The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 45


__ADS_3

"Apa kabar adikku tersayang?", balas seseorang itu.


"Berengsek. Ke mana saja kau?", ucap Fariz.


"Mau bertengkar di sini?", balasnya.


Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah kafe tidak jauh dari supermarket.


"Sekarang jelaskan apa yang terjadi? Kenapa kakak kabur dari rumah? Dan bagaimana bisa ada kabar yang mengatakan kakak meninggal pada kecelakaan pesawat dan sekarang ini apa?", ucap Fariz ke seseorang yang baru ia temui tadi, seseorang itu tidak lain tidak bukan adalah kakaknya, Farhan.


"Hei hei sabar. Tanya kabar dulu. Kamu gak merindukan kakakmu ini hm? Gimana kabar ayah dan bunda?", ucap Farhan.


"Tanya saja sendiri ke ayah bunda. Kakak gak mau menjawab pertanyaanku?", balas Fariz.


"Kakak tahu kamu pasti marah kan. Karena kakak kamu jadi yang harus menikahi gadis itu. Kakak gak berniat membuatmu masuk ke masalah itu. Kakak pikir masalah itu akan selesai setelah kakak pergi. Dan soal kecelakaan pesawat itu suatu keberuntungan ada penyelamat datang yang akhirnya kakak batal masuk ke dalam pesawat. Sekarang pertanyaan kakak kenapa bisa kamu nikah sama gadis pilihan nenek? Setahu kakak seorang Fariz Adil Nasution memiliki kekasih", jelas Farhan.


"Dia menolakku", ujar Fariz.


"Siapa? Kekasihmu? Bukannya kalian pacaran? Atau aku salah?", tanya Farhan.

__ADS_1


"Aku melamar pacarku. Dia menolakku. Aku membuat perjanjian dengan ayah. Jadi terpaksa aku harus menepati janjiku", jawab Farhan.


"Hahaha seorang Fariz ditolak?", ucap Farhan.


"Diamlah. Kakak sendiri tidak pernah pacaran", balas Fariz.


"Hmm ya ya. Tapi berkat kakak kabur sekarang kakak sedang dekat dengan seorang gadis. Dia tidak melihat asal usul seseorang. Dia baik. Sepertinya dia menerima kakak apa adanya. Tapi kakak gak mau terburu-buru. Doakan kakakmu ini agar gadis itu menerima kakak", ucap Farhan.


Fariz diam saja.


"Jangan beritahu ayah atau bunda kita bertemu. Kakak tahu ayah pasti sudah dengar kabar kakak baik-baik saja tapi kakak masih mau seperti ini, Kakak mau mandiri. Sebenarnya kakak sudah lama ingin menemuimu. Tapi selalu ada Hamdan. Kakak bahkan datang ke pernikahanmu. Kakak terus mencari kabar keluarga kita", ucap Farhan.


Fariz masih berdiam diri. Entah apa yang dipikirkannya.


"Kamu ke mana saja? Aku mencarimu ke mana-mana. Kenapa meninggalkanku? Aku mau pulang", ucap Sava yang tiba-tiba saja menghampirinya.


"Ha aku sampai lupa dengan gadis ini", batin Fariz.


"Sudah selesai?", ucap Fariz lalu menatap ke arah tangan Sava yang sedang menenteng 1 kantongan cukup besar.

__ADS_1


"Kamu mengembalikan barang-barang yang aku ambil tadi? Ayo kita kembali ke supermarket", lanjut Fariz.


"Sudahlah. Kita pulang saja. Aku hanya membutuhkan ini", balas Sava.


Fariz menatap jam tangannya yang menunjukkan hampir pukul 1 siang.


"Hmm sepertinya ini sudah aman untuk pulang", batin Fariz.


"Mana ponselmu?", tanya Fariz.


"Aku tidak membawanya. Ku pikir tadi kita hanya berbelanja sebentar di minimarket dekat rumah", jawab Sava.


"Bagus. Kita pulang", balas Fariz.


///


Parkiran mall.


Sava masuk ke dalam mobil. Sedangkan Fariz masih membereskan barang belanjaan mereka di bagasi mobil. Tiba-tiba saja ada yang memanggil Fariz dan menghampirinya.

__ADS_1


"Ternyata lo lagi pacaran makanya gak mau gabung bareng kita?", ucap Shadiq sambil melirik arah bangku samping kemudi.


__ADS_2