Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
101. Kyoto oh Kyoto


__ADS_3

Bukankah kemarin Kyoto sudah dibawa pergi oleh kedua orang tuanya dan kembali ke Jepang?


Flash back on


Kyoto yang dipaksa di bawa pulang oleh kedua orang tuanya. Akhirnya hanya bisa mengeluh pasrah dengan nasibnya yang harus merelakan cintanya terhadap Kaisar.


Hari berganti hari dan minggu berganti minggu. Kyoto melakukan sandiwara anak berbaktinya dengan sangat baik di hadapan kedua orang tuanya. Sehingga akhirnya bisa meyakinkan ayah dan ibunya bahwa dia telah berubah dan sudah berhasil melupakan cinta bodohnya untuk Kaisar.


"Pah Kyoto pengen sekali belajar berbisnis. Apakah Papa mengizinkan kalau Kyoto mengelola perusahaan Papah yang ada di Indonesia? Sayang kan Pah kalau perusahaan itu hanya dikasih ke manajemen profesional yang kita tidak tahu bagaimana kinerja dan mereka dan kejujuran mereka terhadap kita!" ucap Kyoto memulai aksinya untuk membujuk sang ayah agar membiarkan dia mengelola perusahaan ayahnya yang ada di Indonesia.


Kyoto ingin melancarkan aksinya agar bisa kembali ke Indonesia dengan gagah dan bangga karena diizinkan secara resmi oleh ayahnya dengan bungkus mengelola perusahaan milik keluarganya.


"Apa kau yakin? Lalau keinginanmu itu hanya sekedar ingin belajar berbisnis, buh? Bukan karena kau ingin merealisasikan cinta gila mu terhadap Kaisar yang sudah punya anak istri? Owner dari Kaisar Corporation?" tanya ayahnya Kyoto dengan tatapan tajam Yang menyorot wajah Kyoto.


Kyoto yang memang sudah bertekad agar mendapatkan izin untuk pergi ke Indonesia secara terhormat pun secara hebat dan pintar menghapuskan rasa cinta di hatinya terhadap Kaisar seketika itu sehingga membuat ayahnya tidak curiga dengan niat udang dibalik terigunya.


"Apakah Papa melihat selama 1 bulan ini Kyoto melakukan sesuatu tentang Kaisar, tidak kan? Kyoto fokus belajar bisnis dengan papa, betul atau tidak?" tanya Kyoto sambil menggoyang-goyangkan lengan ayahnya dengan perilaku manjanya.

__ADS_1


Ayahnya Kyoto paling tahu. Kalau Putrinya sudah melakukan hal seperti itu, berarti ada keinginannya yang harus dia kabulkan.


"Baiklah Kyoto papa akan mencoba untuk mempercayai kamu. Tapi satu kali kau berkhianat terhadap Papa. Jangan harap papa akan percayaimu selamanya! Kalau Papa sampai tahu kau berbuat aneh-aneh terhadap Kaisar dan juga istrinya. Papa akan pastikan hari itu juga kau akan papa nikahkan dengan anak dari sahabat papa!" ancam ayahnya Kyoto dengan wajah garangnya sehingga membuat Kyoto nyalinya ciut seketika.


"Tenanglah Pah! Kyoto ini gadis yang cantik dan banyak talenta yang Kyoto miliki. Ngapain menghabiskan waktu untuk mendapatkan laki-laki yang sudah beristri? Betul tidak Pah?" ucap Kyoto sambil menaik turunkan alisnya mencoba menyakinkan ayahnya bahwa dia memang sudah benar-benar membuang rasa cintanya terhadap Kaisar.


'Tenang Papa sayang! Setelah aku sampai di Jakarta. Akan kupastikan Papa kehilangan akses untuk bisa mengawasiku!' batin Kyoto dengan senyum licik yang tergambar jelas di wajahnya ketika dia meletakkan kepalanya di pelukan sang ayah yang selalu mencintai dan menyayanginya.


Akhirnya dengan izin ayahnya Kyoto. Dia pun berangkat dengan penuh kebanggaan menuju Indonesia. Sebagai perwakilan dari sang ayah untuk mengelola perusahaan milik keluarga mereka yang ada di Indonesia.


Sudah selama satu minggu Kyoto berada Indonesia. Tetapi dia tetap tidak melakukan gerakan apapun. Karena dia tahu bahwa masih ada orang-orang ayahnya yang selalu mengawasi dirinya dari kejauhan.


