Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
35.Sofia Kembali Ke Indonesia


__ADS_3

Yuk kita lihat keadaan Kaisar di Indonesia, terlalu lama kita meninggalkan Kaisar yang sedang sakit setelah kepergian Delia dalam kehidupannya.


Sofia kini ada di Indonesia, Sofia mendapatkan kabar dari temannya, bahwa saat ini Kaisar sendirian di rumah, bahwa Istrinya telah pergi meninggalkan dia. Dengan semangat 45, Sofia kembali ke Indonesia. Berharap Kaisar akan kembali ke dalam pelukannya.


Hari ini Sofia sampai di Bandara Soekarno Hatta. Salah satu temannya ada yang menjemput dirinya. Sofia sengaja datang tanpa memberitahukan kepada Kaisar, dia berharap akan memberikan sebuah kejutan yang manis untuk Kaisar. Ya! Sofia tidak bisa melupakan Kaisar. Walaupun telah tiga bulan, Dia pergi meninggalkan Indonesia karena patah hati diputuskan oleh Kaisar yang lebih memilih hidup bersama istri dan anaknya.


"Wah! Gue rindu banget sama Indonesia! Terima kasih ya, udah jemput gue. Yuk! Sebaiknya gue kembali ke apartemen gue aja apa ya? Gumana menurut lo?" tanya Sofia kepada temannya, yang sudah memberitahukan mengenai Kaisar yang kini hidup sendiri tanpa Delia.


"Loe gak mau jenguk Kaisar dulu? Dia sedang sakit. Sudah hampir dua bulan, dia ga ke kantor lagi. Dia kerja di rumah, Kaisar seakan menghilang dari dunia ini!" ucap temannya.


"Gue mau istirahat dulu! Beres-beres! Gue mau bikin seger dulu lah badan gue! Ya masa iya, Gue langsung pergi ke rumahnya Kaisar? Dia bukannya tambah cinta sama gue, malahan jadi ilfil, lihat gue jelek! Udah yuk! Ke apartemen gue aja, deh! Nanti malam baru gua ke rumah Kaisar, memberikan surprise buat dia!" ucap Sofia sangat bahagia. Memikirkan dirinya akan bersama dengan Kaisar lagi. Sofia tidak tahu, kalau Kaisar saat ini sangat membenci dirinya, karena sudah membuat Delia pergi meninggalkan dirinya. Sofia juga pernah membuat Delia masuk rumah sakit.


"Serah, loe! Ya udah, ayo! Gue antar Lu ke apartemen! Gue harus balik lagi ke kantor habis ini, kerjaan gue masih banyak di kantor!" ucap Ria, temannya Sofia.

__ADS_1


"Iya nggak papa sih, kalau gue pulang pakai taksi juga. Lo bisa balik lagi ke kantor. Udah cukup lumayan kalau loe jemput gue sekarang. Gue merasa senang sama lo, yang udah nyambut kepulangan gue di sini. Dah, lu balik lagi ke kantor aja, nggak papa kok!" ucap Sofia sambil tersenyum.


"Enggak ah, gila kali lo, ya? Udah jauh-jauh gie udah jemput ke sini, malah nyuruh lo kembali pake taksi sampai ke apartemen lue, nggak papa, bener lambat beberapa menit. Ya, gue bisa minta maaf nanti sama manager gue. Udah yuk! Jangan banyak acara di sini, nanti malah nambahin lama-lama waktu gue terlambat ke kantor!" ucap Ria.


Ria kemudian memasukkan koper-koper Sofia ke jok belakang. Dan kemudian, Ria melajukan mobilnya menuju apartemen Sofia, yang sudah dikosongkan satu minggu yang lalu. Sejak Sofia berencana untuk kembali ke Indonesia. Selama keberadaan Sofia di Amsterdam, apartemen tersebut disewakan oleh Sofia kepada orang lain agar tidak kosong dan ada yang merawat juga. Orang yang bisa dipercaya tentu saja.


"Eh betul ya? Nik, udah keluar dari apartemen gue? Eh, rencananya Kapan lu bakalan married? Waktu dulu gue balik ke Indonesia, bukannya Lu sedang mempersiapkan acara nikahan loe ya? Ko rasanya Gue belum dapat undangannya sih?" tanya Sofia.


