
Kyoto saat ini sedang berjalan kaki untuk berangkat bekerja di perusahaan Kaisar Corporation.
Kontrakan Kyoto memang dekat dengan perusahaan itu. Jadi dia bisa berjalan kaki untuk berangkat bekerja.
Ketika Kyoto akan masuk ke dalam lobby perusahaan, seketika matanya terpaku ketika melihat Kaisar yang turun dari mobil.
"Ah! Setiap hari dia semakin tampan saja! Aku jadi sudah tidak sabar untuk mendapatkan dia sebagai suamiku!" ucap Kyoto sambil terus memperhatikan Kaisar yang sedang berjalan menuju ke arahnya.
Tiba-tiba saja, Kyoto menjatuhkan dirinya di hadapan Kaisar. Tentu saja Kaisar merasa terkejut, karena tiba-tiba ada seorang perempuan yang terjatuh tepat di bawah kakinya saat ini.
Sekretaris Kaisar langsung mendekati Kyoto yang jatuh di bawah kaki Kaisar.
"Nona, bangunlah anda tidak apa-apa? Nona, bangunlah!" tanya sekretarisnya Kaisar dengan panik. Sementara itu Kaisar kembali berdiri lalu berkata kepada sekretarisnya.
"Kau urus perempuan ini! Aku sedang ada banyak pekerjaan!" kemudian Kaisar langsung berlalu dari hadapan Kyoto dan meninggalkan Kyoto bersama sekretarisnya.
Seketika Kyoto merasa jengkel hatinya karena ternyata strateginya untuk mendekati Kaisar kembali gagal.
Ketika Kyoto mengetahui Kaisar ternyata meninggalkannya begitu saja. Kyoto akhirnya sedikit demi sedikit membuka kelopak matanya. Kyoto akhirnya berpura-pura seakan-akan dia baru saja tersadar dari pingsannya.
"Ada apa denganku? Aku di mana?" ucap Kyoto bersandiwara. Seakan-akan Dia baru saja bangun dari pingsan.
"Tadi kamu jatuh pingsan, Nona! Bagaimana perasaanmu sekarang? Apakah kita perlu ke rumah sakit?" tanya sekretarisnya Kaisar dengan penuh kekhawatiran di wajahnya.
__ADS_1
Kyoto berpura-pura mengerjakan matanya seakan-akan dia benar-benar pingsan tadi sehingga sekretarisnya Kaisar tidak curiga dengan strategi yang gagal itu.
"Aku hanya merasakan pusing saja. Dengan sedikit istirahat aku pasti akan baik-baik saja!" ucap Kyoto pelan. Kemudian dia berusaha untuk bangkit dari tempatnya saat ini.
Tetapi dia berpura-pura tampak limbung badannya dan akhirnya ditolong oleh sekretarisnya Kaisar. Sekretarisnya Kaisar membantu Kyoto untuk duduk di sofa yang ada di lobby perusahaan.
"Bagaimana kalau kau saya bawa ke ruang kesehatan saja? Karena di perusahaan ini ada ruang kesehatan. Kau bisa mendapatkan perawatan di sana!" ucap sekretarisnya Kaisar menawarkan bantuan kepada Kyoto.
"Tidak apa-apa, Kak! Saya baik-baik saja. Saya hanya merasa pusing. Percayalah! Saya cukup dengan istirahat sedikit, sudah bisa lebih baik lagi!" siap Kyoto sambil tersenyum kepada sekretarisnya Kaisar.
"Di mana kau bekerja atau di mana rumahmu? Biar saya antarkan kamu ke sana. Karena saya sangatkhawatir terjadi apa-apa dengan kamu di jalan!" sekretarisnya Kaisar ini memang mempunyai hati yang baik sehingga dia sangat mudah untuk dikelabui oleh Kyoto.
"Saya bekerja di sini, Kak! Di bagian cleaning service! Gak apa-apa, Kak! Saya akan ke sana dan beristirahat di sana!" ucap Kyoto kemudian dia berusaha untuk bangkit dari duduknya. Sekretaris Kaisar berusaha untuk membantunya bangkit.
Sekretarisnya Kaisar kemudian menemui manajer yang membawahi dan menangani para cleaning service.
"Tolong kau berikan waktu untuk dia istirahat, setidaknya setengah hari. Tadi dia jatuh pingsan di lobby dan Tuan Kaisar sudah memerintahkan saya untuk mengurus dia. Apa kau bisa memberikan dia waktu untuk istirahat?" tanya sekretarisnya Kaisar sambil menatap tajam kepada manajer bagian cleaning service.
