Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
43. Delia Ke Turkey


__ADS_3

"Jangan begitu Delia. Kami tidak apa-apa. Toh, Deka juga adalah keturunan Ayahku. Melindungi dia juga merupakan bagian tugas dari kami. Kalau kamu memang tidak menginginkan untuk tinggal bersama Kaisar, maka itu pasti ada alasannya. Saya bersedia untuk menolongmu untuk jauh dari Kaisar.


" Aku ingin jauh darinya. Aku akan pergi dari sini. Supaya Kaisar tidak menganggu keluargamu lagi." ucap Delia.


"Jangan begitu Delia, keluargaku juga adalah keluargamu. Kau adalah keluarga dari Yamada. Kau menantu dari Ayahku dan Deka adalah cucu dari ayahku. Bukankah Kaisar adalah anak dari ayahku?" ucap Takeshi.


"Aku tidak ingin memberikan masalah lagi untuk kalian. Entah Kaisar akan melakukan apalagi. Kalau dia tahu aku ternyata bersama kalian. Sudahlah! Kau harus membiarkan aku untuk pergi dari sini. Karena itulah jalan yang terbaik untuk kedamaian semua orang!" ucap Delia.


"Kau ingin pergi ke mana? Katakan ke padaku." tanya Takeshi. Delia diam sebentar. Tampak berpikir.


"Turkey?" ucap Delia, Takeshi mengerutkan keningnya.


"Kenapa?" tanyanya.


"Aku ingin tinggal di sana. Dan memulai hidup baruku di sana!" ucap Delia.


"Baiklah! Aku akan menemanimu. Kau jangan khawatir aku tidak akan membiarkan kamu sendirian. Dalam mengurus Deka. Aku akan selalu bersama kamu." ucap Takeshi.


"Ayolah, Takeshi! Kau jangan bersikeras seperti itu. Kalau sampai Kaisar tahu, kau bersamaku. Maka Kaisar pasti akan menghancurkan lagi perusahaan Yamada. Aku akan merasa bersalah dengan hal seperti itu. Tolonglah, aku! Biarkan aku tinggal sendiri bersama anakku. Aku akan memulai bisnis di sana. Kalau kamu mau membantuku, mungkin kau bisa membantuku dengan itu!" ucap Delia tampak tersipu malu.


"Baiklah aku akan mengantarkanmu ke Turki. Kemudian aku akan membantumu untuk membangun bisnis baru. Agar kalian bisa hidup mandiri di sana. Setelah itu, aku akan kembali ke Jepang. Jadi, Kaisar tidak akan curiga tentang Keberadaanmu. Ok? Nanti aku akan mengantarmu menggunakan pesawat komersial, biar menghindari pengawasan Kaisar dan anak buahnya." ucap Takeshi.


"Kenapa, memangnya?" tanya Delia tampak bingung.


"Anak buah Kaisar, mereka mengawasi semua hal tentang kami. Bahkan, sekarang pesawat pribadi Kami pun, tidak lepas dari pantauannya. Oleh karena itu, aku tidak bisa mengantarmu menggunakan itu. Jadi, nanti kita berdua akan menggunakan pesawat komersial. Dan aku akan membuatkan dokumen-dokumen untukmu, sehingga nanti namamu tidak akan terlacak oleh mereka." ucap Takeshi.

__ADS_1


"Terima kasih banyak Takeshi, karena kau sudah banyak membantuku, untuk lari dari Kaisar. Aku akan mengingat ini semua dalam hidupku!" ucap Delia dengan mata berkaca-kaca. Takeshi mengelus tangan Delia.


"Sudahlah! Aku tidak apa-apa. Ayo kita bersiap untuk pergi dari sini. Kita akan pergi melewati jalan rahasia. Sehingga kepergian kita tidak terlacak oleh anak buahnya Kaisar yang selalu berjaga di rumah sakit ini." Delia mengangguk dan bersiap untuk pergi dari sana.


Setelah semuanya siap Delia dan Takeshi serta Deka langsung meninggalkan Rumah Sakit melalui jalur rahasia. Jalur yang hanya diketahui oleh Takeshi dan beberapa orang saja di rumah sakit itu. Jalur itu memang disediakan untuk hal-hal darurat seperti ini.


"Wah! Aku tidak tahu, kalau rumah sakit ini memiliki jalur seperti ini. Sungguh, arsiteknya sangat luar biasa!" puji Delia. Terkagum-kagum dengan jalur rahasia itu.


"Aku yang mendesain semua ini. Aku sadar, kalau keluargaku, bukanlah keluarga biasa. Pasti akan selalu ada musuh yang ingin menghancurkan kami. Oleh karena itu, aku sengaja membangun jalur ini. Sebagai jalur melarikan diri dan bersembunyi serta untuk melindungi keluargaku!" ucap Takeshi.


Di ujung lorong jalur itu, telah tersedia sebuah mobil yang sudah menunggu mereka. Tampaknya, Takeshi tadi masuk juga melalui jalur itu. Oleh karena itu, anak buah Kaisar tidak bisa melacak keberadaannya sekarang.


