Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
58. Jasmine nekat


__ADS_3

Alhamdulillah novel ini telah sampai di angka bab 58. Semoga Author diberikan inspirasi dan kesehatan untuk terus bisa update dan mulai mengambil bulan pertama untuk Jumkat 60.000 kata perbulan di novel ini. Mohon dukungan kalian semua ya readerku tersayang, dengan like, favorite, vote, gift semampu kalian dan komen agar menjadi semangat untuk Author update novel ini setiap harinya. Terimakasih semuanya, tanpa kalian semua, Author bukan apa-apa dan tidak akan sampai ke mana-mana.


Yuk kita langsung lanjut ke novel kita, Happy reading semuanya..


"Aku harus menemui laki-laki ini, berani sekali dia menyentuh kehidupanku. Aku harus tegur dia yang berani sekali mengorek-ngorek kehidupan pribadiku!" tekat kuat dan besar tertanam di dalam diri Jasmin saat ini.


Kemudian Jasmine pun langsung bangun dan mandi. Dirinya mempersiapkan untuk menemui Kaisar di kantor Kaisar Corporation.


"Akan kulihat apa maunya pria itu, berani- beraninya dia menguntit kehidupanku?" ucap Jasmine dengan penampilan glamornya.


Kalau dia tahu ayahnya sedang diambang kebangkrutan, karena mencari masalah dengan Kaisar, Mungkin dia tidak akan berani melakukan seperti itu.


Begitu sampai di lobby kantor Kaisar corporation, Jasmine langsung datang ke meja resepsionis. Jasmine meminta kepada resepsionis itu untuk mempertemukan dirinya bersama Kaisar.


"Maaf Nona, Anda harus membuat janji kalau ingin bertemu dengan Tuanmu Kaisar. Karena beliau adalah orang yang sangat sibuk sekali." ucap resepsionis tersebut kepada Jasmine.


"Ya ampun, Ribet sekali! Kau pikiran yang punya perusahaan, cuma dia, huh? Ayahku juga mempunyai sebuah perusahaan yang sangat besar!" ucap Jasmine tampak menahan emosinya.


Saat ini adalah waktu bagi Kaisar untuk pulang bekerja, tanpa sengaja Kaisar melihat keributan yang terjadi di depan meja resepsionis.


"Ada keributan apa ini?" tanya Kaisar.


Mereka berdua pun akhirnya memalingkan wajah mereka dan resepsionis itu merasa ketakutan, ketika melihat Kaisar, owner dari perusahaan Itu kini ada di hadapannya.


"Ini Tuan Kaisar, nona ini memaksa untuk menemui Anda, dia marah. Ketika saya menjelaskan bahwa dia harus mempunyai janji dulu untuk bertemu dengan anda!" ucap resepsionis itu dengan suara gemetar ketakutan.

__ADS_1


Bukan menjadi rahasia umum di perusahaan itu, bahwa Kaisar adalah orang yang tegas dan juga galak, terhadap karyawannya yang tidak becus bekerja.


"Ada urusan apa, anda menemui saya nyonya?" tanya Kaisar kepada Jasmine dengan suara dinginnya tanpa ekspresi sama sekali. Membuat hati Jasmine ciut seketika.


Seketika tubuh Jasmine membeku melihat Kaisar yang dia cari tadi di dalam rumahnya, dengan begitu menggebu, kini ternyata berdiri di depannya bagaikan sebongkah es batu, yang begitu dingin dan menakutkan.


"Heh kenapa kau bengong? Cepat katakan apa yang kau butuhkan! Kau pikir aku ini orang yang tidak ada kerjaan harus menunggumu?" ucap Kaisar membentak Jasmine dengan tidak sabar.


"Oh itu, apakah, apakah kau bisa menemaniku saat ini," ucap Jasmine dengan terbata-bata.


Hilang semua kegarangan dan kesombongan, ketika di rumah tadi. Untuk bertemu dengan Kaisar dia langsung menciut nyalinya ketika bertemu dengan Kaisar secara langsung.


"Katakan saja kebutuhanmu, apa aku tidak punya banyak waktu untuk melayani orang nggak ada kerjaan seperti kau!" cat Kaisar dengan Ketus dan tampak tidak sabar.


"Aku tidak bisa mengatakan keperluanku di depan umum. Apakah kau tidak paham?" ucap Jasmine dengan nada yang tinggi tanpa dia sadari. Kaisar hanya mengerutkan keningnya melihat keberanian perempuan itu.


