Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
134. Segera Sembuh ya


__ADS_3

Setelah Delia sampai di rumah sakit Dia kemudian langsung menemui Takeshi yang sedang menunggu keluarnya sang suami yang masih berada di ICU.


" Apa yang sebenarnya terjadi kepada suamiku? Kenapa pemeriksaannya begitu lama dan belum juga kembali dari sana!" tanya Delia dengan perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya.


" Entahlah Delia saya pun bingung sejak tadi dokter belum keluar sejak tadi!" ucap Takeshi sambil menyuruh Delia untuk mendekat kepadanya.


Sementara itu Kyoto yang menatap interaksi keduanya hanya bisa mengelus dadanya.


' Tampaknya Takeshi sangat menyayangi Delia terlihat dari tatapan matanya yang begitu tulus dan juga teduh!' batin Kyoto tapi dia tidak berani untuk mengungkapkan semuanya apa yang ada di dalam hatinya.


" Delia Mari kita berdoa agar suamimu baik-baik saja!" ucap Satria yang mengiringi putrinya untuk menemui Kaisar di rumah sakit.


" Ayo Sayang kau sebaiknya juga periksa kesehatanmu bukankah kau juga belum mengkonfirmasi tentang kehamilanmu kepada dokter?" tanya Satria kepada putrinya.


" Maafkan Delia Pah. Bagaimana Delia bisa diperiksa Kalau pikiran Delia saat ini sedang ruwet memikirkan keadaan Kaisar?" ucap Delia menolak keinginan ayahnya untuk dirinya diperiksa ke dokter dan mengkonfirmasi tentang kehamilan keduanya kepada ahli yang mengerti masalah itu.


" Nanti saja Pah kapan-kapan ya? Saat ini saya ingin fokus untuk merawat Kaisar!" ucap Delia menolak keinginan ayahnya.


" Ayolah Delia kau harus diperiksa. Agar nanti surat dari dokter itu bisa kau gunakan untuk menyenangkan hati suamimu yang akan memiliki anak lagi!" ucap Satria kepada putrinya.


" Benar Delia saya pun sependapat dengan ayahmu. Kau harus segera memeriksakan kondisi kehamilanmu jangan sampai ada apa-apa di dalamnya sehingga membuat kami menjadi cemas!" ucap Takeshi menasehati Delia untuk segera memeriksakan kehamilannya dan juga kondisi tubuhnya yang selalu tampak lemah dan drop.


Dengan berat hati akhirnya Delia pun menurut apa yang dikatakan oleh mereka semua yang menyayanginya untuk segera memeriksakan kehamilannya yang kedua.


" Selamat Nyonya Delia atas kehamilan anda yang kedua. Semoga kalian bisa hidup bahagia selamanya!" ucap dokter yang memeriskanya.


" Terima kasih Dokter atas doa anda. Semoga Allah mendengarkan semuanya. Saat ini Suamiku sedang berada di ICU dan sampai sekarang belum keluar dari sana!" ucap Delia dengan mata yang berkaca-kaca karena dia sangat sedih memikirkan keadaan suaminya yang sampai saat ini belum keluar dari Icu padahal sudah berjam-jam lamanya.

__ADS_1


" Saya doakan semoga suami Anda baik-baik saja sehingga dia bisa melihat anak kalian tumbuh dan besar!" ucap sang dokter sambil mengulas senyum kebahagiaan kepada Delia.


" Terima kasih Dokter saya akan menyampaikan kepada suami saya. Masalah kehamilan kedua ini, apabila suami saya sudah sembuh atau siuman dari pingsannya." ucap Delia sebelum dia berpamitan dari ruangan sang dokter yang baik kepadanya selama dia di Jepang dulu.


Dokter yang saat ini sedang memeriksa Delia adalah sahabat Delia sewaktu mereka berada di Jepang tampaknya sahabatnya Delia kembali lagi ke Indonesia sama seperti Delia.


" Yaa sudah dokter, saya permisi dulu!" ucap Delia berpamitan kepada dokternya yang juga merangkap sebagai sahabatnya.


Satria yang sejak tadi hanya diam saja melihat putrinya diperiksa oleh dokter. Hatinya saat ini merasa bahagia karena dia akan memiliki seorang cucu lagi.


