
Fariz segera bersiap untuk pergi ke panti asuhan tempat syukuran ompungnya. Saat di depan rumah Fariz bertemu dengan Dennis sekretaris ayahnya dan beberapa bodyguard.
"Anda ingin kemana tuan?", tanya Dennis.
"Ke panti asuhan. Ada apa? Kalian mencariku?", jawab Fariz.
"Kami akan mengantar anda", jawab Dennis.
///
"Bosan sekali. Kapan acaranya berakhir. Mendingan tadi aku pergi memenuhi janji dengan Al", batin Sava sambil mamainkannya ponselnya.
"Hah? Aku lupa mengirim pesan ke Al? Sudah jam berapa sekarang? Sudah telat 2 jam dari perjanjian. Tapi kenapa dia gak menghubungi ku?", gumamnya.
Akhirnya Sava menghubungi Al.
"Hallo Al. Di mana? "
....
"Hah? Jadi dari tadi nungguin? Itu maaf aku lupa mengirim pesan padamu padahal sudah ku ketik tapi aku lupa menekan tombol send"
....
"Tapi aku sedang menghadiri acara keluarga. Aku gak tau acaranya sampai kapan"
__ADS_1
....
"Hah? Menungguku? Tapi..."
....
"Baiklah akan aku usahakan"
Panggilan berakhir.
Sava menghampiri asistennya.
"Deshi, acaranya sampai jam berapa?", tanya Sava.
"Sepertinya jam 5 sore nona", jawab Deshi.
"Sebaiknya jangan meninggalkan acara nona. Tunggu sampai acara selesai", jelas Deshi.
"Aku sudah membuat Al menunggu 2 jam. Kalau aku menunggu acara selesai paling cepat aku akan sampai sana jam 6 sore. Apa gak ada acara agar aku keluar dari acara ini", batin Sava.
"Inikan acara neneknya Fariz artinya aku hanya perlu izinnya untuk meninggalkan acara ini", lanjutnya.
"Apa nenek lelah? Acaranya masih lama ya nek? ", tanya Sava.
"Kenapa sayang? Kau bosan?", ucap nenek Fariz.
__ADS_1
"Sejujurnya iya hehe. Gak ada yang bisa Sava lakuin di sini. Anak-anak panti asuhan juga sedang tidur siang sekarang", jawab Sava.
"Mana Fariz? Suruh dia membawamu jalan-jalan sekitar sini", tanya nenek Fariz.
"Sava sudah keliling panti asuhan ini berkali-kali nek. Sebab itu Sava ke sini", ucap Sava.
"Memangnya ada acara apa lagi nek?", lanjutnya.
"Tidak ada. Hanya menunggu tamu undangan pulang", jawab nenek Fariz.
"Kalau begitu Sava boleh pergi nek? Sava ada janji dengan teman Sava. Sekarang teman Sava sedang menunggu Sava nek", ucap Sava memelas.
"Pergilah sayang. Nanti nenek akan beritahu mertua mu", ucap nenek Fariz.
Sava langsung memeluk nenek Fariz dan menatap Deshi. Deshi akhirnya menunduk.
///
Fariz turun dari mobil. Ia melihat di pintu gerbang ada seorang gadis hendak masuk ke dalam taksi. Fariz mengira gadis itu Sava, ia hendak menghampirinya tetapi dicegah oleh ayahnya.
"Dari mana saja kau? Semua menunggumu", kata ayahnya sambil menarik lengannya.
Fariz menyapa tamu satu persatu. Ia juga mencuri-curi kesempatan untuk mencari Sava. Walau ia melihat orang tua Sava di acara itu tetapi ia tidak puas sebelum melihat Sava secara langsung. Setelah selesai menyapa tamu ia bergegas mencari Sava di setiap sudut panti asuhan.
Ayah Fariz tersenyum melihat tingkah putra bungsunya itu.
__ADS_1
"Dasar keras kepala. Masih saja mempertahankan egonya. Sekarang baru heboh mencari saat orangnya sudah pergi. Haa senang sekali melihat sikap mereka seperti ini. Mengapa aku tidak dari awal menjodohkan mereka berdua. Kalau saja ku lakukan itu sedari awal mungkin Farhan akan hadir bersama kami sekarang", batinnya.
"Farhan di mana kamu nak. Kalau kau masih hidup pulanglah nak. Maafkan ayahmu ini", lanjutnya.