
Dengan kekuatan yang mulai melemah, Takeshi berusaha untuk bangkit dengan bantuan Kyoto. Mereka berdua akhirnya bisa sampai ke ruang tamu.
Ibu Takeshi yang melihat putranya seperti orang linglung, dia merasa terkejut dan bertanya-tanya ada apa dengan Takeshi.
" Kamu kenapa sayang? Apakah terjadi sesuatu yang buruk padamu?" tanya ibunya Takeshi dengan penuh kekhawatiran sambil menyambut putranya untuk segera duduk di sampingnya.
" Kyoto! Ada apa dengan Putraku? Kenapa dia seperti ini?" tanya ibunya Takeshi sambil menatap tajam kepada Kyoto tetapi Kyoto hanya bisa menundukkan kepalanya.
" Takeshi tidak apa-apa mah! Hanya saja tadi tiba-tiba kepala Takeshi sakit dan untung ada Kyoto yang menolongku, sehingga aku bisa sampai ke lantai bawah!" ucap Takeshi Berusaha menjelaskan kepada ibunya.
Tampak Takeshi yang saat ini sedang gelisah dan tertangkap oleh mata ibunya.
" Kamu kenapa Takeshi? Kenapa sayang? Apakah kamu begitu pusing?" tanya ibunya melihat keadaan putranya yang begitu berantakan.
Takeshi menatap ibunya dengan lekat banyak hal yang ingin dia ceritakan kepada ibunya Tetapi dia merasa tidak enak dihadapan kedua orang tua Kyoto.
" Baiklah kalau begitu kita bisa melanjutkan perbincangan kita tentang rencana pernikahan anak-anak kita!" ucap ayahnya Kyoto dengan wajah bahagia.
Kedua orang tua Kyoto memang sangat bahagia dengan rencana pernikahan itu karena mereka Akhirnya bisa tenang tidak harus memikirkan lagi Kyoto yang menggilai Kaisar yang sudah memiliki anak dan istri.
Tampaknya kedua orang tua Kyoto belum mengetahui tentang hubungan antara keluarga Yamada dengan Kaisar sehingga mereka tampak tidak mengkhawatirkan apapun tentang rencana pernikahan itu.
"Pada dasarnya kami menerima apapun yang sudah diatur oleh mempelai perempuan!" ucap Ayah Takeshi.
" Benar! Kalian bisa mengatur semuanya sesuai dengan keinginan Kyoto. Agar pernikahan mereka menjadi pernikahan yang bahagia kedepannya. Tanpa ada penyesalan dari Kyoto sebagai calon istri!" ucap Ibu Takeshi sambil tersenyum menatap calon menantunya yang begitu cantik.
" Saya menurut apapun keinginan kalian kalian bisa mengaturnya sesuai selera kalian!" ucap Kyoto sambil menatap Takeshi yang saat ini sedang menundukkan kepalanya. Wajah Takeshi sangat pucat dan juga terlihat sembab dan membengkak karena menangis sejak tadi.
__ADS_1
Entah kenapa setelah mengetahui bahwa Takeshi adalah kekasih almarhum kakaknya tiba-tiba saja perasaan Kyoto merasa iba dan kasihan kepada laki-laki yang saat ini sedang bersedih hatinya setelah mengetahui tentang kematian kakaknya.
' Tampaknya Takeshi Memang benar-benar mencintai Kak Akira. Oleh karena itu dia sangat bersedih setelah mengetahui kematiannya' batin Kyoto sambil terus menatap kepada Takeshi.
" Apakah pembicaraan ini masih lama? Kepala saya sangat pusing. Bisakah saya pulang duluan?" ucap Takeshi sambil bangkit dari tempat duduknya.
Ayah Kyoto memperhatikan Takeshi yang begitu tampak bersedih hatinya. Dia mengerutkan keningnya merasa bingung dengan kondisi Takeshi yang tiba-tiba.
" Kau bisa istirahat di kediaman kami banyak kamar kosong di sini!" ucap Ibu Kyoto menawarkan kepada Takeshi.
" Tidak usah saya lebih baik pulang saja!" Ucapkan kasih kemudian dia pun bangkit dari duduknya tetapi ketika dia hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba saja dia jatuh pingsan sehingga membuat semua orang menjadi terkejut dibuatnya.
" Ya Allah Takeshi apa yang terjadi kepadamu nak?" Ibu Takeshi langsung menangkap tubuh putranya yang jatuh di hadapannya. Sehingga kepala Takeshi tidak ambruk mengenai meja.
Tubuh Takeshi kemudian diangkat ke kamar tamu yang tidak jauh letaknya dari ruang tamu di kediaman Kyoto.
Kyoto merasa bingung karena dia merasa sudah berjanji kepada Takeshi untuk merahasiakan perihal Akira kepada mereka semua.
