
Sepanjang malam itu, Kaisar terus mencari keberadaan Delia yang pergi bersama Deka.
"Dasar Kaisar bodoh! Bisa-bisanya Kau membiarkan Stella dekat-dekat denganmu seperti tadi. Pasti Delia jadi salah paham lagi!" Kaisar terus mengutuk dirinya sendiri.
"Kamu di mana sih, sayang? Kamu kok selalu kayak gitu? Apa-apa tuh langsung kabur, nggak bicara dulu nggak bertanya dulu!" kesana Kaisar.
Baiklah reader sayang, di sini Author mau menjelaskan sedikit ya, menjelaskan bahwa tidak semua karakter dalam sebuah novel itu, harus sempurna dan tanpa cela.
Terkadang mereka pun adalah manusia yang memiliki kekurangan dan juga emosi yang tidak bisa mereka kontrol. Salah satu kekurangan Delia adalah dia terlalu menggunakan emosinya bukan logikanya.
Oleh karena itu Delia selalu kabur, setiap menemukan masalah yang tidak sanggup dihadapi. Mungkin karena usia Delia yang masih dini ketika menikah, yaitu 20 tahun.
Apalagi Delia yang selama ini hidupnya tanpa kedua orang tua kandung. Delia yang selalu hidup tertekan bersama keluarga angkat yang pernah menyayanginya.
Delia yang selalu kekurangan kasih sayang sejal kecil, yang selalu merasa terancam dan selalu takut merasa kehilangan. Membentuk pribadi Delia saat ini.
Setelah berputar kota selama semalaman, mencari keberadaan istrinya. Akhirnya Kaisar memutuskan untuk pulang ke rumah, karena tubuhnya yang sudah kelelahan.
"Biarlah besok lagi aku mencari. Sekarang aku istirahat dulu. Aku yakin Delia dalam keadaan baik-baik saja!" akhirnya Kaisar melajukan kendaraannya menuju rumahnya.
Setah sampai di rumah, dia langsung mandi dan tidur dengan lelap. Kelelahan yang luar biasa yang membuat Kaisar langsung terlelap begitu saja di atas kasur.
Sementara itu, di kediaman keluarga angkat nya Delia, Stella dan ibunya sangat bahagia sekali. Ketika tadi mereka menyaksikan Delia yang langsung kabur meninggalkan Kaisar.
"Wah, rencanamu memang hebat, Stella! Kau memang keren!" puji sang ibu kepada putri satu-satunya.
"Pasti mereka nanti akan bercerai!" Bima bergabung dengan adik dan juga ibunya.
"Kalian itu tidak pernah puas yah? Kalau tidak melihat orang lain menderita?" tegur ayahnya Stella.
"Papa sebenarnya belain siapa sih? Kok bilang begitu pada kita?" protes istrinya kepada suaminya.
Pak Banu kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya, dia merasa sangat kecewa kepada istri dan anaknya.
" Maafkan keluarga Papah Delia yang selalu membuat kamu menderita!" ucap Pak Banu dengan mata yang berkaca.
__ADS_1
Ayah angkatnya Delia ini sebetulnya adalah pria yang baik. Hanya saja dia terlalu mengikuti istri dan anak-anaknya sehingga terkesan jahat di mata orang lain.
Pak Banu kemudian mencoba menghubungi Delia tetapi nomornya nonaktif.
"Mungkib aku harus menghubungi Kaisar, supaya tahu kondisi Delia saat ini!" kemudian Pak Banu pun menghubungi nomor kaisar yang ada di dalam ponselnya.
Tetapi lama sekali tidak diangkat oleh Kaisar. Karena saat ini Kaisar sedang tertidur lelap di atas ranjangnya.
"Aku akan meninggalkan pesan saja!" ucap Pak Banu.
Kemudian dia pun menuliskan pesan untuk Kaisar.
"Maafkan atas kelancangan keluarga Papah, yang sudah berusaha untuk menghancurkan rumah tanggamu kalian. Itu semua adalah rencana dari anak dan istri papah, untuk memisahkan kalian berdua!"
Kemudian pesan tersebut dikirimkan kepada Kaisar dan Delia "Semoga setelah membaca pesan itu, Delia hatinya menjadi lebih tenang dan tidak termakan oleh hasutan maupun provokasi dari mereka!" Pak Banu pun kemudian pergi tidur. Karena saat ini, pikirannya sedang sangat pusing melihat kelakuan anak dan istrinya yang semakin hari semakin menjadi.
