Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
118. Sepakat


__ADS_3

Kyoto langsung mendorong tubuh Takeshi yang berniat untuk menindisnya dan hendak mencium bibirnya.


"Dasar otak mesum!" ucap Kyoto kemudian dia pun langsung berlari keluar kamarnya meninggalkan Takeshi yang sedang tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi dan raut wajah Kyoto yang sangat menggemaskan.


"Wah tampaknya ambisiku akan segera berhasil untuk menaklukkan macan betina itu. Sehingga dia berubah menjadi kucing yang manis untukku!" ucap Takeshi bermonolog dengan dirinya sendiri merasa senang melihat Kyoto sekarang sudah mulai patuh dan juga jinak tidak marah-marah lagi seperti biasanya kalau bertemu dengan dirinya.


Kyoto turun dan menemui kedua orang tuanya yang tampak sedang berbicara dengan begitu serius dan juga santai.


Tampak bahwa mereka seperti sangat akrab satu sama lain. Kyoto mengerutkan keningnya karena dia tidak pernah tahu bahwa ternyata orang tuanya begitu dekat dengan keluarga Yamada.


'Aku tidak tahu kalau keluargaku ternyata dekat dengan keluarga Yamada. Apa itu artinya, kalau aku betul-betul menikah dengan Takeshi. Apakah aku akan sering bertemu dengan Kaisar? Bukankah Kaisar adalah anak sulung dari keluarga Yamada?' batin Kyoto merasa sangat senang hanya dengan memikirkan bahwa dirinya akan sering bertemu dengan kaisar laki-laki yang dia gandrungi selama beberapa bulan terakhir.


Tampaknya Kyoto tidak tahu dan tidak mengerti bahwa Kaisar sangat membenci keluarga Yamada.


"Kyoto! Kenapa kau turun sendirian saja? Di mana Takeshi? Kenapa tidak kau ajak turun juga?" tegur ayahnya Kyoto.


Kyoto terkesiap ketika mendengarkan ayahnya yang memanggilnya dengan suara yang keras sehingga membangunkannya dari lamunan tentang seorang Kaisar.


"Kyoto tidak tahu. Tadi tampaknya dia pergi mengikutiku. Tapi tidak tahu kenapa dia tidak sampai-sampai juga!" ucap Kyoto.


"Sudah cepat sana kembali ke kamarmu panggil Takeshi kemari. Karena kita membutuhkan dia untuk berbicara dan berdiskusi tentang rencana pernikahan kalian dan juga rencana pertunangan kalian!" perintah ibunya Kyoto agar putrinya kembali naik ke atas kamarnya untuk memanggil calon suaminya.


"Males tau Mah!" protes Kyoto menolak keinginan kedua orang tuanya untuk memanggilkan Takeshi.

__ADS_1


Ayah Kyoto melotot kepada Putrinya yang kini nampak cemberut tidak senang karena dia sudah diperintah kembali untuk kembali ke kamarnya lagi untuk memanggil Takeshi


"Baru juga Kyoto nyampe di sini. Udah disuruh naik lagi capek tahu pa!" ucap Kyoto protes kepada ayahnya katena dia tidak bersedia untuk memanggil Takeshi untuk bergabung bersama dengan mereka.


'Paling males kalau sudah berdekatan dengan dia. Takeshi benar-benar bisa membuatku sport jantung. Selalu saja dia merusak kesehatan tubuhku. Setiap dekat-dekat dengan dia. Rasanya selalu ada selasar aneh yang membuat kepalaku terasa pusing! aku harus menghindarinya dan menjauhi dia agar diriku merasa aman!" batin Kyoto.


"Cepatlah kau panggil Takeshi, Kyoto! Kau ini melakukan seperti itu aja capek. Bagaimana dengan orang yang di desa yang kerja harus ke ladang pagi hari sampai petang?" ucap ibunya Kyoto tidak mau dibantah oleh Kyoto.


"Mama selalu saja seperti itu memaksa adalah keahlian kalian!" ucap Kyoto sambil misuh-misuh dan akhirnya dia pun meninggalkan mereka di ruang tamu untuk kembali masuk ke kamarnya menjemput Takeshi yang tidak tahu sedang ngapain sampai sekarang tidak turun juga.


Sementara itu Takeshi yang tadi berniat untuk mengikuti Kyoto untuk turun ke ruang tamu, dia tampak tertarik dengan sebuah kamar yang letaknya tidak jauh dari kamar Kyoto.


