Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan

Terpaksa Menikah Dengan Om Om Tampan
50. Perjalanan Ke Turkey


__ADS_3

Pagi itu Kaisar tampak sibuk di kantornya. Banyak sekali urusan yang sedang dia urus. Karena selama ini sering dia tinggalkan dalam rangka mencari sang istri.


"Tuan baru saja kita mendapatkan telepon dari Turki. Mengatakan bahwa salah satu perusahaan kita di sana sedang mengalami masalah. Bagaimana Tuan? Apa yang harus saya lakukan?" tanya asistennya Kaisar sambil menatap atasannya.


"Apakah mereka menyebutkan secara detail?Masalah apa yang sedang dihadapi di sana?" tanya Kaisar tanpa mengangkat wajahnya dari berkas-berkas yang sedang dia baca.


"Tidak Tuan! Mereka hanya mengatakan bahwa perusahaan di sana sedang mengalami masalah dan meminta anda untuk datang ke sana!" ucapnya.


"Baiklah aku akan mengurus semua ini dulu. Kau, sementara siapkan perjalanan kita menuju Turki, segera!" perintah Kaisar melirik sejenak ke arah asistennya.


"Baik Tuan! Akan segera saya laksanakan!" ucap asistennya sambil keluar dari ruangan Kaisar. Kaisar kembali melanjutkan pekerjaannya yang sangat banyak.


Kaisar sejenak menatap bingkai foto yang ada di mejanya. Yang menampakkan wajah dirinya bersama dengan sang istri.


"Aku pasti bisa menemukanmu kembali dan membawamu pulang ke rumah kita!" ucap Kaisar dengan suara bergetar.


Kemudian Kaisar pun melanjutkan pekerjaannya. Karena harus segera selesai karena dirinya sudah ditunggu oleh asistennya untuk siap-siap berangkat ke Turki. Entah masalah apa yang sedang menunggu Kaisar di sana.


Setelah pekerjaannya selesai. Kaisar pun membereskan mejanya dan segera keluar dari ruangannya. Dari kejauhan tampak asisten yang berlari menuju ke arahnya.


"Semua persiapan sudah saya siapkan dan kita bisa berangkat ke Turki kapan saja anda mau, Tuan!" lapor asistennya tersebut, Kaisar hanya mengganggu pelan.


"Aku harap kamu stay di sini saja. Untuk menghandle pekerjaan. Selama aku tidak ada di sini!" Kaisar memberikan perintah kepada asistennya.


"Baik, Tuan! Saya akan turuti perintah anda!" jawab asistennya. Kaisar mengagguk lalu berlalu dari hadapan asistennya.


"Kasihan ya, Tuan kita! Semakin hari semakin kurus saja. Dia pasti tertekan karena mencari istrinya!" ucap sekretaris Kaisar.


"Kembalilah ke pekerjaanmu. Jangan pernah menggunjingkan majikan kita. Kasihan dia! Sudah cukup banyak masalah yang harus Dia hadapi. Jangan tambah lagi dengan perbuatan kita membicarakan kehidupan pribadinya!" ucap Asistennya Kaisar.

__ADS_1


"Kau sama kakunya seperti Tuan kita! Tidak asik!" ucapnya sambil cemberut dan berlalu dari hadapan asistennya Kaisar.


Sementara itu Kaisar sudah berada di pesawat dan siap untuk terbang ke Turki. Apakah Kaisar bisa menemukan keberadaan Delia di sana?


Setelah beberapa lama, akhirnya Kaisar pun sampai di Turki dan langsung menuju hotel yang sudah disediakan oleh pihak perusahaan miliknya yang ada di Turki.


"Tuan anda ingin makan malam di hotel ini?Ataukah ingin pergi ke restoran yang lain?" tanya sekretaris sementara Kaisar selama di Turki. Namanya Adelia.


"Saya ingin istirahat dulu, setelah itu nanti saya akan pergi ke restoran di luar hotel, untuk makan malam apakah kau punya rekomendasi salah satu restoran yang bagus?" tanya Kaisar sambil memijit keningnya.


"Saat ini di Turki sedang viral sebuah restoran Indonesia yang baru buka, Tuan! Sekitar 3 bulan baru dibuka. Apakah Tuan ingin mencobanya!" tanya Adelia.


"Apakah enak makanannya? Apa kau pernah datang ke sana?" tanya Kaisar tanpa tertarik.


