Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
65. Keputusan Delia


__ADS_3

Keesokan paginya, Delia mengajak Kaisar untuk berbelanja kebutuhan mereka selama satu bulan ke depan.


"Wah, ini adalah pertama kalinya bagi kita berdua. Untuk pergi berbelanja bersama, sejak kita berdua menjadi suami istri!" ucap Delia dengan wajah yang berbinar-binar.


Kaisar yang menggendong Deka, dia hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan istrinya saat ini. Banyak pasang mata yang memperhatikan keduanya. Ketika mereka berjalan di mall beriringan, dengan Kaisar yang menggendong seorang bayi yang tampan dan menggemaskan.


" Wow hot daddy?" tiba-tiba seorang gadis berteriak di hadapan Kaisar dan Delia.


Tampak Delia mengurutkan keningnya, ketika dia mendengar perempuan itu meneriakkan kata-kata itu.


"Dia adalah suamiku, ayah dari anakku!" ucap Delia dengan wajah tidak menyenangkan untuk dipandang.


Gadis yang tadi berteriak di hadapan mereka berdua pun, akhirnya pergi dengan perasaan malu. Karena melihat sikap Delia yang begitu posesif terhadap suaminya.


Kaisar tampak bahagia, ketika melihat istrinya yang sepertinya tidak suka melihat dirinya diperhatikan oleh perempuan lain.


"Begitulah perasaanku, saat aku berpikir kamu sedang bersama dengan Takeshi!" ucap Kaisar berbisik di telinga Delia.


Delia tampak tercengang sejenak, kemudian Delia menggenggam tangan Kaisar dan menciumnya dengan penuh kelembutan.


"Maafkan aku ya? Yang sudah meremehkan perasaan cemburumu selama ini. Sekarang aku tahu, bagaimana rasa sakitnya, saat orang yang kita cintai diperhatikan oleh orang lain!" ucap Delia sambil menatap lekat kepada Kaisar. Yang kini tersenyum menatap istrinya.


"Ayo, katanya mau berbelanja? Kok malah cuma ngobrol aja di sini? Pilihlah apapun yang kau inginkan! Seluruh waktuku hari ini adalah milikmu!" ucap Kaisar dengan penuh kebahagiaan.


"Apakah kau tahu aku adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini. karena memilikimu sebagai suamiku!" ucap Delia sambil sekilas mengecup bibir Kaisar.


Kaisar yang merasa terkejut dengan kelakuan istrinya, yang tiba-tiba seperti itu, wajahnya sampai memerah karena menahan malu.

__ADS_1


Seingat Kaisar, itulah kali pertama Delia menciumnya dengan inisiatifnya sendiri. Tanpa dipaksa oleh dirinya. Hrti Kaisar sangat bahagia sekali karenanya.


"Ini di tempat umum kau jangan coba-coba untuk menggodaku!" ucap Kaisar sambil berbisik di telinga Delia. Delia hanya tersenyum dan mengerlingkan sebelah matanya kepada Kaisar.


"Semakin hari, kau semakin pintar dalam hal menggodaku!" ucap Kaisar sambil mencium bibir istrinya sekilas juga. 😂😂


Kemesraan keduanya menjadi perhatian banyak orang yang sedang berbelanja di mall tersebut. Tampak ada rasa iri di mata mereka. Bagaimana tidak? Seorang laki-laki yang begitu tampan rupawan dan seorang wanita yang begitu cantik mempesona, dengan seorang anak yang begitu menggemaskan dalam gendongan Kaisar.


Bahkan ada beberapa gadis yang berteriak secara histeris ketika melihat Kaisar. Ada beberapa orang yang merekam kemesraan Kaisar bersama Delia di depan publik.


Delia yang merasa risih, dengan perhatian dari begitu banyak orang. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk minta pulang saja kepada Kaisar, sang suami.


"Kiita pulang saja ya? Aku sudah tidak punya mood untuk berbelanja. Kau lihatlah pada gadis-gadis itu. Mereka semuanya seperti ingin melahapmu saja! aku benar-benar sangat tidak suka!" ucap Delia sambil cemberut di hadapan Kaisar.


Kaisar tertawa terbahak-bahak melihat kecemburuan di mata Delia saat ini.


"Kau tampaknya sangat bahagia sekali, ketika menjadi pusat perhatian para gadis!" ucap Delia kemudian dia langsung mempercepat langkahnya menuju mobil mereka.


" Oh, Ayolah, sayang! Jangan kau mulai ngambek seperti itu. Kau jangan jadikan aku sebagai korban dari kekaguman mereka terhadapku!" ucap Kaisar memohon kepada istrinya. Tetapi Delia, yang sekarang hatinya sedang tidak baik-baik saja, langsung masuk ke mobil.


