Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
78. Bagaimana?


__ADS_3

Kaisar langsung turun dari mobilnya dan meminta Delia untuk turun juga.


Akhirnya Delia turun dari mobilnya dan menatap Kaisar dengan tajam.


"Bagaimana? Apakah kau puas, sudah mengerjai saya selama 1 jam ini?" tanya Kaisar sambil menarik nafas dalam. Dia berusaha untuk sabar dalam menghadapi istrinya yang sedang bertingkah saat ini.


"Seharusnya, aku yang bertanya padamu. Apakah kau sudah puas mengejarku?" Kaisar sangat kesal sekali melihat arogansi Delia yang begitu sangat membuatnya jengkel.


Dengan cekatan dan tanpa aba-aba. Kaisar langsung menggendong Delia dan dia masukkan ke dalam mobilnya. Kaisar kemudian mengunci mobilnya. Lalu dia mengambil kunci mobil yang ada di mobil Delia. Kemudian dia mengunci mobil tersebut. Dan meninggalkannya begitu saja di pinggir jalan.


"Apa yang kau lakukan pada mobilku?" tanya Delia tampak khawatir dengan mobilnya.


"Aku hanya sedang memberikan pelajaran padamu! Biar kau belajar untuk taat kepada suamimu!" ucap Kaisar sambil menatap tajam kepada Delia.


"Sudah cukup kau bertingkah seharian ini dan sudah cukup saya bersabar menghadapinya!" kemudian Kaisar memanggil mobil derek untuk membawa mobil Delia supaya mengirimkan mobil itu ke alamatnya.


"Apa yang kau lakukan dengan mobilku?" Delia sudah mulai ketakutan.


Kaisar hanya tersenyum licik melihat reaksi Delia yang sekarang wajahnya mulai pucat. Karena berpikir bahwa mobilnya akan disita oleh kepolisian karena dibawa oleh derek entah di bawa pergi ke mana.


Ketika Kaisar menelpon mobil derek, memang dia lakukan di luar mobilnya. Delia di kunci di dalam mobil oleh Kaisar, agar tidak bisa kabur darinya. Sehingga sangat wajar, kalau Delia tidak mendengarkan isi percakapan antara Kaisar dengan petugas derek tersebut


"Kau siap-siap saja kehilangan mobilmu! Suruh siapa kau selalu saja membangkang padaku?" ucap Kaisar dengan suara keras.


Tingkat kesabaran Kaisar sudah benar-benar diuji oleh Delia satu harian ini. Dan dia sudah kehilangan kesabaran sehingga dia bertingkah ekstrem semacam itu.


Kaisar sengaja menakut-nakuti Delia dengan mengatakan bahwa dia akan menjual mobilnya Delia. Padahal, mobil itu dia kirim ke alamat rumahnya Kaisar sendiri.


"Bersikap baiklah kau padaku! Setidaknya kau akan mendapatkan uang dari penjualan mobil itu!" ucap Kaisar kemudian dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju apartemen pribadinya.


Kaisar sekarang membawa Delia menuju sebuah apartemen yang tidak pernah didatangi oleh Delia sebelumnya.

__ADS_1


Kaisar sengaja membawa Delia ke sana. Agar Delia tidak bisa melihat mobilnya yang sekarang sudah terparkir cantik di garasi kediaman mereka berdua. Kaisar hanya ingin membuat Delia berpikir bahwa dia telah benar-benar menjual mobilnya.


Begitu mereka sampai di apartemen pribadinya. Kaisar langsung menggendong Delia ala Bridal style agar Delia tidak bisa kabur dari dirinya lagi.


Delia terus berontak dan berusaha untuk melepaskan diri dari Kaisar tetapi kekuatan Kaisar jauh lebih besar daripada Delia. Sehingga Delia tidak bisa berkutik lagi dari kuasa sang suami.


"Teruslah kau memberontak dan melawanku, maka hukumannya akan jauh lebih berat!" bisik Kaisar di telinga Delia.


Ketika Delia mendengar kata hukuman diucapkan oleh Kaisar. Seketika bulu roma Delia berdiri semua. Delia merasa ngeri-ngeri sedap dengan apa yang diucapkan oleh Kaisar itu. Delia yang paling tahu, jenis hukuman apa yang pasti akan diberikan oleh Kaisar terhadapnya.


"Dasar pria mesum!" teriak Delia dengan wajah yang sudah bertemu merah. Karena rasa malu yang dia tahan.


Delia menyembunyikan wajahnya di dada Kaisar. Dan dia mulai anteng dan tidak banyak tingkah lagi. Karena Delia merasa takut dengan ancaman Kaisar.