Setelah 1 bulan berada di Indonesia Kyoto yang menyadari bahwa semua mata-mata ayahnya sudah menghilang dari lingkup hidupnya. Kyoto mulai beraksi lagi. Dia mulai kembali lagi mencari informasi tentang Kaisar melalui seorang detektif yang dia bayar dengan mahal.


Flash back off


Berkat informasi dari sang detektif itulah, membuat Kyoto ada di hadapan perusahaan Kaisar sekarang. Tetapi Kyoto merasa kesal dan jengkel. Ketika dia pertama kali menginjakkan kakinya di lobby Kaisar corporation. Tiba-tiba saja melihat Delia dan Kaisar yang begitu mesra di hadapan umum.

__ADS_1


Walaupun Kyoto pernah bekerja di perusahaan itu. Akan tetapi sekarang tidak ada yang mengenalinya lagi. Karena sekarang Kyoto berpenampilan glamour khas wanita sosialita. Tidak seperti yang dulu, dia berpenampilan sebagai seorang cleaning service yang lecek dan dekil. Itu semua dia lakukan demi sebuah penyamaran agar tidak dicurigai oleh Kaisar maupun para detektif suruhan kedua orang tuanya.


Dengan pandangan penuh rasa cemburu. Kyoto kemudian mengikuti kemanapun Kaisar dan Delia pergi. Hatinya yang panas membara membuat dia tidak sanggup lagi untuk membiarkan kemesraan mereka berdua.


"Aku harus segera bertindak untuk memisahkan mereka berdua. Aku tidak suka melihat mereka begitu bahagia. Pokoknya Kaisar hanya boleh menjadi milikku!" ucap Kyoto kemudian dia mulai melakukan rencana yang sudah dia susun sejak tadi.


"Segera kau datangi meja nomor 12 dan ingat dengan tugas yang kuberikan padamu. Kalau kau berhasil, maka bonus besar pasti akan aku kirimkan ke rekeningmu!" perintah Kyoto kepada seseorang yang ada di seberang sana yang saat ini sedang duduk tidak jauh dari meja Kaisar dan Delia.


"Baiklah Bos! Kau bisa mempercayakannya padaku. Aku ini selama di Jepang adalah seorang aktris yang terkenal. Hal seperti ini gampang lah Bos! Kau bisa percaya padaku! Tapi ingat dengan janjimu ya bos. Kalau kau akan memberikan kontrak eksklusif untuk iklan di perusahaanmu di musim mendatang kepadaku!" ucap wanita bergaun seksi itu. Sambil tersenyum penuh gairah sambil menatap ke arah Kaisar yang begitu tampak mempesona baginya.


"Kau tenang saja! Semuanya bisa diatur. Yang penting kau harus bisa mengerjakan misimu dengan berhasil. Kau harus memisahkan mereka berdua. Agar aku bisa masuk dalam kehidupan Kaisar dengan mudah! Dia adalah laki-laki yang aku cintai!" ucap Kyoto dengan senyum licik yang tergambar jelas di wajahnya tidak henti-hentinya dia menatap Kaisar dengan tatapan lapar.


"Tenanglah Bos Serahkan semuanya padaku kau tinggal menunggu hasilnya saja!" ucap artis Picisan tersebut meyakinkan Kyoto bahwa dia adalah seorang profesional.


"Sudah hentikan semua Omong kosongmu! Cepat kerjakan tugasmu. Aku sudah muak melihat mereka yang selalu mengumbar kemesraan di manapun!" ucap Kyoto kemudian dia langsung menutup panggilan telepon tersebut agar artisnya tersebut bisa segera melaksanakan aksinya.


"Tenang saja aku pasti bisa membuat mereka berpisah. Setelah itu aku bisa merebut laki-laki itu dari tangan Kyoto. Asalkan aku bisa mendapatkan laki-laki itu. Semua yang kuinginkan pasti hanya tinggal menjentikkan jari saja!" ucap wanita yang tadi berbicara dengan Kyoto bermonolog dirinya sendiri.

__ADS_1


Wanita bernama Ayumi itu. Selama di Jepang, merupakan seorang artis figuran yang selalu memerankan sebagai bintang pelakor dalam hampir setiap film-film yang dia bintangi. Oleh karena itu, dia merasa percaya diri ketika diberikan tugas seperti itu oleh Kyoto saat ini.


__ADS_2