
Kaisar sekarang menggenggam kedua tangan Delia yang terasa begitu dingin di tangannya.
"Ayo kita kembali ke mensionku. Aku sudah tidak sabar untuk kita hidup bersama lagi sebagai suami dan istri. Deka juga pasti merindukan untuk bisa berkumpul bersama dengan ayahnya!" ucap Kaisar sambil mencium tangan Delia agar lebih hangat.
"Sabarlah! Ini masih tengah malam. Apakah kau tidak mengantuk? Kau tidurlah dulu di sini. Masih Ada Waktu 2 jam untuk matahari terbit!" ucap Delia sambil menatap tajam kepada Kaisar.
"Oke, oke ,oke? Baiklah, sayang! Aku akan tidur di kamar ini, asalkan bersamamu dengan kamu!" ucap Kaisar dengan senyum hasilnya yang selalu membuat Delia bertekuk lutut kepada suaminya.
"Baiklah, aku akan mengunci pintu restoran dulu. Tadi aku lupa tidak menguncinya. Semua gara-gara kamu, sayang! Semuanya jadi terlupa!" ucap Delia tersenyum.
"Kau mandilah dulu, sayang! Kau bersihkan tubuhmu yang kotor dan berkeringat itu. Sambil menungguku untuk mengunci pintu restoran. Kau bisa menggunakan pakaian training milikku. Walaupun aku tidak tahu, pakaian itu akan mau di tubuh jangkung kamu atau tidak!" ucap Delia sambil terkekeh, saat menatap sang suami yang saat ini malah kebingungan.
"Aku bisa pulang dulu ke apartemenku. Jaraknya juga kan tidak terlalu jauh dari sini. Aku akan mandi di sana dan mengganti pakaianku di sana!" ucap Kaisar.
"Oh, Ayolah, sayang! Apakah kau tidak lelah untuk pergi ke apartemenmu sekarang? Untuk sampai ke sana, kau harus kedinginan di jalan. Kau mandi saja di sini. Tidak apa-apa, sayang! Aku yakin kok training itu masih muat di badanmu, walaupun sedikitnya kekecilan!" ucap Delia sambil tersenyum. Dia merasakan sedikit geli ketika dia sedang membayangkan suaminya menggunakan pakaiannya.
Ketika melihat Kaisar akan berkata sesuatu Delia langsung memotong perkataan itu.
"Cepat kau mandi! Karena aku tidak mau dibantah olehmu sekarang! Atau Aku tidak akan mau lagi ikut denganmu untuk kembali ke mension!" ancam Delia dengan mata tajam menatap Kaisar. Dengan kedua tangannya yang sudah berkacak pinggang.
"Baiklah! Baiklah, sayangku! Aku akan segera menurutimu. Sudah kau cepat sana pergi, untuk mengunci restoranmu. Aku takut kalau nanti ada apa-apa. Aku sekarang mandi ya?" ucap Kaisar akhirnya mengalah kepada Delia.
Biarlah Aku mengalah dulu pada istriku. Akan sangat ribet dan ruwet urusannya kalau sampai dia tidak mau kembali ke mensionku. Pasti aku akan menemukan kesulitan lagi untuk mencari dia. Ya Allah! Sungguh sangat sulit untuk menaklukkan Istriku yang satu ini!
Kaisar kemudian langsung menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya Delia.
Sementara itu, Delia pergi ke restoran dan mulai mengunci pintu restoran. Delia memastikan bahwa restoran sudah kembali seperti sedia kala. Sebelum terjadi gempa bumi yang gara-gara diakibatkan oleh Kaisar.
Delia tersenyum sekilas, saat dia kembali membayangkan pergulatan panasnya bersama sang suami di tempat itu.
__ADS_1
"Dia selalu begitu, kalau bertemu denganku! Selalu kesulitan untuk mengontrol dirinya sendiri. Dia sangat lucu dan menggemaskan!" ucap Delia bermonolog dengan dirinya sendiri dia tidak menyadari bawah Kaisar sudah ada di belakangnya saat ini.
"Sayang, Siapa yang kau bilang lucu dan menggemaskan?" tiba-tiba Kaisar sudah mengejutkan Delia.
" Ya Allah, sayang! Apa kau tahu? Kau hampir saja membuat jantungku copot!" ucap Delia sambil terus mengurut dadanya yang sejak tadi bergemuruh dengan kencang. Karena saking kagetnya tiba-tiba saja Kaisar sudah ada di belakangnya.
"Aku sudah memanggilmu berkali-kali dari tadi. Tapi tampaknya Kau terlalu asik untuk melamun. Sehingga tidak mendengarkan panggilanku!" ucap Kaisar sambil memeluk tubuh istrinya yang selalu menjadi candunya.
"Ya, sudah! Sekarang ayo kita tidur! Sebentar lagi sudah subuh. Aku pun sudah sangat mengantuk.Ah, bisa-bisa restoranku pagi ini pasti tutup gara-gara kau!" ucap Delia mendesah frustasi karena memikirkan bahwa restorannya bakalan tutup pada hari ini.
"Tenanglah, Sayang! Aku akan mengganti semua kerugianmu hari ini, kalau sampai restoranmu tutup gara-gara aku. Aku juga bisa kok menggantinya 10 kali lipat!" ucap Kaisar sambil memeluk tubuh istrinya yang sangat di cintai.