"Aku tadi melalui jalur ini. Karena di semua pintu masuk dan jalan keluar. Semuanya di pantau oleh Kaisar. Suamimu sungguh luar biasa. Kami sudah seperti penjahat kelas kakap saja rasanya. Hahahaha!" ucap Takeshi Sambil tertawa-tawa.


"Dalam situasi seperti ini pun, kau masih bisa tertawa. Hidupmu sungguh benar-benar mudah sekali Takeshi!" cibir Delia, sambil melirik Takeshi yang kini mendorong kursi roda. Delia baru saja melahirkan. Kondisinya belum terlalu stabil. Sehingga Delia lihat tidak diizinkan untuk berjalan terlalu jauh. Sehingga Takeshi menganjurkan untuk menggunakan kursi roda!


"Bagaimana kabar ayahmu saat ini?" tanya Delia.


"Ayahku sedang sakit. Dia di rumah sakit saat ini. Ibuku yang mengurus dia. Kau tidak usah khawatir!" ucap Takeshi. Delia tampak berpikir.


"Kehadiranku, benar-benar sangat merepotkan kalian. Aku mohon maaf ya? Seandainya kalian tidak bertemu denganku, pasti hidup kalian akan baik-baik saja tidak perlu diteror oleh Kaisar seperti ini." Delia mulai bersedih hati nya. Mengingat begitu banyak kerugian yang sudah ditanggung oleh keluarga Takeshi karena melindungi dia.


"Sudahlah, jangan mulai lagi! Ayo, pesawat kita akan segera lepas landas!" ucap Takeshi.


"Apa?" Delia terkejut.

__ADS_1


"Aku tadi sudah menelpon sekretarisku di kantor. Untuk memesankan dua tiket ke Turki. Dan pesawatnya, sebentar lagi akan segera berangkat. Oleh karena itu, kita tidak bisa berlama-lama di sini. Ayo cepat!" Delia bergegas masuk ke mobil dan kemudian Takeshi langsung tancap gas, untuk menuju bandara.


Tampak ketegangan di wajah Takeshi,dia khawatir kalau anak buahnya kaisar bisa melacak keberadaan mereka berdua. Walaupun sekarang Takeshi menggunakan mobil sekretarisnya, tetapi tetap saja. Ada rasa ketakutan itu. Adrenalinnya berpacu dengan kencang.


"Aku juga sudah meminta kepada sekretarisku, untuk menyiapkan sebuah apartemen di Turki dan juga sudah membeli sebuah restoran di sana. Apakah kau bisa mengelola sebuah restoran?" tanya Takeshi.


Delia tampak berpikir sejenak. Kemudian Delia menatap Takeshi dalam-dalam. Takeshi tampak bingung dengan reaksi Delia tersebut. "Ada apa??" tanyanya.


"Apa kau seorang cenayang?" tanya Delia bingung.


"Maksudnya?"


"Iya! Apakah kau seorang cenayang? Bagaimana mungkin, kau tahu apa yang ingin aku lakukan di Turki, tanpa bertanya dulu kepadaku?" tanya Delia terkagum-kagum.


"Kau itu kan, suka memasak. Dan, Masakanmu enak sekali jadi, aku pikir, keahlianmu pasti adalah memasak. Ya, kan?" tanya Takeshi dengan antusias.


"Binggo!" ucap Delia senang. Takeshi tersenyum.


"Aku senang kalau kamu tidak keberatan dengan apa yang sudah saya persiapkan, untuk kehidupan kamu nanti di Turki. Kamu harus ingat! Jika ada kebutuhan, apapun, kau harus menghubungiku. Jangan pernah sungkan denganku. Karena aku bukan orang lain. Kita adalah keluarga. Dan, aku pasti akan selalu membantumu dalam situasi apapun!" ucap Takeshi. Delia mengangguk.


"Terima kasih banyak Takeshi! Atas semua dukungan yang sudah kalian berikan kepadaku. Aku pasti akan selalu mengingatnya. Aku pasti akan menceritakan kepada Putraku, tentang kamu dan juga keluargamu!" ucap Delia.


"Aku akan berusaha, untuk mencari cara. Agar aku bisa tinggal di Turki juga bersama kamu. Tanpa perlu untuk mengundang kecurigaan Kaisar. Jangan khawatir, kau tenang-tenanglah di sana. Cepat atau lambat, aku pasti akan menyusulmu ke sana!" janji Takeshi yang di setujui oleh Delia. Delia bahagia sekali, memiliki seorang Takeshi di saat-saat tersulit hidupnya.


Setelah mereka berdua sampai di bandara, mereka langsung naik ke pesawat yang akan membawa mereka ke Turki. Tanpa mengundang kecurigaan dari anak buah Kaisar. Karena saat ini, Takeshi dan Delia menggunakan penyamaran, sehingga tidak kentara oleh anak buah Kaisar. Delia melihat Kaisar dari kejauhan, tampak sedang berbicara dengan seorang wanita.

__ADS_1


"Sofia?" tanya Delia tanpa sadar. Air mata Delia mengalir begitu saja. Entah kenapa hati Delia merasa sakit saat ini.


__ADS_2