
"Bangunlah sudah siang! Mau berapa lama lagi kau tidur?" ucap Delia sambil berusaha menggoyangkan tubuh Kaisar yang masih terlelap sambil memeluk putra mereka.
"Aku masih mengantuk. Bisakah tidur sedikit lagi?" ucap Kaisar yang bukannya bangun, malah menarik Delia ke atas ranjang dan memeluknya dengan erat.
Delia yang terkejut, tidak bisa mengendalikan dirinya. Sehingga dia memukuli dada Kaisar.
"Dibangunkan tidur, malah ngajak tidur lagi!" ucap Delia dengan kesal, Kaisar hanya tertawa melihat istrinya yang mulai ngambek.
"Kau tahu? Saat-saat ini sangat kurindukan selama beberapa bulan terakhir!" ucap Kaisar sambil memeluk Delia dengan erat.
"Apakah kau merindukanku?" tanya Delia dengan gugup. Sambil memainkan dada suaminya.
"Tentu saja aku merindukanmu. Suami mana yang tidak merindukan istri dan anaknya?" tanya Kaisar sambil mencubit hidung bangir sang istri.
"Sakit tahu! Kamu selalu kayak begitu, selalu jadi kebiasaanmu!" protes dulu ya Sambil memukul dada suaminya. Yang selama ini selalu menjadi tempat favoritnya.
"Cepatlah bangun dan sarapan. Aku akan mempersiapkan keperluan restoran. Kasihan para karyawannya kalau tidak kubantu!" ucap Delia sambil berniat untuk beranjak dari sisi suaminya.
__ADS_1
"Aku kan sudah bilang, kalau kamu jadi istriku tugasmu hanya melayaniku!" ucap Kaisar tidak mau melepaskan Delia.
"Siapa juga yang mau jadi istrimu? Sudah lepaskan aku! Banyak tugasku di restoran!" ucap Delia berusaha melepaskan diri dari pelukan Kaisar, sang suami.
"Ayolah, sayang! Kita lama banget nggak ketemu. Aku tuh kangen banget sama kamu, sayang! Aku pengen kita habiskan waktu kita bertiga saja!" pinta Kaisar dengan wajah memelas. Delia tampak acuh dengan sang suami yang protes.
Delia melangkahkan kakinya ke area restoran dan diikuti oleh Kaisar di belakangnya. Tampak para karyawan yang menatap mereka dengan heean. Baru kali ini, mereka melihat majikan mereka bersama seorang laki-laki.
"Halo semuanya saya adalah Kaisar! Suami dari majikan kalian!" ucap Kaisar langsung memperkenalkan dirinya sendiri. Kepada semua karyawan yang bekerja di restorannya Delia. Mereka semua tampak terkejut, tidak percaya bahwa majikan mereka ternyata punya seorang suami.
"Bukan seperti itu! Selama ini kami tahunya Tuan Takeshi adalah Suaminya nyonya Delia. Jadi kami heran kalau anda mengaku sebagai suami majikan kami!" ucap salah seorang karyawan Delia.
Kaisar membolakan matanya dan langsung menatap Delia yang tampak sedang sibuk mempersiapkan keperluan untuk restorannya pagi ini. Kaisar langsung menarik tangan Delia, dan membawanya ke kamar.
"Apa maksudnya karyawanmu berpikir bahwa Takeshi adalah suamimu?" tanya Kaisar tampak cemburu dan marah.
"Aku nggak pernah mengatakan kalau Takeshi sebagai suamiku. Hanya saja, mungkin mereka yang berpikir sendiri. Karena kan selama ini hanya Takeshi yang bolak-balik ke restoran ini untuk menemuiku dan juga Deka!" ucap Delia berusaha menjelaskan kepada Kaisar. Kaisar tampak misuh-misuh.
__ADS_1
"Mulai sekarang kau harus menjelaskan kepada karyawanmu, bahwa akulah suamimu bukan Takeshi!" ucap Kaisar dengan tegas dan tanpa mau dibantah.
"Memang aku sudah mengatakan bahwa aku akan setuju untuk kembali padamu?" tanya Delia sambil menatap tajam ke arah Kaisar.
"Apa maksud perkataanmu? Apakah kau tidak mau kembali bersamaku?" Kaisar mengguncangkan tubuh Delia karena sangking kesal dan emosinya.
"Hentikan! Sakit tahu! Kenapa sih kamu selalu seperti itu? Tidak juga mau berubah!" sengit Delia sambil menatap tajam ke arah Kaisar.
"Katakan padaku. Apakah kau tidak mau kembali padaku? Apa itu artinya kamu lebih memilih Takeshi sebagai suami kamu?" tanya Kaisar dengan histeris.
"Jangan Gila! Sejak kapan Aku mengatakan kalau Takeshi itu adalah suamiku? Dia itu adikmu. Bagaimana mungkin aku menjadikan dia suamiku?" ucap Delia sambil berusaha pergi dari Kaisar.
Tetapi Kaisar mengunci pintu kamar tersebut dan mengungkung Delia dalam kuasanya. Dengan ganas, Kaisar mencium bibir Delia, dan melampiaskan segala kemarahan yang ada dalam hatinya. Dengan kasar dan emosi, Kaisar menggagahi Delia yang kini menangis dalam pelukan Kaisar yang tadi seperti kesetanan saja. Rasa cemburu membuat Kaisar jadi lepas kontrol.
"Maafkan aku! Mendengar kamu tidak mau kembali kepadaku, aku sangat frustasi. Semoga dua kali aku menanamkan benih di rahim kamu, akan jadi anak lagi!" ucap Kaisar dengan suara parau.
"Jangan bermimpi! Aku akan langsung mencari pil Kontrasepsi, supaya tidak hamil anak kamu lagi!" sengit Delia dengan amarah.
__ADS_1