"Saya pernah dua kali ke sana Tuan,bersama pacar saya. Pemiliknya juga sangat baik dan ramah. Dia bahkan tidak sungkan-sungkan untuk ikut melayani para tamu yang makan di sana. Pemiliknya sangat cantik sekali Tuan Anda pasti tertarik padanya!" ucapnya sambil tersenyum. Kaisar hanya mengangguk pelan.


"Baiklah Tuan! Saya permisi. Kalau Anda membutuhkan saya, Anda bisa menelpon saya!" Adelia kemudian meninggalkan Kaisar sendiri di sana.


Kaisar merasa tergelitik hatinya dengan ucapan sekertarisnya bahwa dia akan tertarik dengan pemilik restoran tersebut yang katanya sangat cantik.


Kaisar bergegas mandi dan kemudian dia langsung menggunakan pakaian formal. Setelah merasa siap, Kaisar pun kemudian menghubungi Adelia untuk mengantar dirinya ke restoran yang tadi dia katakan.


"Mari, Tuan! Saya antarkan! Anda pasti tidak akan kecewa dengan restoran itu. Pemiliknya seorang wanita cantik asal indonesia dan dia sangat ramah terhadap semua pengunjung." Kaisar pun kemudian berjalan di depan Adelia dan langsung menuju ke restoran yang dimaksud oleh Adelia tersebut.


Begitu sampai di restoran tersebut, Kaisar seakan terpesona dengan suasana hening yang tercifta dari restoran tersebut.


Entah kenapa, Kaisar seakan merasa seperti pulang ke rumah pribadinya, melihat interior interior yang terpasang di restoran tersebut seperti sedang menatap suasana di ruang makan di rumah pribadinya.


Mata kaisar terbelalak sempurna, ketika melihat Delia yang sedang sibuk melayani tamu di restoran tersebut. Kaisar hanya berdiri, menatap nyalang sang istri yang belum menyadari kehadirannya di sana.

__ADS_1


"Adelia tolong kau pesan sebuah ruangan VIP yang sifat private dan minta pemilik restoran ini untuk menemui ku di sana!" perintah Kaisar kepada Adelia. Kaisar berusaha untuk menyembunyikan wajahnya. Takut Delia melihat dirinya dan akan lari lagi.


Adelia kemudian mengantarkan Kaisar ke ruangan yang sudah dia pesan. "Apakah anda ingin makan sendiri ataukah saya temani Tuan?" tanya Adelia.


Kaisar tahu bahwa Adelia tampaknya tertarik dengan dirinya. Tetapi saat ini Kaisar sedang tidak ingin mencari masalah dengan Delia, istrinya. Oleh karena itu, Kaisar langsung mengusir Adelia dari ruangan itu dan meminta pemilik restoran tersebut untuk menemuinya di situ.


"Baik, Tuan akan segera saya panggil pemilik restoran ini untuk menemui Anda." ucapnya kecewa. Pupus sudah harapannya untuk bisa makan malam bersama dengan big bossnya.


Walaupun diri ini sudah memiliki seorang kekasih, tetapi tetap saja, siapakah yang bisa menolak pesanan seorang Kaisar?


Kaisar sengaja berdiri membelakangi pintu dan menatap keluar melalui jendela. Banyak yang dia pikirkan saat ini. Hingga sebuah ketukan pintu menyadarkan dirinya.


tok tok tok


"Masuk!" ucap Kaisar.


Kemudian terdengar suara pintu terbuka. Dan suara seseorang yang sangat familiar di telinga Kaisar.


"Maafkan saya Tuan! Apakah ada hal yang bisa saya bantu?" tanyanya. Kaisar menoleh, menatap wajah pemilik restoran tersebut, yang ternyata adalah Delia.


"Kamu?" Delia tampak terkejut dan bersiap untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut. Tetapi Kaisar dengan cekatan langsung memeluk tubuh Delia dengan erat.


"Akhirnya aku menemukanmu! Setelah begitu lamanya aku berjuang dan mencarimu!" ucap Kaisar dengan derai air mata sambil mencium wajah Delia. Yang tampak masih bingung dengan pertemuan itu.


"Bagaimana kamu tahu keberadaanku di sini?" tanya Delia dengan suara gemetar.


Kaisar terus memeluk Delia dan menciumnya. Seakan-akan tidak ingin melepaskannya lagi.


"Lepaskan! Nanti kekasihmu akan marah kalau melihatmu melakukan seperti ini padaku!" Delia berusaha untuk berontak dari pelukan Kaisar. Tetapi Kaisar tidak berniat sama sekali untuk melepaskan kembali Delia.

__ADS_1


__ADS_2