibunya tersebut.

__ADS_1


"Kyoto buka pintunya Mama ingin bicara denganmu!" ulang ibunya lagi akhirnya Kyoto pun dengan malas membukakan pintu kamarnya untuk ibunya itu.


"Ya! Jangan katakan kalau Mama juga akan menegur Kyoto seperti Papa. Kyoto sama sekali tidak akan percaya dengan apapun. Sampai Kyoto melihat dengan mata Kyoto sendiri." ucap Kyoto dengan keras kepala dan dia masih sibuk mengepak pakaian-pakaian juga beberapa barang yang akan dia butuhkan selama tinggal di Indonesia.


"Mengapa kau membawa pakaian begitu banyaknya? Untuk apakah? Apakah kau akan menetap di sana? Bukankah kau ke sana hanya untuk beberapa hari saja?" tanya ibunya Kyoto dengan panik karena takut kehilangan putrinya, selama berbulan-bulan.


"Mah! Kyoto sudah memutuskan! Kyoto akan membuka usaha di Jakarta dan Kyoto akan mulai untuk mengejar cinta Kyoto dan Kyoto pasti akan mendapatkan apa yang Kyoto inginkan!" ucap Kyoto dengan begitu mantap dan tegas, sehingga membuat ibunya menjadi ketakutan dengan perangai putrinya tersebut.


Memang salahnya selama ini yang selalu memanjakan Putri satu-satunya itu. Sehingga membuat karakter Kyoto menjadi urakan dan tidak peduli dengan apapun. Kyoto selalu melakukan apapun sesuai dengan kehendak dan keinginannya sendiri tidak pernah mau ambil memperdulikan fakta apapun di sekitarnya.


"Kyoto! Papamu bilang, kalau laki-laki yang kau cinta itu sudah mempunyai seorang istri dan juga seorang anak. Pikirkan lagi apa yang sedang kau lakukan. Ini tidak pantas bagimu seorang gadis mengejar seorang laki-laki jangan kau buat malu keluargamu, Kyoto!" ucap ibunya dengan amarah yang sudah mulai memuncak dengan kelakuan putrinya tersebut yang sungguh di luar Nalar.


"Mah Kyoto akan buktikan sendiri. Apakah betul, kalau Kaisar itu sudah menikah atau tidak. Kalau tidak melihat dengan mata kepala sendiri, Kyoto tidak akan percaya!" ucap Kyoto masih juga bersikeras dengan kepercayaan yang ada di dalam hatinya.


"Kenapa sih kamu ini selalu saja seperti itu? Selalu tidak bisa dibilangin sama orang tuamu. Kyoto, orang tuamu tidak mungkin mencelakakanmu. Papamu itu mengenal semua pebisnis yang ada di Indonesia. Tidak mungkin dia salah!" ibunya Kyoto masih kekeh dengan pendiriannya.


Kyoto tampak memutar bola matanya dengan malas seakan tidak peduli dengan apa yang diucapkan oleh ibunya tersebut. Baginya saat ini adalah dia ingin segera menemui Kaisar dan membuktikan apa yang diucapkan oleh kedua orang tuanya tersebut. Bahwa Kaisar sudah memiliki seorang istri dan juga seorang anak.


"Apakah Mama tidak percaya dengan kemampuan putrimu ini? Aku yakin aku bisa merebut Kaisar dari tangan istrinya. Apalagi yang Papa bilang, kalau istrinya itu melarikan diri dari Kaisar. Sudah berbulan-bulan tidak pernah kembali ke rumahnya?" ucapkan Kyoto sehingga membuat ibunya tambah marah dan emosi.

__ADS_1


"Mama ingatkan sekali lagi Kyoto! Jangan kau bermain api! Mama tidak suka kalau kau merusak rumah tangga orang lain!" dengan kemarahan yang besar akhirnya ibunya Kyoto pun mengambil kunci dan mengurung putrinya tersebut di dalam kamarnya.


__ADS_2