"Kamar siapa itu? Kenapa pintunya terbuka?" tanya Takeshi seperti penasaran dengan ruangan tersebut.


Takeshi kemudian menghidupkan lampu yang ada di dalam kamar. Sementara itu Takeshi yang masih belum menyesuaikan pandangan matanya dengan sinar yang tiba-tiba masuk ke matanya. Setelah kamar tadi yang gelap gulita dan kini menjadi terang benderang.


Takeshi mengedarkan pandangan matanya ke seluruh ruangan yang ada di dalam kamar itu.


" Wah kamar yang luar biasa pasti Ini adalah kamar seorang tuan putri yang sangat dimanjakan oleh kedua orang tuanya." ucap Takeshi begitu terpesona melihat kecantikan kamar itu yang seperti kamar seorang putri raja yang sangat mewah dan juga indah.


Takeshi semakin masuk ke dalam kamar untuk menjelajahi apa saja yang ada di dalamnya Karena rasa penasaran yang begitu besar di dalam hatinya.


" Pemilik kamar ini pasti memiliki impian untuk menjadi seorang putri Raja yang dicintai oleh seorang pangeran. Lihatlah kamarnya sangat luar biasa. Persis seperti di dongeng-dongeng yang ada di film Disney." Ucapkan kasih sambil menggagumi kamar yang saat ini sedang dia masuki tanpa permisi dan ijin dari pemilik kamar tersebut yang entah sedang ke mana. Karena sejak tadi tidak kelihatan batang hidungnya.

__ADS_1


" Ke mana pemilik kamar ini? Sejak tadi aku sudah berputar-putar di sini tetapi tidak melihat kehadirannya!" ucap take sih sambil matanya terus menatap ke foto-foto yang terpampang di dinding kamar tersebut.


Mata Takeshi seketika takjub ketika melihat sebuah lukisan yang begitu indah di atas sebuah meja rias.


" Wah selera orang ini luar biasa bahkan lukisannya pun bernilai ratusan juta!" ucap Takeshi mengagumi selera pemilik kamar itu.


Takeshi sampai di ruang ganti kamar tersebut. Puluhan tas dan sepatu bermerek berjejer rapih terpampang di sana persis seperti etalase yang ada di toko-toko.


"Ckckck, luar biasa dia pasti seorang gadis yang sangat dimanjakan oleh orang tuanya sehingga tidak merasa Sayang mengeluarkan uang untuk barang-barang bermerek ini!" ucap Takeshi yang begitu kagum ketika melihat isi dari kamar itu.


" Melihat isi dari kamar ini, kelak suaminya haruslah orang kaya raya yang harus bisa memenuhi semua keinginan nafsu belanja wanita ini yang luar biasa!" Takeshi sambil mendudukkan bokongnya di sofa yang ada di dalam kamar itu.


Ketika Takeshi sedang duduk di sofa dan matanya secara tidak sengaja menatap sebuah foto besar yang terpampang di atas dashboard ranjang yang ada di dalam kamar itu. Seketika Takeshi mengerjapkan matanya.


Takeshi sangat terkejut ketika melihat sebuah foto yang sangat familiar dalam ingatannya yang pernah hidup di dalam hatinya selama beberapa tahun.


" Akira? Apakah kamar ini adalah milik Akira?" seperti orang kesetanan Takeshi langsung berlari mencari pemilik kamar yang dia kenal sebagai Akira.


" Akira. Di mana Kamu? Cepat keluar dan tunjukkan wajahmu! Karena aku ingin segera bertemu denganmu. Kau harus menjelaskan semuanya kepadaku. Apa yang sudah kau lakukan selama beberapa tahun ini? Kenapa kau pergi meninggalkanku begitu saja? Akira!" ucap Takeshi sambil terus menjelajahi seluruh isi kamar. Takeshi bahkan masuk ke kamar mandi dan dia datangi untuk mencari keberadaan Akira.


" Keluar Kau Akira! Kau harus menjelaskan semuanya padaku!" ucap Takeshi histeris sambil terduduk lunglai di atas lantai seakan sendi-sendinya tiba-tiba lemas tak bertenaga.


" Kamu harus menjelaskan padaku Akira! Kenapa kau pergi tiba-tiba saja menghilang dan meninggalkanku tanpa pesan dan juga tanpa kabar berita!" ucap Takeshi sambil berlinang air mata. Dia meraup wajahnya dengan kedua tangannya dan terus menangis terisak sangat sedih.

__ADS_1


__ADS_2