"Eh, kenapa? Apa loe nemuin tunangan loe selingkuh?" tanya Sofia merasa prihatin kepada Sofia.


"Jamal, dia, dia.. selingkuh sama adik gue! Gue nemuin mereka bersama di kamar adik gue! Satu minggu sebelum hari pernikahan gue, dan akhirnya gue putusin, untuk membatalkan pernikahan itu. Sekarang, Jamal sudah nikah sama adik gue. Udah, ya? Nggak usah bahas lagi masalah ini, deh! Cuma bikin sesek dada gue aja! Udah! Tuh, apartemen loe, di depan sana! Siap-siap buat turun, ya?" tanpa terasa, air mata Ria sudah menetes. Sofia jadi merasa gak enak, karena sudah menyinggung hal yang sensitif dengan sahabatnya ini.


"Maafin gue ya! Gue nggak sengaja! Betul! Gue nggak tahu masalah itu! Lo maafin gue kan?" tanya Sofia sambil memeluk Ria yang kini tubuhnya terguncang karena nangis. Sofia menepuk bahunya, berusaha memberikan kekuatan kepada Ria.

__ADS_1


"Nggak papa kok, gue aja lagi, lagi sensitif! Udah, naik sana! Gue nggak antar sampai atas, ya? Masalahnya, gue harus segera balik ke kantor. Kalau lama-lama terlambat, gue nanti dimarahin sama Manajer gue. Sorry ya? Ngak antar dulu sampai atas!" Sofia mengangguk, lalu memeluk Ria sekali lagi.


"Nggak, nggak papa! Gue bisa naik sendiri ke atas, kok! Udah cepet balik sana ke kantor, nanti telah, bisa bahaya. Maaf sekali lagi untuk masalah pernikahan lo sama Jamal. Nanti malam gue traktir loh, untuk makan enak, gimana?" tanya Sofia sambil menurunkan kopernya.


"Bukannya, nanti malam lu ada rencana nemuin Kaisar di rumahnya? Udah, lupain aja tentang gue! Nggak papa kok, gue nggak masalah! Lue nikmatin aja waktu bersama Kaisar. Gue doain, lu bisa balikan lagi sama dia. Karena Kasihan juga sih, lihat Kaisar saat ini. Tampaknya dia sangat menderita ditinggalin sama istrinya. Semoga dengan kehadiran lu, bisa menjadi obat untuk kesembuhan penyakitnya Kaisar! Oke?" ucap Ria, lalu dia berpamitan kepada Sofia dan kemudian Ria kembali ke kantor.


Sementara itu, Sofia berdiri di depan apartemennya. Termenung sejenak, memikirkan, apakah benar, dia akan menemui Kaisar. Sejujurnya, dalam hati Sofia merasakan keragu-raguan. Sofia masih bisa melihat dan masih bisa mengingat, sorot mata penuh kebencian Kaisar, saat terakhir kali dia bertemu dengan Kaisar. Tiba-tiba, nyali Sofia menciut, ketika mengingat kejadian terakhir sebelum dia kembali ke Amsterdam.


"Apakah benar, gue bisa nemuin Kaisar lagi? Apa jangan-jangan, Kaisar malah nanti ngusir gue! Ya_ duh gimana ini? Tapi gue udah balik ke Indonesia demi Kaisar, gimana ya? Duh kenapa ini baru gue pikirin sih?" Sofia jadi dilema.


"Udah ah, mendingan sekarang gue ke apartemen gue aja! Masalah Kaisar, nanti bisa gue pikirin lagi! Yang penting, sekarang gue mau mandi, beres-beres, lalu tidur cantik! Tubuh gue capek banget!" Sofia kemudian berusaha untuk menarik kopernya dan segera masuk ke apartemennya. Apartemennya sepi, lengang dan juga hampa.


"I am coming!" ucap Sofia, lalu mendaratkan tubuhnya di kasur yang lama dia rindukan. Nicky tampak nya orang yang rajin, tampak dari apartemennya yang bersih dan rapih. Sofia puas dengan performa Nicky saat menyewa apartemen miliknya. Sofia lalu memutuskan untuk mandi dan beberes pakaiannya. Setelah itu dia tidur. kelelahan karena terbang dari Amsterdam me Jakarta.

__ADS_1


__ADS_2