Kaisar merasa senang karena ternyata ancamannya bekerja terhadap Delia.


Terlihat dari Delia yang sekarang tidak lagi memberontak. Ketika dia membawa masuk Delia ke dalam apartemennya.


Kaisar menyembunyikan kunci apartemen tersebut di tempat yang pasti aman dan tidak diketahui oleh Delia.


Delia memperhatikan apartemen yang sekarang ditempati oleh mereka berdua. Matanya nanar karena apartemen itu baru dia lihat sepanjang dia menjadi istri dari Kaisar.


"Apakah kau selalu membawa wanita peliharaan kamu dan bercinta di apartemen ini?" tanya Delia dengan nada sinis.


Kaisar seketika mengerutkan keningnya, mendengarkan pertanyaan dari istrinya tersebut. Yang terdengar sangat mustahil di telinganya.


Sepanjang hidupnya, Kaisar tidak pernah mempunyai wanita peliharaan manapun. Jadi dia merasa heran dengan pertanyaan Delia itu. Yang baginya terdengar sangat absurd.


"Apa maksud pertanyaanmu itu? Aku tidak paham!" tanya Kaisar sambil mendekat kepada Delia yang saat ini sudah duduk di atas ranjang di kamar utamanya.


Delia menatap Kaisar dengan ketakutan.

__ADS_1


"Jangan mendekat!" ucap Delia dengan suara parau dan gemetar.


"Kau adalah istriku! Terserah aku, mau mendekatimu atau menjauhimu! Itu adalah hakku sebagai suamimu!" ucap Kaisar sambil tersenyum ke arah istrinya. Yang saat ini mulai ketakutan terhadap dirinya.


"Jangan mendekat kataku! Atau aku akan teriak yang kencang!" ancam Delia sambil terus mundur-mundur menjauhi Kaisar yang terus mendekatinya.


"Kau berteriaklah yang kencang! Karena tidak akan ada yang bisa mendengarkan suaramu!" bisik Kaisar di telinganya Delia.


Kaisar kemudian masuk ke kamar mandi. Kaisar berniat untuk membersihkan tubuhnya yang selama seharian berada di luar. Lengket terasa tentu saja.


Kaisar tidak merasa khawatir Delia akan kabur darinya. Karena semuanya sudah aman. Semuanya sudah terkunci otomatis dan hanya dia yang bisa membuka pintu tersebut.


Kaisar merendam tubuhnya dengan air hangat. Dia ingin merelaxkan tubuhnya yang sangat kelelahan. Karena seharian ini telah benar-benar dikerjai oleh Delia.


Sementara itu, Delia berusaha untuk keluar dari kamar itu. Tetapi dia sangat frustasi karena sulit sekali untuk menemukan cara agar bisa keluar dari kamar itu.


Setelah merasa kelelahan yang luar biasa dengan semua usahanya yang sia-sia. Akhirnya Delia pun memutuskan untuk tidur. Karena dia sudah benar-benar sangat mengantuk dan juga lelah. Karena seharian ini dia telah bermain kucing-kucingan dengan suaminya. Sungguh sangat konyol sekali.


Ketika Kaisar sudah selesai mandi, dia merasa terkejut ketika mendapatkan istrinya ternyata sudah tertidur pulas.


"Dia pasti kelelahan, setelah seharian melakukan aksi konyol itu. Padahal dia belum makan apapun seharian ini. Tetapi, kasihan juga dia, kelihatannya dia tidur lelap sekali! Biarlah! Aku akan memberikan dia waktu untuk tidur. Aku akan masak dulu, siapa tahu nanti saat Delia bangun, dia akan merasa lapar." setelah itu Kaisar meninggalkan Delia sendirian di kamar yang telah di desain khusus oleh Kaisar.


Kamar itu kedap suara dan pintunya pun otomatis terkunci ketika ditutup oleh Kaisar. Dan hanya kaisar yang bisa membukanya


Oleh karena itu, Kaisar begitu percaya diri ketika meninggalkan Delia sendiri di kamar itu tanpa takut merasa istrinya akan kabur lagi.


Delia yang sebenarnya pura-pura tidur. Dia langsung bangun, setelah melihat Kaisar keluar dari kamar itu.


Delia berusaha untuk membuka pintunya. Tetapi dia mendapatkan kenyataan, bahwa ternyata pintu itu terkunci.


Delia benar-benar sangat merasa kecewa mendapatkan kenyataan itu. Akhirnya dia kembali tidur lagi karena menyerah untuk bisa lepas dari Kaisar, sang suami mesumnya.

__ADS_1


__ADS_2