Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
112. Dasar Mesum!


__ADS_3

Takeshi langsung duduk di samping Kyoto dan melemparkan senyum kepada wanita yang sudah berhasil mencuri hatinya dalam pandangan pertama.


"Apakah kalian sudah memesan makanan Kenapa meja ini sudah kosong?" tanya Takeshi tampak terheran.


"Makanan bekasku dan Kaisar sudah dibereskan oleh pelayanku! Sekarang kami sedang memesan makanan baru untuk kalian berdua!" ucap Delia sambil tersenyum ke arah Takeshi yang sudah duduk di samping Kyoto.


" Ya ampun kalian berdua benar-benar luar biasa baru bertemu hari ini tapi sudah bucin tingkat akut!" Sindir Kaisar sambil mendekat kepada Delia. Dan meletakkan tangannya di bahu sang istri serta merangkul Delia dengan posesif. Aehingga membuat Delia merasa jengah dengan apa yang dilakukan suaminya.


"Tadi kau marah-marah, ketika melihat Takeshi dan Kyoto melakukan hal-hal tidak senonoh di depan publik. Kenapa sekarang kau melakukannya juga, huh? Suamiku, dasar aneh!" ucap Delia sambil menatap horor kepada suaminya yang kini meringis kepada Delia yang masih menunggu jawaban dari Kaisar yang masih tersenyum menatapnya.


"Ohho, sayang kalau kita tuh berbeda. Kalau mereka itu bukan pasangan suami istri. Jadi tidak layak mereka melakukan hal seperti itu di depan publik. Kalau kita berdua kan memang resmi dan sudah halal untuk melakukan hal-hal semacam itu!" ucap Kaisar dengan meringis kepada sang istri sehingga membuat Delia memutar bola matanya dengan malas.


"Kau selalu punya banyak alibi hebat untuk menghalalkan semua yang kau lakukan! Dasar mesum!" ucap Delia sambil memukul bahu Kaisar dengan gemes.


Kaisar menangkap tangan Delia kemudian meletakkannya di pangkuannya.


Takeshi yang tidak mau kalah dengan aksi kakaknya. Kini dia pun meraih tangan Kyoto untuk dia genggam di dalam pangkuannya.


Tampak beberapa pelayan restoran membawakan beberapa hidangan mewah masuk ke dalam ruangan yang saat ini mereka tempati.


"Ayo kalian makan dulu. Jangan sampai nanti kalian lapar. Bukankah sejak tadi kalian belum makan kan?" ucap Delia sambil tersenyum menatap Kyoto yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.


"Aku akan kembali bekerja. Karena terlalu lama aku meninggalkan posku Pasti orang belakang kesulitan!" ucap Kyoto dan bersiap untuk bangkit dari tempat duduknya.


Tapi Kyoto dihalangi oleh Takeshi yang tidak membiarkan dirinya pergi dari hadapannya.

__ADS_1


"Tetaplah di sini bersama dengan kami. Kalau ada orang yang memarahimu, maka aku pasti akan memarahinya juga!" ucap Takeshi menahan gerakan Kyoto yang hendak meninggalkan mereka bertiga.


"Ya ampun kau bahkan belum resmi menjadi kekasihnya, tetapi kau sudah bertindak seperti suaminya saja. Benar-benar konyol!" ucap Kaisar dengan sinis kemudian dia mulai memakan makanan yang ada di hadapannya.


"Sayang kau tadi sudah makan banyak. Apa masih belum kenyang? Itu kan makanan yang aku pesan untuk mereka berdua!" ucap Delia sambil menatap tajam kepada suaminya yang tampaknya tidak memperdulikan apa yang dia katakan tadi.


"Sayang! Aku ko di cuekin?" rengek Delia.


"Yang suamimu tuh aku, jadi aku yang lebih pantas memakan makanan ini daripada mereka berdua!" ucap Kaisar tanpa menoleh kepada Delia sehingga membuat Delia menjadi jengkel.


"Sudah Delia, tidak apa-apa! Kami berdua bisa memesan makanan yang lain. Biarkan saja Kaisar yang suruh menghabiskannya!" ucap Takeshi melirik kepada kaisar yang tampaknya tidak peduli dengan apa yang dia katakan kepada Delia.


"Sudah! Cepat enyah sana dari hadapanku!" usir Kaisar tanpa melirik kepada Takeshi.


