The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 104


__ADS_3

"Kamu merindukan ku?", tanya Sava.


Fariz diam.


Sava menyentuh perut Fariz, ingin mencubit Fariz lagi tetapi gerakan Sava dapat terbaca Fariz. Fariz menjauhkan tubuh Sava darinya.


"Gak", ucap Fariz.


"Oh gak", kata Sava lalu membalikkan tubuhnya memunggungi Fariz.


Fariz tersenyum melihat Sava merajuk. Ia mendekatkan diri ke Sava. Lalu memeluk Sava.


"Ini guling", kata Sava melepas pelukan Fariz lalu memberikan bantal guling.


"Aku sudah meminta untuk tidak menaruh guling di sini. Kenapa masih ada guling", gumam Fariz.


Fariz membuang guling lalu kembali memeluk Sava.


"Gulingnya sudah aku buang", ucap Fariz.


"Kapan kamu merenovasi ruangan ini?", tanya Sava.


"Lupa", jawab Fariz santai.

__ADS_1


"Kamu ih. Gak pernah serius", kata Sava menghempaskan tangan Fariz.


Fariz membalik tubuh Sava kembali menghadapnya.


"Kalau ngomong lihat orangnya", ucap Fariz.


"Jadi kapan?", ucap Sava.


"Aku gak tahu kapan jelasnya. Aku kan jarang di rumah. Aku cuma menyuruh orang mengerjakannya", jawab Fariz.


Sava mengambil kesempatan ini untuk bertanya hal serius ke Fariz.


"Kamu putus dengan Amel? Kenapa?", tanya Sava.


Fariz mengerutkan keningnya.


"Iya kami putus. Aku tahu dia berhubungan dengan beberapa pria untuk mendongkrak popularitasnya. Dia gak pernah punya waktu denganku. Aku yang selalu mengalah. Mengikuti jadwalnya", jawab Fariz.


"Kamu membencinya?", tanya Sava.


"Tentu saja. Dia hampir menghancurkan keluargaku", jawab Fariz emosi.


"Jelaskan padaku apa sebenarnya yang terjadi", ucap Sava.

__ADS_1


"Kamu akan tahu sendiri nanti", jawab Fariz.


"Aku gak mau menunggu. Aku mau mendengarnya darimu", kata Sava.


Fariz menghembuskan napas kasar lalu akhirnya menjelaskan apa yang terjadi ke Sava.


"Amel mendekati anak pemilik sebuah agensi. Lalu akhirnya dia berhasil menjadi artis dan bermain di sinetron. Tetapi karena perannya hanya peran kecil orang tidak mengenalinya. Tidak memandangnya. Jadi dia mendekati pemeran utara pria di sinetronnya untuk menaikkan popularitasnya. Ia bermain di depan publik. Menarik ulur hubungan mereka. Mereka membatah setelah itu menyebarkan foto kedekatan mereka. Dan ternyata berhasil. Setelah kita bertemu dengannya di restoran, aku gak tahu dia memang mau memulai karirnya dari awal atau tidak. Dia beralih ke proyek film layar lebar. Dia dicasting, gagal. Lalu ia mengetahui bahwa perusahaan kami merupakan investor utama untuk film ini. Ia mengumbar ke kru film bahwa kami memiliki hubungan. Mereka gak percaya dan menantang Amel untuk mengungkapkan hubungan kami ke publik. Aku yakin kamu tahu ini", jelas Fariz.


Sava mengganggukkan kepalanya.


"Karena berita itu pihak produksi langsung menerimanya. Mereka bahkan sudah menandangani kontrak. Tiba-tiba tersebarlah berita Amel datang ke sekolah kita yang bertengkar denganmu. Pihak produksi mulai meragukan Amel. Mereka ingin membatalkan kontrak. Amel mengelak dengan semakin membesar-besarkan hubungan kami. Dia bahkan mengatakan kami sudah bertunangan. Di dalam kontrak tidak dikatakan bahwa aku dan Amel berhubungan atau jika aku dan Amel tidak berhubungan maka kontrak batal. Terjadilah masalah sampai ke perusahaan yang didengar ayahku. Ayahku langsung terkena serangan jantung", lanjut Fariz.


"Lalu apa yang terjadi?", sahut Sava.


"Aku sudah menanganinya. Masalah perusahaan memang tidak sepenuhnya kesalahan Amel. Kalau dia memang gak berbakat kenapa mereka menerimanya. Karena membawa-bawa namaku mereka pikir perusahaan kami akan semakin memberikan investasi penuh ke produksi film yang mereka garap. Para kru film sedang diperiksa. Dan ternyata produser yang menangani film ini sudah sering melakukan hal curang seperti ini. Amel juga di periksa. Biarkan hukum yang menanganinya", kata Fariz lalu mendekap Sava dalam pelukannya.


*********************************


Updatenya gila-gilaannya bertahap karena masih dalam tahap review.


Harap pembaca bersabar.


Jangan lupa untuk memberikan Vote dan ***Ucapan Selamat Tahun Baru

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


😊😊😊😊***


__ADS_2