The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 49


__ADS_3

Fariz mangajak Hamdan mencari hadiah untuk anggota keluarga Sava.


"Temani aku mencari hadiah untuk keluarga Sava", ujar Fariz.


"Hadiah untuk apa? Dalam rangka apa?", balas Hamdan.


"Jangan banyak tanya. Pikirkan apa hadiah yang cocok. Dan besok kabari asisten Sava kalau kami akan berkunjung ke rumah keluarganya sampai hari minggu. Jadi Sava akan izin kursus. Suruh asistennya mengurus itu", jelas Fariz.


///


"Kenapa kita pulang? Apa kursusku libur?", tanya Sava.


"Iya nona. Nona akan berkunjung ke rumah orang tua nona. Jadi jadwal nona hanya bersekolah setelah itu bebas sampai hari minggu", jelas Deshi.


"Hah benarkah? Ini sungguhan? Jadi aku akan pulang ke rumah? Tapi kenapa mendadak sekali. Aku kan bisa mencari hadiah dulu", ucap Sava.


"Saya baru dikabari Hamdan tadi pagi nona. Soal persiapan sudah diatur tuan Fariz", jelas Deshi.


"Jadi dia ikut? Buat apa? Rumahku terlalu kecil untuk dia tumpangi", tanya Sava.

__ADS_1


"Saya dengar kalau tuan Fariz yang meminta izin ke tuan besar. Maka dari itu tuanlah yang mempersiapkan semuanya", jawab Deshi.


"Dia mau apa lagi. Kenapa tiba-tiba baik", batin Sava.


///


Fariz menunggu Sava di ruang tamu. Tadi malam Fariz sudah berkemas. Ada Ayah, bunda dan neneknya. Mereka datang untuk mengantar kepergian Fariz dan Sava ke rumah orang tua Sava.


Sava keluar kamar bersama Deshi dengan koper kecil ditangan Sava dan ransel sekolah yang cukup berat ditangan Deshi karena harus membawa buku sesuai roster 2 hari ke depan.


Ayah Fariz menyikut Fariz kemudian berbisik, "Sana bantu angkat".


Fariz menurut ia menghampiri Sava dan Deshi. Walau sedikit canggung Sava memerikan barangnya ke Fariz.


"Ayaahhhh!", ujar Fariz.


"I iya ayah", balas Sava.


"Nenek gak sabar mau menggendong cicit", ujar nenek Fariz.

__ADS_1


"Haha nenek tenang saja, sebentar lagi mereka lulus", balas Ayah Fariz.


Pipi Sava memerah. Sedangkan Fariz memasang muka datar tetapi matanya melirik ke arah Sava.


Fariz jadi teringat kata-kata Kenzie yang mengatakan wajah Sava sangat imut saat blushing. Tanpa sadar Fariz tersenyum tipis.


"Tuh liat yah Fariz jadi senyum-senyum. Jangan digodain gitu. Wajah Sava saja memerah", ucap bunda.


"Ekhem khem hem", Fariz berdehem berkali-kali menyetralkan kegugupannya akibat ketahuan tersenyum sambil melirik istrinya. Akhirnya Fariz keluar. Diikuti semua orang yang ada di rumah mereka. Fariz membukakan pintu mobil samping kemudi. Sava bingung dengan tindakan Fariz, ia menatap ke arah Deshi.


Karena ayah Fariz melihat raut wajah Sava kebingungan menatap asistennya, ayah Fariz pun berkata, "Selama kalian pergi Deshi dan Hamdan akan libur. Jadi nikmati waktu kalian berdua. Anggap saja kalian sedang pemanasan sebelum honeymoon".


"Kami pergi ya", ucap Fariz.


"Kami harus segera pergi. Semakin lama keluarga ini akan semakin menggoda kami", batin Fariz.


///


Akhirnya Sava duduk di samping Fariz yang sedang menyetir mobil. Suara ponsel berdering memecah keheningan dalam mobil. Ternyata suara itu berasal dari ponsel Fariz. Fariz mengabaikannya lalu menonaktifkan ponselnya.

__ADS_1


Sava merasa keberadaannya mengganggu sehingga Fariz menolak panggilan telepon yang masuk, jadilah Sava sekarang berpura-pura tidur.


Niat berpura-pura tidur menjadi tidur benaran. Sampai Sava tidak sadar mereka sudah sampai di rumahnya.


__ADS_2