The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 81


__ADS_3

"Jadi minggu besok ada acara bersama sahabat kalian?", tanya bunda Fariz.


Sava mengangguk.


"Sahabat kalian berdua? Bunda gak tahu kalau kalian dekat. Apa sahabat kalian tahu kalau kalian suami istri?", tanya bunda lagi.


Sava menggeleng.


"Jadi kenapa bisa perginya bersamaan? Bukannya sebelum menikah Fariz ngomong ke ayah kalau kalian gak saling kenal?", lanjut bunda.


"Bunda kebanyakan nanya. Ayuk pulang. Besok kami harus pergi", jawab Fariz.


"Jelasin ke bunda dulu. Atau kamu bisa pulang sendiri. Bunda bawa Sava", ujar bunda Fariz menarik Sava ke sisinya.


Fariz menatap Sava memberi suatu isyarat.


"Eh. Eh. Apaan itu mata kamu kelilipan? Sudah sana. Cepat pulang. Sava sama bunda saja", kata bundanya.


"Bunda tanya Fariz saja. Tanya apa bunda tadi? Kenapa sahabat kita dekat begitu kan? Jadi sahabat Fariz pacaran sama sahabat Sava", jawab Fariz lalu menarik Sava ke sininya.


"Siapa? Kenzie? Atau Shadiq? Kamu jangan bohong ya. Bunda telepon mereka sekarang", kata bundanya sambil mencari ponselnya.


"Aduh. Bunda kenapa sih. Kenapa jadi kepo gini", ucap Fariz.


"Bunda penasaran. Bunda pengen tahu kalian itu di sekolah gimana", jawab bunda.


Sava dan Fariz saling menatap. Kemudian Sava menunduk.


"Tunggu aku dalam mobil. Aku mau bicara dengan bunda", kata Fariz.


Setelah memastikan Sava masuk mobil barulah Fariz berbicara dengan bundannya.


"Sebelum kita menikah Kenzie menyukai Sava", ujar Fariz.


"Apa? Lalu bagaimana? Kamu harus cegah dong. Aduh kepala bunda pusing. Kenapa gak kamu kasih tahu mereka kalau kalian sudah menikah", ucap bunda Fariz sambil memijit pelipisnya.


"Bunda tenang dulu. Sava menolaknya. Dia menghindari Kenzie. Tapi Kenzie pantang menyerah. Dia mendekati sahabat-sahabat Sava. Jadilah Sava dekat dengan Kenzie. Tapi. Tapi Fariz sudah kasih tahu mereka Sava itu sudah menikah", jelas Fariz.


"Jadi sekarang mereka tahu kalian sudah menikah?", tanya bunda.


Fariz menggeleng lalu berkata, "Fariz berbicara di telepon dengan salah satu sahabatnya. Jadi semuanya sudah tahu Sava menikah tapi gak tahu siapa suaminya", jawab Fariz.


"Kenzie bagaimana?", tanya bundanya.


"Tentu saja patah hati", jawab Fariz santai.


"Kenapa kamu gak cegah Kenzie mendekati Sava. Kamu ini gimana sih? Apa kamu gak mencintai Sava? Kamu mau merelakan Sava dengan pria lain?", ucap bunda.


Fariz menggeleng kepala. Kemudian mendapat cubitan serta pukulan kecil dari bundanya.


"Kamu jaga dong Sava", ujar bunda Fariz.


"Iya bunda. Inikan Fariz juga ikut jadi bisa mengawasi Sava", jelas Fariz.


"Awas kalau kamu buat menantu bunda sedih", ancam bundanya.


"Siap. Fariz gak bakalan buat Sava sedih", ucap Fariz.


"Bicara apa ke bunda?", tanya Sava begitu Fariz duduk di sebelahnya.


"Hanya diskusi antara ibu dan anak", jawab Fariz.


Sava memberikan tatapan tidak percaya. Fariz tertawa melihat ekspresi Sava lalu menarik Sava mendekat padanya.


"Seperti yang aku rencanakan. Kita harus berakting mesra di depan keluargaku", bisik Fariz lalu memeluk Sava dari samping.

__ADS_1


"Di sini gak ada siapa-siapa", jawab Sava melepas pelukan Fariz.


Fariz menunjuk Hamdan dan Dhesi di depan mereka.


"Apa kalian mata-mata?", tanya Sava dengan mencondongkan kepalanya menatap Hamdan dan Deshi dari samping.


Dhesi dan Hamdan kompak menggelengkan kepala.


Sava menatap tajam ke arah Fariz yang dibalas Fariz dengan gerakan bahu.


///


Keesokan harinya.


"Jadi yang bawa mobil Shadiq dan Fariz?", tanya Tika.


"Kalau begitu kita semua naik mobil Shadiq saja. Gak seru kalau kami harus berpencar", ucap Kanaya.


"Gimana? Gak apa-apa kan kalian berdua saja? ", tanya Shadiq ke Kenzie dan Fariz.


"Ya sudah", jawab Kenzie.


Mereka berangkat dan sampai dalam waktu 1 jam.


