
Pelayan itu merasa marah karena dipecat secara tidak adil oleh Kaisar tanpa diberikan alasan sama sekali.
" Kepala pelayan! Katakanlah kepadaku apa salahku? Sehingga aku layak mendapatkan pemecatan ini?" tanya pelayan itu merasa tidak terima deng ketidakadilan yang dilakukan oleh Kaisar.
" Kalau sampai Tuan Kaisar sendiri yang memecatmu. Itu artinya kau telah melakukan kesalahan yang fatal!" ucap kepala pelayan sambil menatap gadis itu dengan tajam.
" Aku tidak merasa melakukan kesalahan dan aku merasa tidak berhak untuk dipecat secara tidak adil seperti ini!" Ucapnya kesal.
" Kau berani memimpikan ranjang Tuan Kaisar itu adalah dosamu yang tidak bisa dimaafkan." ucap kepala pelayan sambil meninggalkan wanita itu yang masih terkesiap dengan perkataannya.
' Apakah karena tadi aku mengerlingkan mataku kepada Tuan Kaisar sehingga dia berpikir bahwa aku sedang menggodanya? Ya ampun! Aku hanya memikirkannya dan dia langsung memecatku?' batin Gadis itu seakan tidak percaya dengan apa yang dia saksikan di kediaman itu.
' Apakah Tuan Kaisar segitu mencintai Nyonya Delia? Sehingga dia begitu menjaga perasaannya?' bathinnya berdecih kesal.
" Sudah cepat! Kalau kau tidak pergi dalam waktu 10 menit. Maka jangan salahkan aku kalau aku tidak memberikanmu pesangon!" ucap kepala pelayan sambil berusaha mengiming-imingi pelayan itu dengan Amplop yang berisi uang yang sangat tebal di depan matanya. Sehingga membuat Gadis itu akhirnya tergiur dan langsung meninggalkan kediaman Kaisar dengan damai.
Gadis itu kemudian langsung keluar dari kediaman Kaisar dengan perasaan senang. Karena mendapatkan 30 juta sebagai uang pesangonnya.
" Ya ampun kepada pelayan saja Tuan Kaisar begitu Royal. Padahal aku baru bekerja di sini 2 bulan. Akan tetapi Tuan Kaisar memberikan pesangon sebesar ini kepadaku dia memang laki-laki yang luar biasa!" ucap Gadis itu semakin terpesona dengan seorang Kaisar.
" Pasti akan sangat menyenangkan kalau aku bisa membuatnya takluk dalam pelukanku. Pasti Hidupku tidak akan pernah susah lagi dan tidak akan perlu untuk menghinakan diriku dengan menghamba kepada orang kaya!" ucap pelayan itu dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Hanya dengan membayangkanny saja sudah membuat hatinya berdesir sangat kencang.
__ADS_1
" Tuan Kaisar kalau suatu saat kau takluk kepadaku. Aku pasti akan membuatmu jadi laki-laki yang paling bahagia di dunia ini!" ucapnya sambil meninggalkan kediaman Kaisar dengan penuh kebahagiaan. Karena membawa pulang uang yang sangat besar yang diberikan oleh Kaisar sebagai uang pesangon untuknya.
Sementara itu Kaisar yang saat ini sedang memperhatikan gerak-gerik pelayan itu di laptopnya tampak tersenyum kesal.
" Sungguh pelayan yang tidak tahu diri! Lancang! Berani-beraninya dia memimpikan ranjangku!" ucap Kaisar kesal.
" Aku harus segera pergi ke kamarku dan menanyakan hasil pemeriksaan dari dokter tentang istriku!" Kaisar kemudian langsung meninggalkan ruang kerjanya dan menuju ke kamar pribadinya bersama dengan Delia.
" Selamat ya Tuan Kaisar. Karena anda akan memiliki anak lagi!" ucap dokter pribadi Kaisar. Sehingga membuat Kaisar terkejut dibuatnya.
" Apakah itu benar sayang? Kau sedang hamil lagi?" tanya Kaisar sambil menghambur kepelukan Delia yang masih tampak pucat.
" Pergilah jangan dekat-dekat denganku. Entah kenapa setiap mencium aroma cream cukurmu, perutku rasanya bergejolak dan ingin muntah!" ucap Delia sambil menahan Kaisar yang hendak memeluknya.
