Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
57. Kemarahan Kaisar


__ADS_3

Kaisar langsung masuk menuju ruangan kerjanya, begitu dirinya sampai di kantor perusahaannya. Sekretarisnya langsung datang tergopoh-gopoh menemui Kaisar.


"Cepat katakan apa yang dibutuhkan oleh pria tua itu!" ucap Kaisar langsung to the point.


"Tuan Benjamin meminta kepada anda, untuk tidak menarik investasi kita di perusahaan yang dia pimpin!" ucap sekretarisnya Kaisar.


"Apa kau sudah menjelaskan kepadanya alasan kenapa kita menarik investasi kita di perusahaan dia?" tanya Kaisar dengan emosinya yang memuncak saat ini.


"Saya sudah menjelaskannya, Tuan. Tetapi dia bersikeras untuk menemui Anda langsung!" ucap sekretarisnya itu dengan takut-takut.


"Cepat suruh Pak Tua itu datang ke kantorku. Karena aku tidak bisa berlama-lama di kantor saat ini!" ucap Kaisar sambil terus mengetukkan pulpennya di atas meja.


Tidak lama kemudian, muncul seorang laki-laki tua yang rambutnya sudah memutih dan masuk ke dalam ruangannya Kaisar.


"Cepat kau katakan apa yang kau inginkan dariku?" tanya Kaisar sambil menatap tajam ke arah laki-laki yang bernama Benjamin itu.


"Saya mohon agar anda tidak menarik investasi anda di perusahaan saya. Kami bisa kolaps dan hancur dalam seketika!" ucap laki-laki itu dengan penuh permohonan kepada Kaisar.


Kaisar menatap pria itu dengan sinis dan tatapan mata yang begitu membunuh.


"Kalau kau tahu, bahwa jika aku menarik investasi di perusahaanmu, maka akan membuat perusahaanmu kolaps. Lalu kenapa kamu tidak fokus dan kamu tidak serius untuk mengelola uang yang aku investasikan di sana? Kau malah sibuk berbelanja bersama istrimu dan berekreasi ke sana kemari bersama wamita simpanan kamu. Hanya untuk menghabiskan uang investasi yang aku berikan di perusahaanmu!" ucap Kaisar sambil melemparkan berkas-berkas yang ada di hadapannya kepada laki-laki tersebut.


Dengan tangan gemetar, laki-laki tua itu pun membaca semua berkas yang ada di hadapannya. Di sana menampilkan semus bukti-bukti tentang dirinya dan juga istrinya, yang telah menggunakan uang investasi yang diberikan oleh perusahaan Kaisar di perusahaannya secara semena-mena untuk urusan pribadi.

__ADS_1


"Maafkan kami Tuan! Kami berjanji kami tidak akan mengulangi lagi hal seperti ini!"? ucap pria itu mencoba untuk meyakinkan Kaisar agar tidak menarik uang investasi yang sudah ditanamkan di perusahaannya.


"Percuma kau melakukan semua itu karena hatiku sama sekali tidak tersentuh olehnya!" ucapkan sambil melotot ke arah pria tersebut.


"Tuan Saya memiliki seorang putri yang sangat cantik. Apakah anda bersedia kalau saya menikahkan putri saya dengan anda? Dan Anggaplah investasi itu menjadi impas dan Tuan tidak akan mengungkitnya lagi!" ucap pria tua itu mencoba untuk memberikan penawaran kepada Kaisar.


Kaisar menatap pria itu dengan sinis, Kaisar kemudian melemparkan satu buah berkas lagi ke arah pria tersebut.


"Itu adalah segala hal tentang putrimu. Kau lihatlah! Semoga saja kau tidak jantungan karenanya!" ucap Kaisar kemudian beranjak dari kursinya dan meninggalkan pria itu seorang diri di kantornya.


Pria tua itu dengan tangan gemetar, kemudian membuka berkas yang padu dilemparkan oleh kaisar ke arahnya.


Matanya melotot dengan sempurna, ketika melihat begitu banyak tumpukan foto-foto tentang putrinya. Yang sedang bermesraan dengan beberapa orang laki-laki yang berbeda hampir di setiap momennya.


