
Keesokan paginya Kaisar langsung berangkat ke kantor dia sudah merencanakan sesuatu untuk bisa bernegosiasi dengan ibu angkatnya Delia yaitu ibunya Stella.
"Apakah kamu sudah menghubungi?" tanya Kaisar kepada sekretarisnya.
"Saya sudah menghubungi Nyonya Grace! Sekarang dia sudah dalam perjalanan!" ucap sekretaris Kaisar.
"Bukankah ini sudah terlambat Kenapa dia belum datang juga?" ucap Kaisar dengan kesal sejak tadi dia terus melihat jam tangan bermereknya bolak balik.
"Itu dia sudah datang Tuan, dia sedang berjalan ke ruangan ini!" ucap sekretarisnya Kaisar ketika dia melihat seorang wanita yang berpenampilan glamo r sedang mendekati ruangan tuannya.
"Segera kau suruh dia masuk! Karena aku sudah tidak sabar menunggu perempuan licik itu!" ucap Kaisar dengan sengit.
"Baik, Tuan! Saya akan segera menyuruh dia untuk masuk ke ruangan ini!" kemudian sekretarisnya Kaisar langsung meninggalkan ruangan itu dan mendekat di ibunya Stella yang tanpak kebingungan mencari ruangan Kaisar sejak tadi.
"Mari Nyonya saya antar Anda ke ruangan Tuan Kaisar!" ucap sekretarisnya Kaisar sambil menunjukkan ruangan Kaisar kepada ibunya Stella.
Begitu masuk, ibunya Stella tampak takjub melihat ruangan Kaisar yang luar biasa mewah dan besar. Tampak bahwa Kaisar memang bukanlah seorang pemimpin yang bisa dipandang sebelah mata. Kantor suaminya hanyalah 20% saja dari kantor milik Kaisar saat ini.
"Duduklah ada hal yang penting yang ingin saya bicarakan dengan anda!" ucap Kaisar kemudian dia duduk di sofa yang sudah disediakan untuk tamunya.
ibunya Stella tampak takjub dengan segala yang ada di dalam ruangan milik Kaisar.
Bahkan Delia saja yang istrinya hampir di kata jarang sekali menginjakkan kakinya di ruangan Kaisar. Sudah sangat lama sejak Delia datang ke kantor Kaisar yaitu sejak dia memergoki Kaisar sedang bercinta dengan Sofia mantan kekasihnya.
Sejak itu Delia seperti memiliki sebuah trauma untuk datang ke kantor Kaisar. Dia takut kalau dia menemukan hal semacam itu lagi di kantor suaminya.
__ADS_1
Itulah yang menjadi alasan Delia selalu menolak untuk datang ke kantor suaminya apabila Kaisar memintanya untuk datang ke sana dan menemui dirinya.
Delia lebih memilih untuk bertemu di luar. Daripada di ruangan Kaisar yang selalu membuatnya marah. Apabila mengingat tentang percintaan dari Kaisar dan Sofia kala itu yang selalu membuat darahnya mendidih.
"Katakan padaku segera! Apa keperluanmu memintaku untuk datang ke sini?" tanya ibunya Stella dengan nada arogans dan kesombongan yang luar biasa.
"Kau Lihatlah file-file ini!" Kaisar kemudian melemparkan sebuah berkas ke hadapan ibunya Stella. Sehingga membuat ibunya Stella mengerutkan keningnya tampak dia tidak senang dengan tidak sopan Kaisar terhadap dirinya.
"Apa ini? Kenapa kau tidak mengatakannya saja padaku?" tanya ibunya Stella sambil menatap tajam kepada Kaisar. Tampak dia begitu Curiga dengan gelagat yang ditunjukkan oleh kaisar terhadapnya.
"Buka saja! Anda punya mata dan bisa membaca bukan? Berarti Anda bisa mencari tahu sendiri apa yang ada di dalam berkas itu!" ucap Kaisar sambil tersenyum sinis kepada ibunya Stella.
Ibunya Stella kemudian membuka berkas yang tadi dilemparkan oleh Kaisar. Sambil menatap tajam kepada Kaisar. Tampak dia merasa Waspada kepada laki-laki yang dia inginkan untuk menjadi suami putrinya.
Mata ibunya Stella melotot sempurna ketika dia melihat Stella dalam pakaian narapidana Amerika. Banyak sekali foto-foto yang ada di sana yaitu foto ketika Stella berada di dalam penjara. Foto ketika Stella mengalami sakit, ketika Stella menjalani proses pengadilan.
"Aaat ini Stella sedang berada di penjara di Amerika. Atas kasus pencurian dan juga penipuan terhadap Tuan Satria Bramantyo. Apakah anda mengenalnya?" tanya Kaisar sambil menatap tajam kepada ibunya Stella.
"Kau jangan bicara omong kosong! Nggak mungkin putriku mencuri dan menipu! Hah itu sungguh luar biasa! Karanganmu benar-benar tidak bermutu!" ucap ibunya Stella seakan tidak percaya dengan yang dikatakan oleh Kaisar maupun foto-foto yang ada di tangannya sekarang.