"Tetaplah di sini Takeshi. Kau tidak usah mendengarkannya. Kau seperti tidak tahu kelakuan dia saja!" ucap Delia sambil menatap Takeshi yang sudah bersiap meninggalkan mereka.


" Apa benar seperti itu Takeshi?" tanya Delia seperti tidak percaya dengan ucapan Kaisar.


Takeshi tampak meringis sehingga membuat Delia mengerti apa yang sedang terjadi.


"Baiklah kalian pergilah! Di ujung sana, Ada satu ruangan yang masih kosong kalian bisa menggunakannya!" ucap Delia mengizinkan adik iparnya untuk melakukan yang dia mau terhadap Kyoto.


"Apakah kalian benar memiliki hubungan asmara?" tanya Delia tampak penasaran dengan kehidupan pribadi Takeshi.


"Tidak! Kami berdua hanyalah orang asing!" ucap Kyoto dengan mata berapi-api menatap kepada Takeshi yang sejak tadi tidak mau melepaskan genggaman tangannya.

__ADS_1


Hampir saja Kyoto menendang kaki Takeshi. Kalau tidak ada Delia dan Kaisar di sana.


"Aku akan membawanya ke ruangan itu dan menjadikan dia sebagai kekasih dan juga calon istriku!" ucap Takeshi sambil tersenyum dan berdiri kepada Kyoto yang kini melotot kepadanya karena merasa kesal dengan kelakuan Takeshi yang seenak jidatnya itu.


"Siapa juga yang mau jadi calon istrimu lagi pula aku tidak kenal siapa kau!" ucap Kyoto.


"Tidak mau, tapi kau menikmati ciumannya sampai dua kali!" ucap Takeshi sambil tersenyum kepada Kyoto yang kini memerah pipinya bahkan sampai ke telinganya karena saking malunya mendengarkan perkataan Takeshi yang tidak pakai disaring.


"Dasar mesum! Dasar otak udang! Aku tidak akan mengampuni mu!" sengit Kyoto sambil menyerang kembali Takeshi yang belum siap dengan serangannya.


"Kyoto hentikan! Apakah kau mau merusak restoranku?" teriak Delia menghentikan aksi yang akan dilakukan oleh Kyoto terhadap Takeshi.


"Habisnya dia menyebalkan! Dia selalu saja menggodaku dari tadi!" ucap Kyoto misuh- misuh kemudian dia menundukkan kepalanya karena malu, kembali mengingat dua ciuman yang telah diberikan oleh Takeshi kepadanya.


"Udah sana pergi! Kalian berdua mengganggu mau makan ku aku jadi kehilangan selera!" ucap Kaisar mengusir Takeshi dan Kyoto dari ruangan mereka.


Delia memukul lengan Kaisar untuk berhenti mengatakan hal-hal absurd yang menyakiti hati keduanya.


"Kenapa kau memukulku sayang? Hal itu kan memang benar. Si otak mesum itu pasti sedang Merencanakan hal aneh di ruangan itu terhadap Kyoto!" ucap Kaisar tanpa menatap kepada Takeshi yang sekarang sedang menatapnya dengan tajam.


"Baiklah Takeshi Pergilah! Aku tidak suka melihat kalian berantem terus!" ucap Delia akhirnya menyerah karena dia sudah tidak tahan melihat kaisar yang dari tadi memojokkan Takeshi.


Walaupun sebenarnya Takeshi jengkel terhadap Kaisar. Tetapi dia merasa senang karena Kaisar mengerti dengan keinginannya. Hanya saja cara Kaisar yang kasar yang kalau orang lain tidak tahu tentang dia, pasti akan berpikir bahwa Kaisar berperilaku jelek.


"Kau jangan ambil hati perkataan Kaisar Ya? Walaupun dia sepertinya kasar, tapi aku tahu dia berhati baik!" ucap Takeshi sambil melirik kepada Kyoto yang masih belum mau mengangkat kepalanya.

__ADS_1


"Apakah kau malu berjalan denganku sayang?" bisik Takeshi di telinga Kyoto yang sontak membuat Kyoto terkejut dan melihat ke arah Takeshi yang ada di sampingnya.


Sehingga tanpa di sadari, Kyoto telah mencium bibir Takeshi dengan sekilas.


__ADS_2