Begitu pria itu sampai di rumahnya, dia pun langsung mencari putrinya yang sedang tertidur di kamarnya.


"Bangun kau Jasmine! Begitu lancang kau berbuat seperti ini terhadap ayahmu!" ucap Benjamin kepada putrinya yang masih terlelap tidur di ranjangnya, sambil melemparkan semua foto-foto yang ada di dalam berkas yang tadi dia bawa dari kantornya Kaisar.


Jasmine yang terkejut dengan kedatangan ayahnya, dia pun kemudian bangun dan duduk di dashboard ranjangnya.


"Kau Jelaskan semua foto-foto itu kepada Papa!" ucapnya dengan melebarkan matanya, menatap sang putri yang tampak terkejut melihat semua foto-foto yang berserakan di atas ranjangnya saat ini.


"Dari mana Papa bisa mendapatkan semua foto-foto ini. Apakah Papa mata-mataiku?" tanya Jasmine dengan melebarkan matanya, sangking terkejutnya melihat semua foto-foto dirinya bersama beberapa orang laki-laki yang berbeda.

__ADS_1


"Kau jelaskan saja. Apa maksud dari semua foto-foto itu? Apa kau tahu kau telah membuat papamu malu di hadapan Tuan Kaisar? Yang tadinya akan Papa jodohkan denganmu!" ucapkan Benjamin sambil duduk di sofa yang ada di kamar putrinya.


"Tuan Kaisar? Maksud Papa adalah owner dari Kaisar Corporation?" tanya Jasmine melebarkan matanya.


"Kalau kau menikah dengan laki-laki itu, maka masa depanmu akan cerah dan keluarga kita pun tidak akan terhimpit masalah apapun lagi!" ucapkan Benjamin sambil menatap wajah putrinya.


"Serahkan saja pada Jasmine, Pah! Jasmine pasti bisa menarik perhatian dia dan menaklukkannya ke dalam pelukan Jasmine!" ucap Jasmine dengan senyumnya yang sangat menawan.


Benjamin menarik nafasnya dengan dalam dan menatap putrinya dengan penuh amarah.


"Setelah Tuan Kaisar melihat semua foto-foto itu, apakah kau pikir dia berminat untuk menikahi kamu? Seorang wanita liar yang menjajakan tubuhnya kepada hampir semua laki-laki yang ada di foto itu. Kau benar-benar membuat papamu ini malu!" ucap Benjamin sambil meninggalkan putrinya di kamarnya dan menutup pintunya dengan keras.


Setelah ayahnya meninggalkan dirinya tampak Jasmine berfikir dan merenungkan apa yang dikatakan oleh ayahnya itu.


"Bagaimana mungkin seorang owner dari Kaisar corporation, memiliki semua foto-foto ini dari mana dia mendapatkannya? Apakah selama ini dia terus menguntitku?" Jasmine kemudian memunguti semua foto-foto dan juga beberapa berkas yang tertulis di sana.


Jasminese membaca semua berkas-berkas itu dan matanya melotot sempurna. Karena di sana tertulis semua data-data tentang dirinya tentang hubungan-hubungannya bersama pria-pria yang ada di foto tersebut.


"Wah laki-laki ini benar-benar menakutkan! Dia mengetahui semua tentang diriku. Apakah dia seorang penguntit ataukah dia adalah penggemar rahasiaku? Kenapa dia bisa mengetahui semua kehidupanku?" tampaknya Jasmine begitu gede rasa melihat semua berkas-berkas itu dia berpikir bahwa Kaisar tertarik kepadanya.


Padahal semua itu adalah sifat alami seorang Kaisar. Yang akan selalu menyelidiki segala hal tentang orang-orang yang dia berikan investasi kepada perusahaan mereka.


Kaisar bahkan memiliki detektif-detektif handal yang dia dikerahkan ketika menyelidiki calon-calon perusahaan yang akan dia investasikan uang di sana. Hal itu dia lakukan untuk menghindari kecurangan dan ketidakjujuran perusahaan yang dia percayakan uangnya. Sehingga hal itu akan mampu meminimalkan risiko gagalnya investasi yang dia berikan kepada perusahaan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2