" Terima kasih Dokter atas bantuan anda tolong Doakanlah agar cucuku sehat dan lahir dengan selamat!" ucap Satria sambil bersalaman dengan Dokter.


Delia sangat bahagia dan terus tersenyum karena ternyata dirinya memang benar-benar positif sedang hamil.


" Ayo kita kembali ke sana. Semoga saja suamimu sudah keluar dari ICU!" ajak Satria kepada Delia.


Stella yang telah berpura-pura menjadi Delia untuk menipu kedua orang tuanya sekarang sudah dibebaskan dan sudah kembali ke Indonesia.


Hingga saat ini. Satria dan Zahra belum berhasil untuk bertemu dengan Adrian. Adrian dan keluarga nya selalu bersembunyi dan menghindari keduanya.


" Papa senang sekali karena akan kembali memiliki seorang cucu. Semoga kalian bisa sehat-sehat! Nanti papa dan mama akan pindah ke Indonesia agar bisa bermain dengan cucu papa!" ucap Satria dengan penuh kebahagiaan.


" Iya Pah lakukan saja. Semua yang ingin Papa lakukan. Delia tidak keberatan sama sekali. Deka Pasti sangat senang kalau bisa selalu bersama dengan kalian!" Ucap Delia.


Ketika mereka sampai di depan ruang ICU.


Mereka tidak menemukan keberadaan Takeshi maupun yang lainnya.

__ADS_1


" Ke mana mereka semua?" tanya Delia.


" Sebentar papa akan menghubungi mamamu dulu!" Satria pun kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Zahra.


" Bagaimana keadaan Deka di sana? Apakah dia tidak rewel?" tanya Satria merasa khawatir dengan cucu dan istrinya.


" Alhamdulillah Deka baik-baik saja Pah! Bagaimana dengan kabar Kaisar dan Delia?" tanya Zahra merasa khawatir.


" Kalau Delia sudah selesai diperiksa dan sudsh positif hamil. Kami juga sudah mendapatkan obat agar kondisi Delia bisa lebih baik. Kalau untuk Kaisar, saat ini kami belum mengetahui kabarnya. Sebentar ya Mah. Papa harus mencari dulu keberadaan Takeshi dan kedua orang tuanya!" ucap Satria kepada istrinya.


" Baiklah Pah! Papa harus hati-hati ya? Jangan lupa untuk beristirahat dan jangan terlalu di porsir. Ingat papa itu sudah tidak muda lagi!" ucap Zahra mengingatkan suaminya.


" Iya mah. Mama tenang saja. Papa paham dengan kondisi tubuh papa. Ya udah Mama juga istirahat ya? Papa akan mencari dulu Takeshi dan keluarganya untuk menanyakan keberadaan dan kondisi Kaisar saat ini!" Satria yang kemudian menutup panggilan telepon tersebut dan mulai mencari keberadaan Takeshi dan juga keluarganya.


" Pah kita ke bagian administrasi saja. Siapa tahu suamiku sudah dipindahkan ke ruang perawatan dan mereka sudah ada di sana!" ucap Delia memberikan saran kepada Satria.


" Kamu benar sayang! Pasti suamimu sudah ada di ruang perawatan dan pasti mereka saat ini sedang menemani suamimu di sana!" ucap Satria sambil tersenyum kepada putrinya.


Satria kemudian mendorong kursi roda milik Delia karena kondisi Delia yang belum stabil tidak bisa berjalan terlalu lama.


" Apakah mama setuju kalau misalkan kalian benar-benar tinggal di Indonesia?" tanya Delia.


" Nustru Ide ini berasal dari mamamu!" ucap Satria sambil tersenyum.


" Alhamdulillah kalau seperti itu Pah. Saya senang sekali!" ucap Delia merasa sangat bahagia. Karena dia akan berkumpul kembali dengan keluarganya yang telah dipisahkan hampir lebih dari 25 tahun gara-gara Adrian yang menculik dia sejak dia lahir.


" Terima kasih ya Pah Karena papa sudah hadir kembali dalam kehidupan Delia!" ucap Delia sambil mengelus tangan ayahnya yang sangat dia rindukan selama puluhan tahun lamanya.

__ADS_1


" Dulu Delia berpikir bahwa Delia adalah anak yang dibuang dan tidak di cintai oleh Papa dan Mama!" ucap Delia dengan mata berderai.


__ADS_2