"Bisa bu, Bisa! Saya pasti akan memberikan dia waktu untuk beristirahat sampai dia merasa baikan!" ucap Manager tersebut sambil manggut-manggut di depan sekretarisnya Kaisar yang saat ini sedang menatap dia dengan tajam.
"Kau berikan dia obat dan makanan juga. Jangan lupa kau harus mengurus dia. Jangan sampai ada apa-apa terjadi kepadanya atau kau akan menanggung akibatnya!" ucap sekretarisnya Kaisar kemudian dia segera meninggalkan tempat itu dan menuju ke tempatnya bekerja saat ini, yaitu di depan ruangannya Kaisar.
Manajer tersebut menundukkan kepalanya 45° sampai sekretarisnya Kaisar meninggalkan tempat itu. telah sekretarisnya Kaisar sudah tidak kelihatan lagi kemudian dia pun mendekati Kyoto dan berkata dengan penuh kewibawaan dan kebanggaan.
__ADS_1
"Kau beristirahatlah! Seperti yang tadi dikatakan oleh sekretarisnya Tuan Kaisar. Kau diperbolehkan untuk beristirahat. Sebentar aku akan memerintah pada temanmu untuk mencarikan makanan dan obat untukmu!" Dian manajer tersebut meninggalkan ruangan istirahat pada cleaning service.
Disada sebuah ranjang kecil dan sebuah kasur yang empuk. Yang bisa digunakan oleh siapa saja. Apabila ingin beristirahat di ruangan itu.
Kyoto hanya menganggukkan kepala saja, Kyoto tidak mengatakan apapun. Karena dia tidak mau kalau sampai sandiwara sakitnya itu bisa diketahui oleh manajernya yang bermata awas dan juga teliti.
'Baiklah tidak apa-apa aku beristirahat di sini untuk sementara. Daripada aku harus capek bekerja aku akan mengatur strategi lain untuk bisa mendekati Kaisar!' batin Kyoto saat ini sambil tersenyum licik.
Tidak lama kemudian, manajer itu pun pergi meninggalkan Kyoto di sana. Kemudian datang seorang teman atau rekan Kyoto yang sama-sama bekerja sebagai cleaning service di perusahaan Kaisar Corporation. Dia membawa sebungkus makanan dan juga sebuah obat Paracetamol dan diberikan kepada Kyoto.
"Makanlah dan kau juga minum obat ini. Kalau sudah sehat, segera kembali bekerja. Pekerjaanmu jadi digantikan olehku!" ucap rekan kerjanya Kyoto dengan ketus. Karena dia merasa tidak senang, mendapatkan jatah pekerjaan Kyoto. Beban pekerjaannya jadi menumpuk dua kali lipat.
"Ya, Kak! Setelah saya lebih baik, saya pasti akan kembali bekerja. Terima kasih atas bantuan kakak!" Kyoto dengan suara lemah lembutnya. Saat ini Kyoto memang sedang memerankan sebagai seorang gadis yang baik hati untuk bisa menarik simpati Kaisar.
Jadi, sebisa mungkin Kyoto selalu berusaha untuk menghindari masalah dengan rekan kerjanya di perusahaan itu.
'Baiklah tidak apa-apa aku memujimu dan merendahkan diriku sendiri di hadapanmu! Yang penting, aku bisa mendapatkan Kaisar untuk menjadi suamiku!' batin Kyoto sambil tersenyum licik menatap seniornya itu.
Demgan perasaan kesal, rekan kerjanya Kyoto kemudian meninggalkan Kyoto sendiri di ruangan itu. Dan dia pun melanjutkan pekerjaannya sekarang menjadi dua kali lipat gara-gara Kyoto sakit mendadak.
Setelah kepergian seniornya, Kyoto akhirnya memutuskan untuk tidur saja. Sekedar untuk mengembalikan energinya yang sejak tadi pagi sudah dikuras habis-habisan karena beusaha kabur dari keluarganya.
"Aku harus segera mengatur strategi untuk bisa mendekati Kaisar! Kenapa laki-laki itu sangat sulit untuk ditaklukan? Bikin aku kesel saja!" ucap Kyoto dengan jengkel kemudian Dia memutuskan untuk tidur agar kepalanya tidak pusing.
__ADS_1
Kyoto sampai lupa untuk memakan makanan yang tadi dibawa oleh rekannya. Dia juga lupa untuk meminum obat yang tadi di bawa oleh rekannya. Karena sangking kesalnya dia, karena strateginya tadi untuk mendekati Kaisar gagal kembali. Karena Kaisar sama sekali tidak memperdulikan ketika dia jatuh pingsan di hadapannya.