
Sava melihat ada seorang tamu tak asing yang berada di depan meja piket. Seorang wanita berbadan tinggi langsing berambut panjang dan tidak berseragam sekolah.
"Nak mau ke mana? Bisa antarkan tamu ini?", ucap pegawai sekolah yang sedang bertugas.
Tamu itu membalik badannya menghadap Sava. Perasaan Sava semakin gak karu-karuan. Sang tamu tersenyum licik begitu melihat Sava.
"Kebetulan sekali", gumamnya.
Sava memimpin jalan menuju ke tempat tujuan. Ditengah jalan Sava berhenti. Lalu memanggil salah seorang murid.
"Maaf, apa kamu sibuk? Bisa antarkan tamu ini ke kalas Fariz Adil Nasution? Kamu teman sejurusannya kan?", ucap Sava.
"Gak perlu. Kamu pergi saja. Biarkan dia yang mengantar", sahut Amel lalu menarik Sava ke sebuah gang kecil antar gedung sekolah.
Amel datang ke sekolah untuk mencari Fariz. Karena Fariz tidak bisa dihubungi oleh Amel. Entah apa tujuan Amel datang mencari Fariz seperti ini. Ia tak takut gosip yang akan menerpanya.
"Aku mau bicara", ujar Amel.
"Aku tahu kamu menikah dengan Fariz. Tapi pernikahan hasil perjodohan. Kamu tahu kan aku pacar Fariz kan?", ucap Amel.
Sava mengangguk.
"Bagus. Artinya dia gak tahu Fariz memutuskanku", batin Amel.
"Aku sedang gak enak badan. Lain kali saja bicaranya. Aku akan antar kamu", ucap Sava. Amel menahan tangan Sava.
"Aku minta kamu ceraikan Fariz. Fariz itu terpaksa memikahimu agar dia mendapat kebebasan dari orang tuanya. Fariz melakukannya untuk bisa terus bertemu denganku. Kalau kamu menunggu Fariz menceraikanmu, itu hanya akan menyiksamu. Kamu lihat sewaktu di villa Shadiq kami terus menempel satu sama lain. Itu pemandangan yang akan terus kamu lihat. Aku gak keberatan dengan status kalian. Karena aku yakin Fariz tidak akan pernah menyentuhmu", jelas Amel.
"Apa? Apa yang dikatakannya? Cerai?", batin Sava sambil memijit pilipisnya.
"Jadi apa yang dikatakannya Fariz waktu itu? Ku pikir dia sudah berubah. Ku pikir dia mulai menerima pernikahan ini? Ku pikir kami sudah mulai saling mencintai", kata Sava dalam hati yang membuatnya semakin kepikiran. Sava mulai kehilangan fokus.
Dalam sekejap mereka telah dikerubuni banyak murid.
"Terlalu banyak orang yang melihat kita. Itu gak bagus untukmu. Nanti kamu di terpa gosip miring. Kita bicara lain kali", ucap Sava.
Sava melangkah sambil salah satu tangannya bertumpu ke dinding.
"Kenapa kepalaku sakit sekali. Ah rasanya aku ingin tidur", batin Sava.
__ADS_1
"Fariz akan mencari cara agar keluarganya setuju kalian bercerai. Tunggu saja", bisik Amel lalu mendahui Sava.
Deg. Sejenak terasa jantung Sava berhenti berdetak. Napasnya tersengal-sengal. Ucapan Amel terngiang-ngiang di telinganya. Pandangannya tiba-tiba gelap.
Itu lah yang dirasa Sava. Sampai suara ricuh bergema ditelinganya hingga tak sadarkan diri.
"Minggir", ucap Fariz mendahului Amel yang sedang terkejut melihat Sava tergeletak di lantai.
Amel terpaku. Matanya membulat sempurna.
"Wahh wahh, Fariz menggendong siswi itu", kata salah seorang murid sekolah Panca Budi.
"Bukannya itu artis yang sering digosipin dekat dengan artis lain? Katanya pacarnya pewaris Grup Monang. Apa Fariz pacarnya?", sahut murid yang lain.
"Iya dia ke sini katanya mencari Fariz. Tadi aku disuruh untuk memanggil Fariz", jawab murid yang tadi dipanggil Sava.
"Wahh ada apa ini? Kenapa siswi itu pingsan? Dan sekarang Fariz menggendongnya. Bahkan tak menghiraukan siartis? Jangan-jangan Fariz selingkuh jadi siartis ini datang melabraknya?", ucap salah seorang murid.