"Baik Tuhan akan segera saya laksanakan!" Sarah langsung mempersiapkan ruangan yang tadi ditunjuk oleh Kaisar, sehingga mereka berdua bisa berbicara dengan leluasa di sana.


"Ruangannya sudah siap Tuan silakan Kalau anda ingin menggunakannya!" lapor Sarah kepada Kaisar.


Kaisar menatap sejenak kepada Jasmine dan kemudian mempersilahkan perempuan itu, untuk masuk ruangan tadi yang sudah dipersiapkan oleh Sarah, asistennya.


"Silakan duduk, karena saya tidak biasa bicara dengan orang lain, dengan berdiri seperti kau itu!" ucap Kaisar mempersilahkan Jasmine untuk duduk di sebuah sofa di depan dirinya.


Jasmine pun kemudian duduk dan menatap seisi ruangan, yang menjadi tempat dirinya untuk bicara dengan Kaisar.

__ADS_1


"Sudah cepat katakan apa maumu! Kenapa kau malah jadi Sibuk ngurusin ruangan ini?" ucap Kaisar dengan suara yang benar-benar tidak sabar lagi.


"Kenapa Anda mengawasi kehidupan pribadiku. Apakah anda tahu bahwa hal itu adalah melanggar privasi kehidupan pribadi?" Kaisar mengerutkan keningnya mendengarkan apa yang diucapkan oleh Jasmine kepada dirinya.


"Aku tidak paham apa yang kau katakan. Bicaralah langsung! Jangan berkelit dan tidak usah main misteri. Aku males melayanimu!" ucap Kaisar sambil menatap tajam ke arah Jasmine.


Jasmine kemudian melemparkan berkas-berkas yang dibawa oleh ayahnya tadi pagi kepada Kaisar. Kaisar mengerutkan keningnya, melihat berkas-berkas yang tadi siang dia berikan kepada seorang laki-laki bernama Benjamin.


" Jadi kau adalah wanita yang ada di dalam foto itu?" tanya Kaisar dengan sinis.


"Kenapa kau melakukan hal-hal tidak terpuji seperti ini? Apa kau tahu itu melanggar hal privasi?" tanya Jasmine dengan suara gemetar. Jasmine sebenarnya sudah tidak kuat lagi, untuk menatap kaisar yang begitu dingin dan menegangkan.


"Kau hanya pel@cur! Bagaimana mungkin kau memiliki kehidupan pribadi? Dengar ya, untuk bicara denganku saja, kau sudah tidak layak sama sekali memenuhi itu standar itu!" ucap Kaisar kemudian bangkit dari duduknya.


"Pel@cur? Apa yang kau katakan tentangku berani sekali kau mengetahui ku seperti itu!" teriak Jasmine langsung kepada kaisar seketika itu juga.


Entah keberanian yang datang dari mana, tiba-tiba saja Jasmin berani melakukan hal seperti itu.


Kaisar tersenyum sinis melihat amarah di mata Jasmine yang tidak terima dikatakan sebagai pel@cur olehnya.


"Wanita yang bisa hampir setiap malam berganti-ganti pasangan di atas ranjangnya, apalagi panggilan yang paling tepat untuk wanita tersebut?" tanya Kaisar dengan sinis, kemudian dia langsung meninggalkan Jasmine begitu saja di ruangannya.


"Eh tunggu! Jangan pergi dulu! Aku belum selesai bicara denganmu!" Jasmine pun dengan nekat, langsung menarik tangan Kaisar memaksanya untuk tetap tinggal di ruangan itu bersamanya.


"Jangan harap kau bisa meninggalkan ruangan ini, sebelum kau menjelaskan semua kata-kata hinaan itu!" ucap Jasmine dengan mata berapi-api.

__ADS_1


Tetapi Kaisar sama sekali tidak menanggapi kemarahan Jasmine, dia hanya tersenyum sinis dan kemudian meninggalkan Jasmine begitu saja. Sehingga membuat Jasmine merasa sangat terhina, dan dia pun kemudian mendorong tubuh Kaisar hingga terjatuh ke lantai tanpa persiapan apapun.


Kaisar menatap tajam ke arah Jasmine dengan penuh amarah yang mengguncang di dadanya.


__ADS_2