
Delia saat ini pikirannya bingung, tidak mengerti harus melakukan apa. Di satu sisi Delia ingin lari. Tetapi Sisi lainnya, Delia pun merasakan kerinduan terhadap suaminya tersebut.
Ketika Kaisar berbaring di sampingnya, dan memeluk pinggangnya dengan begitu erat. Serta menghembuskan nafas dari hidungnya di tengkuknya. Delia merasakan tubuhnya gemetar, merinding, aliran darahnya mengalir dengan begitu cepat dari biasanya.
"Ya Allah apa yang sedang terjadi dalam hidupku ini? Kenapa datang cobaan seperti ini kembali?" keluh Delia dalam hatinya.
Kaisar yang merasakan kenyamanan ketika memeluk sang istri, akhirnya malah jatuh terlelap dalam tidur. Begitu juga dengan Delia. Setelah sekian lama hidup sendiri tanpa pelukan sang suami, dia pun merasakan kenyamanan yang sama dan akhirnya terlelap dalam pelukan Kaisar.
Kaisar terbangun ketika Putra mereka menangis karena kehausan. Kaisar mengerjapkan matanya. Seakan masih belum percaya bahwa dirinya kini sedang tidur bersama dengan Delia dan Putra mereka.
Saat akan bangun untuk mendiamkan putranya yang sedang menangis. Kaisar mendapatkan kenyataan, bahwa kini Delia sedang memeluk tubuhnya dengan erat.
Seketika terbit sekilas senyum di bibir Kaisar, yang merasa bahagia, dengan kehadiran istri dan anaknya kembali dalam hidupnya.
Deka menangis makin kencang, tampaknya Delia sangat kelelahan. Sehingga dia tetap lelap, tak bangun tidurnya. Akhirnya dengan terpaksa, Kaisar menyingkirkan tangan Delia yang melilit di pinggangnya. Kemudian bangun sambil menggendong putranya.
"Oh putra Daddy sudah besar! Tampaknya Mommy mengurusmu dengan baik!" dengan penuh kesabaran dan keuletan, Kaisar menggendong putranya dan menciuminya dengan penuh kasih sayang.
Delia tampak membukakan matanya, dia begitu terpesona melihat Kaisar yang dengan begitu sabar, mendiamkan Putra mereka yang sedang menangis.
'Aku tidak menyangka kalau dia memiliki sisi itu. Sisi yang begitu lembut dan penuh kasih sayang terhadap putranya!' batin Delia sambil terus memperhatikan, interaksi Kaisar bersama dengan Deka.
Setelah Deka kembali tertidur, Kaisar pun meletakkan Deka di box bayi yang tersedia di kamar itu. Hatinya sangat bahagia karena kini telah menemukan istri dan anaknya.
Delia memejamkan kembali matanya, Delia berpura-pura tidur kembali. Karena Delia merasa malu, apabila Kaisar menangkapnya sedang mengawasi sang suami.
__ADS_1
Dengan penuh ketakjuban, Kaisar naik ke ranjang, dimana tubuh sang istri sedang terbaring dengan damai.
"Terima kasih karena kamu telah hidup dengan baik dan telah merawat Putra kita!" ucap Kaisar sambil mencium bibirnya Delia sekilas. Delia yang pura-pura tertidur, dadanya bergetar karena menahan Isak tangisnya.
'Seandainya kau seutuhnya adalah milikku, betapa bahagianya hatiku!' Isak Delia di dalam hatinya. Tanpa terasa, bulir air mata mengalir di pipi Delia, dan itu tertangkap oleh Kaisar. Kaisar yang panik, akhirnya memeluk sang istri dengan erat. Kaisar berusaha menghibur hati wanita yang dia cintai.
"Kau tahu? Sepanjang hidupku, aku tidak pernah mencintai seorang wanita seperti aku mencintaimu. Sepanjang hidupku. Baru kali ini aku benar-benar terjatuh dalam pesona seorang wanita!" ucap Kaisar terus bermonolog dengan dirinya sendiri.
Delia yang mendengarkan semua ucapan Kaisar, hatinya merasa berbunga-bunga. Tanpa terasa Delia mengalungkan tangannya di pinggang Kaisar dan menaruh kepalanya di curuk leher sang suami.
Kaisar merasakan kebahagiaan yang sangat besar, ketika mendapatkan Respon yang positif dari sang istri. Kaisar mencium kening suami istri dengan penuh kasih sayang.
"Sayang, Sayang, bangunlah! Aku lapar sekali. Bisakah aku minta makanan?" Kaisar yang memang kelaparan, dengan terpaksa membangunkan Delia yang sedang asyik tidur dalam pelukannya.
