The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 36


__ADS_3

"Jadi setiap hari saya akan pergi denganmu begini? Apa Fariz juga melakukan hal yang sama?", tanya Sava.


"Saya akan menemani nona ke mana pun. Dan tuan Fariz juga dulu seperti ini. Tetapi sekarang beliau telah mengendarai mobil sendiri dan hanya diawasi dari jarak jauh", jelas Deshi.


"Kalau begitu apa aku juga tidak bisa diawasi dari jarak jauh saja? Kalau seperti ini pasti orang di sekolahku heran. Dan bagaimana kalau kami ketauan sudah menikah?", ucap Sava.


"Kami akan menunggu dan mengawasi nona dari luar gerbang sekolah", ucap Deshi.


"Nanti turunkan saja aku di halte dekat sekolahku. Aku tidak mau ada yang melihat", perintah Sava.


"Baik nona", jawab Deshi.


"Apa semua anggota keluarga Monang Grup diawasi seperti ini?", tanya Sava penasaran.


"Iya nona. Sebenarnya sampai usia dewasa di mana bisa melindungi dan menjaga diri sendiri", jelas Deshi.

__ADS_1


"Tapi kami sudah cukup bisa menjaga diri kami. Tidak perlu dikawal seperti ini", ucap Sava.


"Dahulu tuan muda Farhan pernah diculik. Jadi tuan besar tidak mau hal seperti itu terjadi lagi. Terlebih nona adalah anggota keluarga baru di Monang Grup", jelas Deshi.


"Farhan? Siapa?", tanya Sava.


"Beliau kakak dari tuan Fariz nona", jawab Deshi.


"Jadi dia punya kakak? Aku pernah lihat foto ayah dan bunda bersama 2 anak kecil di kediaman mereka sewaktu di medan. Mungkin itu Fariz dan kakaknya. Kenapa aku tidak pernah melihatnya. Bahkan saat pernikahan, dia tidak datang ke pernikahan adiknya sendiri. Apa hubungan mereka buruk?", batin Sava.


"Saya tidak tahu harus ke mana nona. Saya akan menunggu nona di sekolah saja", jawab Deshi.


"Hari ini kamu pergilah ke rumah keluargaku. Bawa oleh-oleh yang ada di dalam bagasi mobil. Istirahat di sana. Kau selalu saja menemaniku tanpa istirahat. Aku jadi penasaran kapan waktu liburmu", jelas Sava.


"Baik nona", jawab Deshi.

__ADS_1


///


Fariz melihat Hamdan sudah menunggunya di depan rumah.


"Kau ke sini? Untuk apa? Aku akan berangkat sendiri ke sekolah", ucap Fariz.


"Saya hanya ingin memberikan kunci mobil baru anda tuan muda. Dan juga mengantarkan titipan nona Sava", jawab Hamdan.


"Jadi apa yang akan kau lakukan saat aku pergi sekolah sendiri seperti ini?", tanya Fariz.


"Saya akan mengikuti tuan. Setelah memastikan tuan masuk sekolah saya akan ke kantor pusat dan saat jam pulang sekolah saya akan datang kembali", jelas Hamdan.


"Haa apa bedanya aku membawa mobil sendiri dengan kau mengantarku. Aku akan bicara dengan ayah nanti. Aku akan meminta ayah agar kau dipecat saja", kata Fariz lalu masuk ke mobilnya.


"Oleh-oleh ini untuk temanku. Jadi aku disuruh memberikannya sendiri? Kenapa tidak memberikannya langsung padaku? Kenapa harus lewat Hamdan. Hamdan berengsek itu akan semakin mengejekku nanti. Sebelum hal itu terjadi dia harus cepat-cepat dipecat. Walau begitu yang penting gadis itu memikirkanku, menyiapkan oleh-oleh untuk temanku. Dia tadi bahkan menungguku untuk sarapan dan pamit pergi. Apa dia mencoba melakukan tugasnya sebagai seorang istri? Apa dia mulai menerima pernikahan ini? " kata Fariz berbicara sendiri di dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2