" Tolonglah aku Dokter! Calon bayi itu nakal sekali. Dia masih di dalam perut ibuny. Tetapi dia sudah menjadi musuh Daddynya. Dia membuatku harus berjauhan dengan istriku. Ya Tuhan! Kesejahteraanku dalam bahaya!" keluh Kaisar kepada dokter pribadinya yang ditanggapi dengan tawa terbahak-bahak olehnya. Merasa lucu dengan ekspresi seorang Kaisar yang sangat langka.
" Kenapa kau tertawa Dokter? Ya Tuhanku! Aku di sini sedang menderita Dokter. Cepat cari solusi untuk aku bisa mendekati istriku! Kau tolong aku Dokter! Kesejahteraan hidupku dalam bahaya!" ucap Kaisar merasa frustasi karena sejak dari pagi tadi dia belum mendekati istrinya sama sekali.
" Kau cukup jangan mencukur jenggotmu dan kumismu selama istrimu dalam masa ngidam atau bisa juga kau ganti aroma dari cream cukurmu untuk membuat istrimu tidak mual ketika kau dekati!" ucap Dokter sambil tersenyum ke arah Delia yang hanya bisa pasrah karena badannya begitu lemas setelah bolak-balik muntah di kamar mandi.
" Kalau aku tidak mencukur jenggot dan juga kumisku. Aku takut akan berubah menjadi jelek dan nanti istriku malah berselingkuh dengan laki-laki yang lebih muda dan lebih tampan dariku!" ucap Kaisar misuh misuh.
__ADS_1
" Ya ampun istrimu dalam keadaan macam ini kau masih punya waktu untuk berpikir negatif terhadapku?" tanya Delia lemas.
" Maaf sayang! Bukan begitu maksudnya. Lihatlah kau baru didekati begitu saja sudah muntah-muntah. Calon anak kita masih dalam perutmu tadi dia sudah memutuskan untuk menjadi musuh Daddynya!" ucap Kaisar berusaha mendekati Delia.
" Dokter! Apakah tidak ada obat yang bisa mengurangi gejala itu? Aku sungguh benar-benar frustasi. Kalau harus melihat istriku yang muntah gara-gara di dekati olehku!" ucap Kaisar berusaha memegang tangan Delia tetapi selalu ditepis oleh sang istri sehingga membuat Kaisar menjadi frustasi karenanya.
Ketika Delia mencium aroma cream cukur Kaisar yang tercium di hidungnya. Delia pun langsung lari ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya yang sudah kosong sejak tadi.
" Kau lihat sendiri Dokter? Aku hanya memegang tangannya dan dia sudah lari tunggang langgang begitu!" ucap Kaisar merasa sedih memikirkan hari-harinya yang akan sepi tanpa berkata dengan sang istri.
" Tenanglah aku sudah memberikannya obat untuk mengurangi sedikit gejalanya. Sehingga tidak terlalu parah seperti sekarang. Ya sudah aku pulang dulu ya? Karena kesibukanku di rumah sakit sangat banyak!" ucap Dokter itu berpamitan kepada Kaisar yang diantar sampai di depan rumahnya.
Setelah dokter pergi Kaisar langsung meminta kepada pelayan yang ada di rumahnya untuk membawakan makanan untuk istrinya dan juga air minum agar istrinya bisa segera minum obat.
" Ayo Sayang! Cepatlah kau makan. Biar kau bisa segera minum obat karena aku tidak tahan kalau harus berjauhan denganmu!" ucap Kaisar kepada Delia.
Kaisar kemudian memerintahkan pelayan yang tadi membawa makanan untuk istrinya untuk menyuapi Delia dan setelah selesai. Kaisar memintanya untuk memberikan obat yang tadi diberikan oleh dokter.
" Terima kasih atas kerja kerasmu keluarlah!" ucap pelayan itu yang terus menundukkan kepalanya. Dia sama saya tidak berani untuk menatap Kaisar. Karena tadi pagi baru saja ada pelayan yang dipecat gara-gara berani melirik kepada Kaisar.
setelah dia selesai menjalankan tugasnya, pelayan itu pergi dan langsung menemui Kepala pelayan.
__ADS_1
" Bagaimana? Apakah kau berhasil? Kalau kau betah kerja di sini. Jangan sekali-kali kau melirik kepada Tuan Kaisar. Karena Tuan Kaisar paling tidak suka ada pelayannya yang genit terhadapnya!" ucap kepala pelayan memperingatkan semua pelayan yang bekerja di kediaman Kaisar.