Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
92. Akhirnya


__ADS_3

Saat ini Stella sudah mendekam di dalam penjara di Amerika. Dia tidak bisa menghubungi siapapun karena ponsel maupun barang-barang pribadinya semuanya disita oleh pihak polisi untuk di jadikan sebagai barang bukti.


"Gara-gara Delia dan Kaisar kebahagiaanku berubah menjadi bencana. Awas saja mereka berdua Aku tidak akan pernah memaafkan mereka!" ucap Stella dengan penuh kegeraman matanya semakin berapi-api.


Kebencian sangat kentara di wajah Stella saat ini. Ketika dia mengingat nama Delia! Wanita yang selama ini selalu menjadi momok dalam hidupnya yang selalu membuat dirinya tidak pernah merasa bersyukur dengan apa yang dia miliki. Delia selalu membuat dia merasa iri dan dengki dan tidak pernah merasa cukup dengan apa yang dia miliki.


Tidak lama kemudian datang tiga orang pengacara yang menemui Stella. Ternyata mereka itu adalah pengacara dari keluarga Bramantyo yang akan menuntut Stella dengan tuntutan penipuan dan juga pencurian.


"Nona Stella, cepat Anda mengakui kesalahan Anda. Sehingga proses hukum berjalan dengan cepat dan lancar. Anda juga akan mendapat pengurangan masa hukuman dari kami karena kami akan berbaik hati kepada anda!" ucap salah seorang pengacara yang kini menatap tajam kepada Stella.


"Kau jangan bicara ngawur! Apa yang mau akui? Aku tidak merasa telah melakukan kesalahan!" ucap Stella dengan keangkuhan yang dia miliki selama ini.


"Semua CCTV di mana saat Anda mengaku sebagai putri dari keluarga Bramantyo. Sudah kami kantongi dan sudah kami berikan kepada pihak pengadilan, sebagai bukti bahwa anda telah menipu klien kami. Jadi anda tidak bisa mengelak dari kesalahan yang sudah anda perbuat. Selain itu, semua barang-barang branded yang Anda beli menggunakan Black card milik Tuan Satria Bramantyo juga sudah ada di kepolisian. Itu semua adalah bukti yang menyatakan bahwa anda telah melakukan pencurian. Hukuman anda akan berlipat-lipat dan apabila anda juga tidak mau mengakui perbuatan anda, maka akan kami pastikan bahwa anda bisa mendekam di dalam penjara lebih dari 40 tahun!" ucap pengacara Satria Bramantyo dengan penuh keyakinan dan juga kemantapan sehingga membuatnya nyali Stella tiba-tiba saja menciut.

__ADS_1


"Penjara 40 tahun? Anda jangan berlebihan! Semua barang itu juga sudah dikembalikan kepada kalian dan aku tidak memberikan kerugian apapun dari aku berpura-pura menjadi putri dari mereka. Itu aku lakukan karena aku tidak suka, kalau Delia harus menemui kedua orang tuanya yang asli. Aku tidak suka, kalau Delia harus hidup lebih bahagia daripada aku!" ucap Stella dengan penuh kegugupan. Sehingga tanpa dia sadari, dia telah mengakui semua perbuatannya. Sehingga membuat pengacara yang saat ini ada di hadapannya langsung bersorak dengan penuh kebahagiaan.


"Terimakasih Nona. Karena anda sudah mengakui perbuatan anda. Bahwa Anda memang berpura-pura menjadi putri dari tuan Satria Bramantyo dan anda juga sudah mengungkapkan siapa Putri kandung Tuan Satria Bramantyo yang sesungguhnya. Kami akan menyampaikan rekaman ini kepada mereka dan anda akan mendapatkan pengurangan hukuman dari kebaikan hati keluarga Satria Bramantyo!" ketiga pengacara itu kemudian meninggalkan Stella yang kini hanya bisa bengong dan kebingungan. Ternyata dirinya telah mendapatkan jebakan dari pengacara yang dikirimkan oleh Satria Bramantyo.