Delia sendiri merasa bingung, dengan dirinya saat ini. Entah kenapa, dia selalu merasa ingin selalu dekat dengan Kaisar. Delia tidak suka kalau Kaisar diperhatikan oleh orang lain. Pokoknya perasaan semacam itu sangat menyiksa diri Delia sendiri.


Kaisar langsung melajukan mobil mereka ke apartemen mereka karena melihat Delia yang tampaknya sudah tidak ada minat lagi untuk berjalan-jalan di luar.


" Ayo kita kembali saja ke Indonesia. Aku tidak suka, kamu di sini jadi perhatian para gadis, aku tidak rela!" tiba-tiba saja Delia mengambil keputusan tersebut.


Tentu saja Kaisar merasa sangat bahagia sekali, dengan permintaan istrinya itu. Setelah sekian lama dibujuk untuk pulang ke Indonesia, selalu saja gagal. Dan sekarang, karena perasaannya sedang cemburu. Delia sendiri yang memintanya, untuk kembali ke Indonesia.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu yang kamu mau. Aku akan langsung mempersiapkan semuanya. Aku akan menyerahkan manajemen restoranmu kepada pihak profesional. Kau bisa percaya kepada mereka!" ucap Kaisar sambil tersenyum kepada istrinya.


Kaisar ingin segera langsung mengurus semuanya. Karena dia sangat khawatir kalau Delia tiba-tiba saja berubah pikiran lagi. Lalu tidak ingin pindah lagi ke Indonesia.


"Sayang, kau, jangan merubah pikiranmu lagi ya? Jarena sangat susah loh, untuk aku bisa mengurus kepulangan kita ke Indonesia!" cap Kaisar memberikan ultimatum kepada istrinya untuk tidak berubah lagi keputusannya.


"Iya aku tidak akan berubah pikiran. Kau bisa segera mengurus tentang kepulangan kita ke Indonesia!" ucap Delia dengan datar.


Sebenarnya selain masalah rasa cemburu itu, Delia pun merasa kasihan kepada suaminya. Yang setiap hari harus bekerja keras ,untuk mengatur perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia dan di beberapa negara lainnya. Kaisar selalu tampak kelelahan dan Delia merasa tidak tega karena itu.


Oleh karena itu hari ini Delia mengambil keputusan untuk kembali pulang ke Indonesia untuk meminimalkan energi Kaisar dalam mengurus perusahaannya.


"Kita jual saja restoranku. Aku ingin fokus mengurus anak-anak kita!" ucap Delia memberikan keputusan final mengenai restorannya. Kaisar tampak terperanjat sejenak merasa tidak percaya dengan keputusan itu.


"Tidak apa-apa untuk tidak dijual. Aku bisa mengatur manajemen profesional dalam mengurus restoran tersebut. Kau hanya tinggal memantaunya dari jauh!" ucap Kaisar mencoba untuk menasehati Delia untuk merubah keputusannya itu.


" Kenapa kau tidak ingin aku menjual restoran itu?" tanya Delia tampak heran.


"Karena restoran itu. Bukankah sudah seperti anakmu? Kau yang telah membesarkannya dengan sepenuh hati. Kau pasti mencintainya. Aku tidak mau kalau suatu saat nanti, kamu menyesali dengan keputusanmu itu untuk menjualnya!" ucap Kaisar sambil menatap tajam kepada Delia.


" Terima kasih karena kau selalu mengerti tentangku. Aku akan berusaha untuk belajar mengerti tentangmu juga!" janji Delia kepada suaminya sehingga membuat Kaisar merasa sangat terharu dibuatnya.


" Ya sudah, aku pergi dulu ya? Aku akan mengurus semuanya, sehingga kita bisa secepatnya pulang ke Indonesia!" ucap Kaisar.


Dengan semangat 45, Kaisar pun kemudian meninggalkan apartemen mereka berdua dan segera menghubungi sekretarisnya untuk mengurus semua proses kepulangannya ke Indonesia.


Kaisar juga mengatur manajemen profesional untuk mengurus restoran Delia yang berada di Turki. Kini Delia hanya tinggal memantau dari jauh dan mendapatkan laba dari restoran tersebut. Yang akan langsung otomatis masuk ke rekeningnya.

__ADS_1


Kaisar benar-benar mempersiapkan semuanya dengan matang sehingga mereka bisa kembali ke Indonesia dengan perasaan yang tenang dan damai tanpa harus memikirkan masalah apapun lagi di Turki.


__ADS_2