"Kau selalu saja menyelesaikan apa-apa dengan uang. Apa kau pikir uang itu bisa membeli segalanya?" ucap Delia ketus sambil dia meninggalkan Kaisar yang saat ini masih terpesona melihat sang istri yang masih juga galak terhadap dirinya.
Pesona Istriku memang luar biasa. Aku sudah benar-benar terpenjara di dalam pesonanya. Tidak ada yang bisa menyamai dia di dunia ini. Diaa hanya satu-satunya dan aku pasti akan mencintai dia selamanya.
"Aku sama sekali tidak silau dengan hartamu! Yang aku butuhkan adalah kamu bisa menjaga perasaanku dan menghargaiku sebagai istrimu!" ucap Delia sudah mulai bersiap untuk tidur.
"Untuk apa berlimang harta, kalau hidup harus tertekan dan juga tidak tenang. Karena harus terus memikirkan tentang segala kemungkinan kau sedang tidur dengan perempuan lain!" ucap Delia sambil melirik tajam kepada suaminya.
"Percayalah padaku, sayang! Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu. Walaupun aku bukan orang yang taat agama. Tetapi aku tahu mana yang salah dan benar. Aku selama ini selalu menjaga kesucian cintaku padamu!" ucap Kaisar sambil berbaring di sisi Delia.
"Ayo kita tidur! Aku sudah lelah sekali. Besok bisa kita lanjutkan lagi semua pembicaraan ini?" ucap Delia sambil terus menguap.
Pantas kalau Delia terus menguap dan merasakan kantuk yang luar biasa. Karena semalaman ini dia belum tidur sama sekali.
Karena terus diganggu oleh kaisar selama seharian ini. Wajar kalau sekarang Delia langsung jatuh lelap dalam pelukan Kaisar.
Kaisarpun sama. Dia pun langsung tertidur lelap begitu membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Kedua insan yang sudah lama dipisahkan itupun akhirnya terlelap tidur dalam pelukan pasangan yang mereka rindukan selama ini.
__ADS_1
Sementara itu di luar restoran di kegelapan malam. Tampak seorang perempuan sedang menggeram kesal. Ketika dia menatap restoran Delia. Matanya penuh dengan dendam dan kebencian. Saat dia tanpa sengaja telah menyaksikan segala apa yang terjadi di dalam restoran itu.
"Kurang ajar! Berani sekali dia kini telah kembali ke dalam kehidupan Kaisar. Akan kupastikan bahwa mereka tidak akan bersama lagi!" ucap Stella sambil terus mengepalkan kedua tangannya.
Stella menggeram dan mengepalkan kedua tangannya sampai buku-buku jarinya kini telah memutih. Karena sangking kesalnya dia, ketika melihat Delia yang kini sudah kembali berbaikan dengan Kaisar, sang suami yang sangat ingin dia rebut dari Delia.
Stella kemudian mengendarai mobilnya dan segera kembali ke kediaman kedua orang tuanya. Perasaan kesal dan jengkelnya dia bawa sampai ke dalam rumah.
"Kamu kenapa pulang malam sekali Stella, dari mana kau?" tiba-tiba saja suara ayahnya Stella sudah menginterupsi telinga Stella. Saat kedatangan Stella dari luar yang kini sedang menuju ke dalam kamarnya.
"Stella sibuk di luar, Pah! Kerja! Emangnya Stella ini orang pengangguran? Banyak pekerjaan Stella di luar! Papa tidak usah khawatir!" jawab Stella dengan nada ketus dan dia langsung meninggalkan ayahnya sendirian di ruang tamu.
"Dasar papa! Dia selalu saja usil dengan kehidupanku padahal aku tidak pernah mengurusi kehidupan dia!" ucap Stella dengan marah-marah. Kemudian dia juga melemparkan tas yang tadi dia bawa dan dia juga melemparkan sepatu yang dia pakai ke sembarangan arah.
"Aku pasti akan berhasil merebut Kaisar dari Delia. Aku tidak suka kalau melihat Delia bahagia bersama dengan suaminya!" ucap Stella dengan nada penuh kebencian.
Berkali-kali Stella menguap karena menahan kantuk yang sudah luar biasa. Memang kemarahannya telah menjadi obat sehingga dia sanggup melek semalaman ini.
Stella terus mengawasi Delia dan Kaisar yang telah berbaikan kembali.
Mereka berdua berpisah gara-gara rencana jahatnya bersama ibunya. Kaisar yang telah dipisahkan dengan Delia gara-gara Stella yang merencanakan semua itu dengan mamahnya.
Stella dan mamanya Stella merencanakan agar Delia merasa cemburu dengan kedekatan Kaisar dan Stella.
Mereka sudah berhasil memisahkan keduanya selama beberapa bulan terakhir. Karena Delia langsung meninggalkan Kaisar pada saat itu juga.
Mereka sudah sangat bahagia sekali karena merasa sudah berhasil memisahkan Kaisar dan Delia. Siapa yang menyangka? Kalau sekarang Delia dan Kaisar malah sudah berbaikan? Sementara Dirinya belum berhasil merebut Kaisar dari Delia.
Dengan kemarahan yang membuncah di dadanya. Akhirnya Stella terjatuh juga dalam tidurnya. Karena tubuhnya tidak kuat lagi menahan kantuk dan juga saking lelah dan mengantuknya.
__ADS_1