"Apakah anda butuh membuka sebuah bukti? Kalau Putri Anda saat ini sedang ada di penjara?" tanya Kaisar sambil menatap ibunya setelah dengan senyum licik yang tergambar jelas di wajahnya.
"Kalau anda tidak percaya. Coba Anda lihat kepada layar besar yang ada di belakang anda!" ucap Kaisar kemudian dia menyalakan remote yang ada di tangannya serta-merta sebuah layar besar menyala di belakang punggung ibunya Stella.
Ibunya Stella tampak syock luar biasa ketika dia melihat Stella yang saat ini sedang beraktifitas di dalam sebuah penjara wanita.
__ADS_1
"Saat ini putrimu sedang diancam hukuman penjara 50 tahun apabila Tuan Satria Bramantyo tidak mencabut gugatannya!" ucap Kaisar sambil memberikan lagi berkas-berkas ke tangan ibunya Stella.
"Putrimu telah menipu Tuan Bramantyo dengan mengaku sebagai Putri kandung Tuan Bramantyo dan dia juga telah mencuri Black card milik Tuan Bramantyo dan membelanjakannya senilai 20 miliar. Oleh karena itu, Tuan Bramantyo menuntut pertanggungjawaban atas segala kerugian yang sudah diakibatkan oleh Stella!" ucap Kaisar begitu fasih dan mantap ketika dia menjelaskan semua kesalahan dan dosa setelah terhadap mertuanya.
"Tidak usah bertele-tele! Cepat kau katakan padaku! Apa yang kau inginkan dengan menunjukkan semua ini padaku!" ucap ibunya Stella dengan mata berapi-api dia juga dengan lancang menggebrak meja Kaisar sehingga membuat Kaisar terkejut dibuatnya.
"Simpel saja yang saya inginkan. Segera kau kembalikan perusahaan yang telah saya berikan kepada Delia, istriku! Maka saya akan memberikan kebebasan untuk Putri anda!" ucap Kaisar dengan wajah mengerikan terlihat oleh ibunya Stella.
"Kau sungguh lucu sekali? Kau menginginkan sebuah perusahaan dengan menukarkan kebebasan Putriku? Apa kau yakin kalau Stella terlalu berharga untukku dengan menukar sebuah perusahaan?" tanya ibunya Stella dengan licik sehingga membuat Kaisar jadi telapak kan dibuatnya.
"Terserah kepadamu. Karena semua hal ada di tanganmu. Aku hanya memberikan sebuah pilihan dan sebuah penawaran kepadamu. Semua pilihannya aku kembalikan ke tanganmu!" ucap Kaisar kemudian dia bangkit dari duduknya dan menyuruh ibunya Stella untuk keluar dari ruangannya.
"Keluarlah dari ruanganku sekarang juga! Karena aku sudah muak melihat mukamu!" Kaisar kepada Grace ibunya Stella.
"Pembicaraan kita belum selesai. Kenapa kau menyuruhku untuk pergi? Kau benar-benar orang yang tidak punya sopan dan santun terhadap orang yang lebih tua darimu!" sengit ibunya Stella sambil menatap tajam kepada Kaisar.
Kekagumannya terhadap Kaisar dulu hilang terkikis oleh sifat arogansi dan kesombongan Kaisar yang saat ini di tunjukkan di depannya.
"Aku hanya akan menghormati orang-orang yang memang layak aku hormati. Manusia seperti anda yang telah mencuri dari Putri angkat anda sendiri. Sama sekali tidak layak untuk dihormati!" ucap Kaisar sambil menatap tajam kepada ibunya Stella dengan tatapan muak dan seakan jijik terhadapnya.
"Kau benar-benar lancang? Aku tidak akan memaafkanmu kalau terjadi apa-apa dengan putriku!" ucap ibunya Stella dengan penuh emosi dan bangkit dari duduknya.
"Segeralah berikan keputusan Anda. Agar saya tahu apakah saya akan meneruskan laporan ke pengadilan ataukah memberikan pengampunan untuk Putri Anda!" ucap Kaisar sambil tersenyum penuh kemenangan kepada Grace, ibunya Stella.
"Kau benar-benar ular berbisa yang membahayakan! Kau menggunakan kelemahan kami untuk menjatuhkan kami! Kau sungguh tidak beradab!" ucap ibunya Stella sambil menjerit marah kepada Kaisar.
__ADS_1
"Anda sungguh lucu! Kata-kata itu lebih cocok untuk diri anda sendiri. Bukankah Anda yang sudah mencuri perusahaan istri saya? Bahkan Putri Anda jauh-jauh datang ke Amerika hanya untuk mencuri posisi istri saya di dalam keluarga kandungnya dan mencuri Black card milik mertua saya serta membelanjakannya sebanyak 20 miliar! Sekarang katakan pada saya. Siapakah yang ular berbisa di sini, Nyonya?" ucap Kaisar dengan penuh emosi terhadap ibunya Stella