Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
74. Hidup Baru Delia


__ADS_3

Delia sekarang hidup di pinggir kota bersama dengan putranya, Deka. Delia membuka sebuah restoran, yang sama persis seperti ketika dia di Turki. Konsep maupun desain tempat di restoran Delia saat ini, sama persis seperti yang ada di Turki.


Karena jauh di dalam hati Delia, saat ini dia memang sedang merindukan Turki yang telah memberikan kenyamanan dan kebahagiaan untuk dirinya di sana.


Tetapi Delia tidak mungkin untuk kembali ke sana. Karena pasti Kaisar akan mengetahui keberadaannya kalau dia pergi ke sana.


Delia memilih daerah pinggiran kota itu, karena dia berpikir tempat itu aman jauh dari CCTV dan jauh dari pengaruh Kaisar Corporation.


Delia sangat menyadari bahwa suaminya itu adalah orang yang berpengaruh di kota ini dan dia bisa melakukan apapun dengan kuasanya. Oleh karena itu di tempat baru kali ini, Delia menggunakan nama depannya bukan nama yang biasa di panggil oleh Kaisar. Alisha adalah nama Delia di tempat itu. Para warga sekitar lebih mengenalnya adalah sebagai Alisha.


Itulah yang menjadi alasan anak buah Kaisar selalu mengalami kegagalan dan kesulitan dalam menemukan keberadaan Delia saat ini. Deka pun diberikan penampilan yang berbeda oleh Delia agar tidak dikenali oleh siapapun.


Delia sudah bertekad untuk tidak bertemu lagi dengan Kaisar. Delia telah menyadari bahwa Kaisar adalah seorang playboy yang begitu mudah jatuh ke pelukan seorang perempuan.


Kesalahan paham Delia pada saat malam menghadiri pesta di rumah kedua orang tua angkatnya, telah membuat hati Delia menjadi membenci Kaisar.


Mungkin karena rasa cinta yang terlalu besar itu, sehingga membuat Delia tidak senang dan merasa cemburu. Ketika dia melihat suaminya dipeluk dan dirangkul oleh Adik angkatnya yang dia tahu merupakan seorang wanita penggoda.


Karena pada masa SMA dulu, Adik angkatnya pun pernah melakukan hal yang sama yaitu merebut Cinta Pertama Delia.


Delia ketika menyaksikan Kaisar yang waktu itu sebetulnya tidak memeluk Stella, hanya saja mungkin sisi pandang yang tampak memperlihatkan bahwa Kaisar sedang memeluknya. Padahal tidak sama sekali.


Karena waktu itu Delia melihat hal itu dari jarak kejauhan. Padahal waktu itu, Kaisar hanya sedang berbicara dengan keluarga angkatnya. Kaisar hanya sedang berbasa-basi dengan mereka sambil menunggu Delia yang sedang mencari angin di luar karena merasa sumpek di dalam pesta itu.


Kalau seandainya waktu itu, Delia mendatangi Kaisar dan mendekatinya. Pasti dia akan melihat dengan jelas, bahwa Kaisar tidak memeluk Stella sama sekali.

__ADS_1


Stella hanya berdiri di samping Kaisar dan kebetulan seperti terlihat sedang dipeluk oleh Kaisar dari jarak pandang Delia yang sedang melihatnya dari kejauhan.


Hal itulah yang membuat Delia menjadi marah dan akhirnya memutuskan untuk pergi dari hidup Kaisar.


Perasaan marah dan rasa cemburu yang begitu besar di dalam hatinya. Yang membuat Delia kehilangan akal, dan logika sehatnya. Sehingga langsung pergi begitu saja tanpa mengkonfirmasi apapun kepada suaminya.


Saat ini Delia sedang sibuk dengan restoran barunya. Dia sudah berada di tempat itu Selama 2 bulan dan selama itu Kaisar belum berhasil menemukannya.


"Bu, ada yang meminta pesan antar, tetapi tidak ada kurir yang siap, bagaimana ini Bu?" tanya salah seorang karyawan Delia siang itu.


Delia tampak berpikir kemudian melihat kesibukan di restorannya yang begitu luar biasa banyak pengunjung di sana sehingga akhirnya dia pun memutuskan untuk pergi sendiri mengantarkan pemesanan itu.