" Katakan Kyoto! Kenapa kau diam? Kau jangan membuat kami menjadi bingung. Ada apa dengan Takeshi? Kenapa dia tiba-tiba drop seperti ini? Apa kau berbuat sesuatu padanya?" tanya ayahnya Kyoto sambil menatap tajam kepada putrinya yang sekarang menundukkan kepalanya.
" Tidak Pah kita tidak melakukan apa-apa hanya saja tadi Takeshi masuk ke kamar Kak Akira!" ucap Kyoto. Karena dia sudah tidak punya pilihan lain selain berkata jujur kepada mereka semua.
Kyoto tidak mau kalau sampai orang tuanya berpikir bahwa dia sudah melakukan hal yang aneh-aneh terhadap Takeshi sehingga membuat Takeshi tiba-tiba jatuh drop dan pingsan.
" Apa hubungannya dengan Takeshi pingsan!" tanya ibunya Kyoto sambil menatap kepada putrinya yang kini sedang menundukkan kepalanya.
" Takeshi ada laki-laki yang dicintai oleh kak Akira Sampai Akhir hayatnya!" ucap Kyoto dengan penuh rasa bersalah terhadap dirinya sendiri karena dia sudah menyalahi janjinya untuk tidak menceritakan kejadian itu kepada siapapun kepada Takeshi.
__ADS_1
Takeshi yang saat ini masih pingsan tidak mengetahui tentang Kyoto yang telah menceritakan sebuah hal tentang dirinya dan juga Akira di masa lalu.
" Jadi laki-laki yang dicintai oleh kakakmu adalah kakek sih Ya Tuhan kenapa dunia begitu sempit?" tanya ibunya Kyoto seakan tidak mempercayai cerita dari putrinya.
"Saya pun tidak tahu kalau ternyata Takeshi dan Akira memiliki hubungan lalu sekarang di mana Akira?" tanya ibunya Takeshi menanyakan tentang wanita yang dicintai oleh putranya selama bertahun-tahun lamanya.
ibunya Takeshi tentu tahu tentang wanita yang dicintai oleh putranya yang bernama Akira.
Akira pernah diajak oleh Takeshi ke kediaman Yamada beberapa kali. Sehingga dia sudah mengenal sosok Akira yang sebenernya.
" Akhirnya sudah meninggal karena kanker otak yang dia Derita!" ucap ibunya Kyoto dengan mata berkaca-kaca karena dia kembali harus mengingat kejadian paling sedih dalam kehidupannya yaitu ketika Akira meninggal.
" Putri kami sudah meninggal!" ucap ayahnya Kyoto sambil menatap tajam kepada kedua orang tua Takeshi yang tampak masih bingung dengan cerita yang sesungguhnya antara putranya dan juga Akira.
" Kakakku tidak ingin merepotkan laki-laki yang dia cintai. Oleh karena itu dia sengaja mengarang sebuah cerita perselingkuhan dan dia juga meminta kepada Takeshi untuk meninggalkannya!" ucap Kyoto menjelaskan segalanya kepada kedua orang tua Takeshi.
" Jadi perempuan yang sudah membuat Putra kami menderita itu adalah Akira?" tanya ayahnya Takeshi sambil menatap kepada Kyoto yang saat ini menganggukan kepalanya.
" Takeshi dulu sangat hancur ketika tiba-tiba ditinggalkan oleh Akira. Dia bahkan setiap hari selalu pulang malam, keluar masuk klub manapun dan selalu membuat keributan di mana-mana! Semua itu karena kira yang meninggalkannya tanpa kabar berita dan tanpa alasan yang jelas!" ucap ayahnya Takeshi sambil menatap kepada Kyoto.
" Kau yakin kalau Akira adalah kekasih dari Putra kami?" tanya ibunya Takeshi sambil memegang tangan Kyoto yang terasa begitu dingin.
" Sebelum ke Akira meninggal Dia pernah mengatakan kepada Kyoto untuk menikah dengan Takeshi! Kak Akira sangat mencintai Takeshi oleh karena itu, tidak ada sehari pun dia lewatkan untuk tidak mendoakan kekasih yang dia cintai!" ucap Kyoto menceritakan tentang kakaknya yang selama ini selalu hidup sedih karena berpisah dengan Takeshi karena keadaan dirinya yang memaksa untuk melakukan hal seperti itu terhadap laki-laki yang dia cintai.
" Anakmu Sungguh sangat keterlaluan. Dia meninggalkan Putraku. Dengan keterpurukan yang luar biasa. Hampir saja aku kehilangan putraku. Kalau kami berhasil menyelamatkannya saat itu!" ibunya Takeshi kemudian menceritakan tentang Takeshi yang pernah mencoba untuk bunuh diri dengan mengkonsumsi narkoba secara overdosis.
" Ya Tuhan apakah benar ada kejadian semacam itu?" ucap Kyoto benar-benar tidak percaya dengan kenyataan tentang seorang Takeshi yang ternyata begitu mencintai kakaknya yang sudah meninggal saat ini.
__ADS_1