"Kurang ajar! Tampaknya mereka bertiga telah menjebakku. Awas kamu Delia! Aku tidak akan pernah memaafkanmu lagi. Akan ku pasti, bahwa aku akan membuat hidup kamu hancur sehancur-hancurnya!" ucap Stella dengan nada penuh kebencian. Ketika dia mengingat Delia akan hidup berbahagia bersama kedua orang tua kandungnya dan juga suaminya yang begitu mencintai Delia.


"Nona cepat kembali ke sel Anda! Mau berapa lama lagi Anda di situ?" ucap petugas penjara yang saat ini sedang mengawasi Stella di luar ruangan tempat untuk menjenguk keluarga para narapidana.


Dengan malas dan perasaan jengkel. Stella kemudian mengikuti petugas tersebut. Untuk dia kembali masuk ke sel tempat dia dikurung sampai menunggu pengadilan akan memproses kasusnya.


"Ini adalah rekaman dari pengakuan Nyonya Stella tentang perbuatan dia selama ini!" ucap pengacara tersebut.


Kemudian dia memutar kembali rekaman yang dia ambil ketika mereka melakukan percakapan dengan Stella di dalam penjara.

__ADS_1


Tampak terdengar suara Stella yang begitu jernih dan meyakinkan ketika dia mengatakan sesuatu yang diakui di dalam rekaman itu.


"Penjara 40 tahun? Anda jangan berlebihan! Semua barang itu juga sudah dikembalikan kepada kalian dan aku tidak memberikan kerugian apapun dari aku berpura-pura menjadi putri dari mereka. Itu aku lakukan karena aku tidak suka, kalau Delia harus menemui kedua orang tuanya yang asli. Aku tidak suka, kalau Delia harus hidup lebih bahagia daripada aku!"


Semua orang yang mendengarkan rekaman itu tampak terkesiap mendapatkan begitu banyak kenyataan dan fakta dari mulut Stella sendiri. Tampak Delia terlihat menitikan air matanya. Ketika dia melihat sebuah harapan dengan hubungannya bersama kedua orang tuanya yang asli yang baru dia temui kemarin.


Tampak Zahra kini mendekati Delia dan dengan tiba-tiba Zahra langsung memeluk Delia dengan berlinang air mata.


"Sejak awal aku melihatmu dan juga putramu, aku sudah tahu bahwa kau adalah putriku dan Deka adalah cucuku. Aku yakin bahwa darah tidak akan pernah berbohong!" ucap Zahra sambil memeluk Delia dengan erat. Sehingga membuat Delia merasa sangat bahagia sekali. Karena akhirnya dia bisa memeluk ibu kandungnya sendiri yang selama ini tidak pernah dia ketahui.


"Mamah! Mamah! Mamah! Akhirnya aku bisa bertemu denganmu! Setelah puluhan tahun aku merasa bahwa aku hanyalah manusia yang hidup sebatang kara di dunia ini!" ucap Delia sambil memeluk tubuh Zahra dengan begitu erat. Seakan-akan dia tidak ingin melepaskan ibunya lagi. Seakan dia tidak ingin berpisah dengan orang yang telah melahirkan dirinya ke atas dunia ini.


"Maafkan Papah Delia! Karena waktu bertemu kamu pertama kali, Papa sempat meragukan bahwa kamu adalah Putri papa. Karena saat itu Stella sudah datang duluan kepada kami dan mengaku sebagai putri kami!" ucap Satria sambil menundukkan kepalanya dia merasa malu karena dia tidak bisa mengenali darah dagingnya sendiri.

__ADS_1


"Saat itu Stella datang ke rumah kami dengan membawa begitu banyak tumpukan foto masa kecilmu dan juga pakaian saat kamu di culik dahulu. Sehingga tanpa pikir panjang, kami langsung mengakui dia sebagai putri kami. Karena kami begitu sangat bahagia dan terharu. Akhirnya bisa bertemu dengan anak yang sudah selama puluhan tahun kami cari!" ucap Satria dengan meneteskan air mata.


"Kecerobohan kami, karena kami tidak memeriksa lebih detail lagi. Kalau sampai kalian tidak datang ke Amerika dan menemui kami. Mungkin selamanya kami berdua akan dibodohi oleh wanita ular itu!" ucap Zahra dengan penuh emosi di dadanya.


__ADS_2