"Wah wahh waah", bisik-bisik murid Panca Budi.
Amel membatu. Ia tak percaya Fariz tidak menghiraukannya seperti ini. Terlebih lagi mendengar bisikan-bisikan murid sekolah Fariz.
"Bubar, bubar", ujar Shadiq dan Kenzie ke murid-murid yang berkumpul menggosipi Amel.
"Fariz sialan. Kenapa dia malah menggendong Sava. Pacarnya kan di sini. Lo kenapa diam saja lihat Fariz menggendong cewek lain", sahut Kenzie.
"Rubah, lo apain Sava hah?", ucap Tika.
"Awas lo kalau sahabat gue kenapa-kenapa. Gue sebarin gosip kalau lo itu perebut laki orang", lanjutnya.
"Apa maksudnya? Fariz dan Amel putus? Amel merebut suami Sava?", tanya Kenzie.
"Aku cuma tahu Fariz dan Amel putus", jawab Shadiq.
"Amel, sebaiknya kamu pulang. Semakin lama lo pulang makin bahaya buat lo di sini", ucap Shadiq.
"Oh jadi benar Fariz lebih memilih Sava", sahut Rania.
"Urusan kita belum beres. Kenapa Sava pingsan? Lo apain dia hah? Lo lihat Fariz tadi? Dia gak perduli ke lo. Dia lebih memilih Sava. Mending lo mundur", kata Tika emosi.
__ADS_1
"Dia yang sudah merebut Fariz dari gue", jawab Amel.
"Apa maksud lo buat klasifikasi pacar lo itu pewaris Grup Monang? Bukannya kalian sudah putus? Lo mau merusak hubungan mereka kan? Sama saja lo menghancurkan keluarga Fariz", ucap Rania.
"Jadi lo masih mau terusin hubungan kalian? Sumpah lo gila. Lo benar-benar pelakor. Perebut suami orang. Lo sudah tahu mereka menikah masih mau pertahanin Fariz? Fariz sudah jelas memilih Sava. Kalau lo buat masalah lagi ke Sava gue sebaran gosip ini", jelas Tika.
"Tunggu. Kamu ngomong apa tadi?", sahut Kenzie.
"Suami Sava di rebut Amel? Mereka sudah menikah tapi Amel masih mau mempertahankan Fariz? Maksudnya apa?", tanya Kenzie.
"Apa Fariz suami Sava?", sahut Shadiq.
"Apa?", kata Kenzie terpercaya.
"Lo jangan ngomong sembarangan", kata Kenzie menyikut Shadiq lalu tertawa lirih.
"Kalian itu sahabatnya bukan sih. Sahabat kalian menikah kalian gak tahu?", ucap Rania.
"Ngomong yang jelas", bentak Kenzie. Kenzie mulai panik.
"Amel kamu mending pulang. Dan kalian tetap di sini. Kita perlu bicara", ucap Shadiq.
Shadiq mengajak Kenzie dan sahabat-sahabat Sava ke kelas mereka. Murid yang ada di kelas sengaja diusir semua hingga hanya tertinggal mereka saja.
"Jelasin sejelas-jelasnya. Apa saja yang kalian ketahui. Jangan ada yang tertinggal. Jangan ada rahasia-rahasiaan", ujar Kenzie.
"Apa kita gak sebaiknya menyusul Sava saja? Dia tadi pingsan", sahut Kanaya.
"Kalian jangan mengelak. Jelaskan terlebih dahulu apa yang terjadi. Setelah aku mendengar dengan jelas penjelasan kalian baru kita tentukan tujuan selanjutnya", ucap Kenzie.
"Kami juga mau memastikannya ke kalian tapi sepertinya kalian gak tahu apa-apa. Jadi mending kita menyusul mereka dan mencari tahu apa yang terjadi", jawab Kanaya.
"Kami bisa jelaskan nanti di perjalanan", ucap Rania.
"Kita berdua sama-sama bawa mobil", jawab Kenzie.
"Kita naik mobil lo saja. Mobil gue ditinggal. Nanti gue suruh orang buat ambil mobil gue", sahut Shadiq.
"Bagus. Ayo berangkat", kata Tika semangat.
__ADS_1
**************************************
Kalau The Beauty Of Marriage masuk kategori pemenang author akan up gila-gilaan. Tapi sebaliknya kalau tidak masuk mohon maaf author up seperti biasa 🙏😭