"Kenapa ada rubah di sini", gumam Tika begitu melihat seseorang di depannya.


"Siapa yang ngundang dia?", ujar Kenzie.


Sava terkejut melihat sosok yang ada dihadapannya. Hatinya tiba-tiba sakit. Begitu juga dengan Fariz, ia tidak menyangka seseorang itu hadir di sini. Fariz melirik Sava yang terlihat pura-pura tegar.


"Amel belakangan ini menghubungi gue terus. Nanyain Fariz. Jadi gue cerita kalau kita bakalan ke sini. Jadi dia minta ikut. Katanya dia mau ketemu Fariz. Terjadi kesalah pahaman diantara mereka", jelas Shadiq.


"Cewek itu pacarnya Fariz?", bisik Tika ke Shadiq.


Empat gadis sekawan itu pun saling menatap.


Amel menghampiri Fariz lalu memeluk lengannya. Tetapi Fariz terus menjauhkan diri dari Amel.


"Ada 5 kamar yang bisa dipakai. Siapa yang mau berbagi kamar?", ucap Shadiq.


"Buat kita 2 kamar. Sisanya terserah kalian", sahut Tika.


"Gue mau sendiri", sahut Fariz.


"Oke. Kalau gitu gue dan Kenzie 1 kamar", kata Shadiq.


Mereka pun masuk ke kamar masing-masing.


"Kenapa rubah itu ada di sini sih. Ganggu saja. Merusak liburan kita. Fariz kenapa ya mau pacaran sama itu rubah? Kasihan gue", ucap Tika.


"Namanya juga cinta", lirih Sava.


"Jangan sampai cinta buat kita buta", sahut Tika.


"Kalau sampai dia ngerusak liburan kita gue bakalan jadi haters no 1 nya", lanjut Tika.


"Gak boleh gitu. Mending kita jalan-jalan keliling pantai. Dari pada kamu mikirin mereka", ucap Sava.


"Bener juga. Ajak Kanaya dan Rania yuk", sahut Tika.


Selepas berkeliling pantai mereka melihat Shadiq sibuk mempersiapkan keperluan untuk acara makan malam. Di bantu Kenzie dan Fariz.


"Ada yang bisa kita bantu?", tanya Rania.


"Gadis-gadis bisa bantu siapin makanannya", jawab Shadiq.

__ADS_1


"Fariz pacar lo mana?", tanya Tika.


"Setelah kalian pergi gak berapa lama Amel juga pergi jalan-jalan", jawab Shadiq.


"Yang punya pacar siapa yang jawab siapa", sindir Tika.


"Di keluarga gue itu ya kalau mau makan ya harus kerja. Mana nih dia? Mau gak gue kasih makan?", ucap Tika.


Sava dan Kanaya menegur Tika untuk menjaga sikapnya.


Akhirnya Amel muncul saat makan malam hampir siap.


"Di sini pemandangannya bagus ya. Pantainya juga bersih. Apa karena semua villa di sini ada yang mengelola ya. Tadi aku menemukan kursi pantai jadi semakin betah deh memandang lautnya", ucap Amel.


"Bukannya lo pernah ke sini", tanya Shadiq heran Amel seperti baru pertama kali datang ke villanya.


"Gue baru pertama kali ke sini", jawab Amel.


Shadiq menatap Amel heran lalu beralih menatap Fariz. Fariz pura-pura menikmati makanannya.


"Jadi Fariz kemarin ke sini sama siapa?", tanya Shadiq penasaran.


Sava mulai panik. Keringatnya mulai bercucuran.


"Fariz pernah ke sini? Lo kira bareng gue?", sahut Amel.


Shadiq mengangguk.


Amel tertawa lalu berkata, "Kita gak pernah pergi jauh dari kota. Kita itu nerapin gaya pacaran sehat".


"Sehat apaan. Orang dia nyosor mulu", gumam Tika.


"Jadi kalian gak pernah ciuman dong?", sahut Kenzie.


Amel mengangguk sambil tersenyum malu.


Kenzie tertawa.


"Artinya bibir Fariz masih perawan?", ucap Kenzie.


"Uhuk. Uhuk", Sava tersedak.


Kenzie masih terus tertawa.


"Gue gak percaya seorang Fariz belum pernah ciuman. Sava saja sampai terkejut", ucap Kenzie.


Fariz menendang kaki Kenzie karena terus mengejeknya.


"Tenang bro. Masih ada yang lebih menyedihkan", ucap Kenzie menunjuk Shadiq dengan dagunya.


"Shadiq kenapa?", tanya Tika.


"Dia gak pernah pacaran", jawab Kenzie dan kembali tertawa.


"Jadi predikat cowok playboy itu cuma dari Kenzie? Kalian berdua kecipratan imej nya?", sahut Tika.


"Bisa dibilang begitu", jawab Kenzie berlagak sombong.


"Gak ada yg bisa dibangain dari playboy", ujar Kanaya.


Shadiq dan Fariz tertawa penuh kemenangan. Akhirnya ada yang membalaskan mereka.


****************************************


Jangan lupa kasih like dan komentar ya 😊😊

__ADS_1


__ADS_2