Sejak datang dari Indonesia, Kaisar memang belum memakan makanan sedikitpun. Jadi wajar kalau sampai tengah malam ini, Kaisar merasakan perutnya sangat lapar.
"Sayang bolehkah aku minta makanan? Aku sangat lapar sekali. Sejak datang tadi siang dari Indonesia. Aku belum makan sama sekali!" ucap Kaisar sambil meringis.
"Dari semalam, aku sudah menyuruhmu untuk makan malam. Tapi kau tidak mau mendengarkannya. Ya sudah, tunggu sebentar ya? Aku akan cari ke dapur. Semoga saja masih ada makanan!" ucap Delia. Kemudian dengan malas, dia pun bangun dari ranjangnya dan pergi ke dapur restorannya.
"Alhamdulillah masih ada makanan. Padahal biasanya selalu habis!" ucap Delia dengan penuh rasa syukur.
Kemudian dengan cekatan, Delia pun memanaskan makanan yang ada di dapur tersebut. Delia memang membuka restoran makanan khas Indonesia.
Di Turki, banyak warga Indonesia yang selalu kebingungan mencari makanan khas Indonesia. Oleh karena itu, restoran Delia Selalu ramai dikunjungi oleh warga Indonesia yang merindukan makanan kampung halaman mereka.
__ADS_1
Bahkan tak jarang, warga asli Turki pun ikut mencicipi makanan Indonesia dan tampak menikmatinya.
Setelah selesai memanaskan makanan untuk Kaisar. Delia pun membawanya ke kamar dan meminta Kaisar untuk menghabiskannya.
"Maaf ya hanya ada makanan seperti ini. Biasanya sih restoran selalu habis. Kau sangat beruntung masih ada makanan yang bisa dimakan!" ucap Delia sambil mengatur makanan tersebut di atas meja.
"Tidak apa-apa. Makanan apapun yang kau berikan, aku pasti akan memakannya. Kau tahu aku sangat merindukan saat-saat seperti ini bersamamu!" ucap Kaisar sambil meminta Delia untuk duduk di sampingnya.
"Oh Ayolah! Bisakah kau makan dengan tenang? Aku ingin tidur kembali, karena sebentar lagi, aku harus bangun kembalu, untuk menyiapkan operasi restoran besok pagi!" ucap Delia dengan penuh permohonan.
"Tapi aku ingin makan bersamamu. Bukankah aku juga belum makan malam?" tanya Kaisar sampai menatap wajah sang istri.
"Bagaimana aku bisa makan malam kalau kau menggangguku!" sengit Delia sambil menatap tajam sang suami. Yang sebenarnya sangat dia rindukan.
Hanya saja perasaan gengsi yang besar di dalam dirinya. Yang membuat Delia selalu menunjukkan sikaf ketus dan cuek terhadap Kaisar. Tetapi Kaisar sangat paham sifat istrinya tersebut, dan dia tidak merasa tersinggung sama sekali.
Kaisar kemudian menarik tangan Delia dan membimbingnya untuk duduk di sampingnya.
"Ayolah kita makan bersama, sayang! Aku akan menyuapimu!" kemudian Kaisar menyuapkan makanan yang tadi dibawa oleh Delia. Sesuap demi sesuap, sehingga habis dan mereka pun kemudian tidur kembali.
"Terima kasih ya, makanan yang sangat enak sekali. Dan yang terpenting, kehadiranmu membuat duniaku kembali berwarna!" ucap Kaisar sambil memeluk tubuh istrinya.
Tubuh Delia gemetar, darahnya mengalir begitu deras. Seakan ada aliran listrik yang mengalir di tubuhnya, ketika tangan Kaisar melingkari lehernya, dan mencium bibirnya dengan lembut. Ciuman yang menuntut lebih.
Tetapi Delia langsung menghentikan tangan Kaisar, ketika Kaisar akan membuka pakaian mikirnya. "Maafkan, aku! Tapi aku belum siap untuk itu!" ucap Delia dengan nafas yang memburu, Kaisar tampak mengacuhkan apa yang dikatakan oleh Delia.
__ADS_1
Dengan lembut, Kaisar membawa tubuh Delia ke ranjang, menciuminya dengan penuh hasrat dan kerinduan. Berkali-kali, Delia menahan tangan Kaisar, tetap tidak mempan. Kaisar yang telah menahan hasratnya selama ini, tidak berniat untuk menahannya lagi.
Kerinduan yang berkecamuk dalam hatinya selama ini, dia lepaskan dengan penuh cinta kasih terhadap sang istri. Akhirnya, Delia hanya bisa pasrah saja, menerima segala kelembutan cinta dari sang suami.