Delia kemudian melihat daftar pesanan yang ternyata begitu banyak dan itu sudah siap tinggal diantar saja.


"Perusahaan Aditama?" lihat tampak terkejut ketika membaca kartu nama yang diberikan oleh karyawannya tadi.


Itu adalah pesanan yang dipesan oleh perusahaan Aditama. Dalam rangka untuk merayakan keberhasilan perusahaan itu, karena telah memenangkan proyek besar.


Sehingga sang direktur yang baik hati. Memutuskan untuk mentraktir seluruh karyawannya untuk makan siang. pesanan itu jatuh ke restoran Delia yang saat ini sedang naik daun di sekitar lingkungan itu.


Delia tampak ragu. Apakah dia yang akan mengantarkan pesanan itu ataukah tidak. Karena melihat waktu jam makan siang yang semakin dekat. Akhirnya Delia pun dengan nekat memutuskan untuk mengantarkannya dengan ditemani oleh salah satu karyawan yang nantinya akan membantunya untuk mengangkat makanan-makanan itu.


Dengan menggunakan mobilnya, Delia akhirnya memutuskan untuk mengantarkan makanan itu sendiri ke alamat yang diberikan oleh karyawannya tadi. Alamat sebuah perusahaan yang tertera di dalam kartu nama.


Delia kini sudah berada di depan perusahaan tersebut dia tampak memandang takjub perusahaan yang begitu besar dan mentereng telah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


Tetapi kalau dibandingkan dengan Kaisar corporation. Perusahaan tersebut bukanlah apa-apa. Perusahaan yang dinaungi oleh Kaisar Corporation berada hampir di seluruh negeri ini. Bahkan sudah merambah sampai ke Jepang, Turki, Singapura, Malaysia, Laos, Thailand dan juga Italia.


Kemampuan Kaisar dalam manajemen perusahaannya memang sangat mumpuni dan diakui oleh banyak pengusaha. Bahwa dia adalah seorang pemimpin yang hebat dalam mengatur perusahaannya, yang selalu mencapai prestasi di manapun.


Delia tampak ragu akan memasuki perusahaan itu. Tetapi tiba-tiba seseorang keluar dari perusahaan Itu. Dan memintanya untuk segera membawa pesanan mereka. Karena jam makan siang sudah datang.


Delia pun menyuruh karyawannya untuk mengangkat semua makanan itu dengan dibantu oleh beberapa orang karyawan dari perusahaan Itu.


Sekarang tugas Delia tinggal satu! Yaitu mendatangi direktur perusahaan itu yang telah memesan makan siang di restorannya.


"Bu silakan Anda langsung datang ke ruangan direktur saja karena tadi saya lihat dia sudah mempersiapkan uang untuk pesanan makanan ini!" ucap orang itu kepada Delia.


"Maaf, Mas! Apakah anda tidak bisa mengambilkan uang tersebut dan menyerahkannya kepada saya? Karena waktu saya sangat sempit. Saya tidak ada waktu untuk menemui direktur anda!" ucap Delia memberikan alasan.


Sebenarnya Delia merasa sangat takut untuk menemui direktur tersebut. Karena Delia khawatir kalau direktur itu adalah orang yang saat ini ada di dalam pikirannya. Mantan cinta pertamanya yang dulu direbut oleh Stella.


Walaupun Delia tidak yakin. Tetapi Delia tidak ingin mengambil resiko itu. Jadi dia menolak untuk menemui direktur itu.


"Kenapa kau tidak ingin bertemu denganku, Delia?" tiba-tiba sebuah suara Bariton sudah berada di belakang Delia. Yang sontak membuat Delia menjadi terkejut.


"Farel?" ucap Delia sambil melebarkan pandangannya. benar-benar tidak percaya bahwa apa yang dia takutkan ternyata menjadi kenyataan.



Visualisasi Farel Aditama

__ADS_1


Laki-laki yang dipanggil Farel oleh Delia itu, kini tersenyum dan mendekati Delia. Tampak laki-laki itu hendak mencium dan memeluk Delia. Tetapi Delia langsung mundur dan menghindari pria itu.


__ADS_2