Sementara itu di ruang tamu Stella, ibunya bersama dengan Bima, mereka bertiga sedang merencanakan sesuatu.
"Kita jebak Kaisar, agar dia mau menikahimu!" ucap Bima dengan senyum liciknya.
"Nanti kalau kamu sudah menikah dengan Kaisar, suruh Kaisar untuk menceraikan Delia! Gunakan dong otakmu! jangan jadi orang bodoh!" ucap Bima sambil melotot ke arah Stella yang kini matanya bersinar.
"Apakah kamu tidak mau? Untuk menjadi Nyonya dari Kaisar Corporation?" tanya Bima dengan mata yang penuh rencana licik.
Ibu mereka hanya memperhatikan keduanya dengan penuh kebanggaan. Putra dan putrinya bisa merencanakan rencana yang begitu jitu, untuk membuat Delia sekarang meninggalkan Kaisar.
"Cepat kalian tidur! Supaya besok kita bisa merencanakan yang lebih matang lagi!" perintah ibunya kepada kedua anaknya.
Akhirnya Bima dan Stella pun masuk ke kamar mereka masing-masing.
Tampak Bima sedang menelpon seseorang.
"Lu ada di mana sekarang?" tanyanya kepada seseorang yang ada di seberang sana.
"Biasa di markas! Memangnya di mana lagi?" jawab seseorang yang sedang dihubungi oleh Bima saat ini.
__ADS_1
"Gue punya tugas buat lu dan sodara-sodara lu dan bayarannya gede!" ucap Bima.
" Tugas apaan?" tanyanya penasaran.
"Lu ingat Kakakku Angkat gue nggak?" tanya Bima dengan berhati-hati.
"Kenapa?" tanyanya.
"Gue mau lu jebak dia! Agar suaminya menceraikan dia!" ucap Bima perlahan.
Kemudian Bima menceritakan semua rencananya, kepada teman yang ada di dalam telepon tersebut.
" Oke lu kirim aja alamatnya biar nanti gue eksekusi!" akhirnya terjadi kesepakatan di antara mereka berdua.
Tampaknya, ada hikmahnya juga Delia meninggalkan Kaisar saat ini. Sehingga Delia lolos dari rencana jahat Bima dan juga sahabatnya yang saat ini ada di telepon sana.
Keesok paginya, Stella sudah bersiap untuk pergi ke kantor Kaisar corporation untuk menemui Kaisar.
Tampak ibunya memberikan Stella sebuab bungkusan yang berisi sarapan untuk Kaisar.
"Kamu harus bisa memastikan, bahwa Kaisar menghabiskan semua makanan ini. Karena mama sudah memasukkan obat perangsang di dalamnya. Setelah obatnya bereaksi, kamu harus memanfaatkan itu. Ambil foto sebanyak mungkin kemesraan di antara kalain, untuk bisa memeras Kaisar supaya mau menikahi kamu dan membuat Delia meninggalkannya!" ibunya Stella berpesan kepada putrinya.
"Stella akan melakukan semua rencana ini dengan baik. Mama percaya saja sama Stella!" dengan senyum bahagia, Stellapun meninggalkan kediamannya menuju Kaisar Corporation.
Setelah sampai di sana, Stella langsung keluar dari mobilnya dan langsung mendatangi resepsionis meminta untuk bertemu dengan Kaisar.
Namun, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang menabrak Stella dan menjatuhkan makanan yang dibawa oleh Stella hingga berantakan di lantai.
Stella menatap makanan itu dengan geram, karena rencananya gagal total. Bahkan sebelum rencananya itu dilaksanakan.
"Heh! Apa kamu tidak punya mata? Apa kau tahu, kerugian apa yang telah kau perbuat kepadaku?" Stella dengan berkacak pinggang di hadapan wanita muda yang kini sedang menatap sinis ke arahnya.
"Berapa, memangnya harga makanan itu? Biar saya ganti semuanya! Biar 100 kali lipat juga gue mampu!" ucap Gadis itu sambil berkacak pinggang di hadapan Stella.
Gadis itu ternyata adalah Kyoto. Kyoto sengaja melamar pekerjaan di perusahaan Kaisar corporation, hal itu dia lakukan dalam rangka usahanya untuk mendekati Kaisar dan merebutnya dari istrinya.
__ADS_1