The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 24


__ADS_3

Fariz akhirnya menghampiri neneknya. Belum sempat bertanya keberadaan Sava neneknya memberitahunya sendiri.


"Kamu di mana tadi? Sava bosan sendirian. Kenapa tidak kamu temani dia hmm", ucap nenek Fariz.


"Jadi dia di sini. Tapi di mana dia sekarang?", batinnya sambil menatap tamu satu persatu.


"Maaf nek, Fariz keasyikan main game", jawabnya sambil terus mencoba mencari Sava. Akhirnya tatapannya tertuju ke Deshi asisten Sava.


Deshi sangat paham arti tatapan tuannya itu akhir ia mendekat kemudian berkata, "Nona Sava baru saja meninggalkan acara beberapa menit yang lalu tuan".


"Pergi ke mana dia? Dengan siapa? Orang tuanya masih di sini. Apa dia tidak dimarahi ayah pergi meninggalkan acara begitu saja?", ucap Fariz.


"Tadi nona berbicara dengan seseorang di telepon. Lalu ia meminta izin Nyonya Duma untuk meninggalkan acara. Akhirnya nona pergi menggunakan taksi", jelas Deshi.


"Dengan siapa dia berbicara? Dengan pria atau wanita?", tanya Fariz.


"Saya tidak tahu tuan. Saya hanya mendengar seseorang itu telah lama menunggunya. Nona Sava sudah menjelaskan tengah menghadiri acara keluarga. Saya sudah mengatakan kepada nona Sava agar tidak meninggalkan acara dan menunggu sampai acara selesai. Sepertinya nona Sava merasa tidak enak semakin lama membuat orang itu menunggunya. Akhirnya nona Sava meminta izin untuk pergi", jelas Deshi.


"Jadi gadis yang ku liat di gerbang tadi benar dia? Sial!!", batinnya.


///

__ADS_1


Akhir acara syukuran hanya tinggal nenek, bunda dan ayah Fariz serta calon mertuanya.


Calon mertuanya itu undur diri dan meminta maaf atas sikap putrinya yang meninggalkan acara.


"Maafkan Sava ya nak Fariz. Nanti mama akan marahi dia", ucap ibu mertuanya.


"Tidak apa-apa. Biasa anak muda. Mereka masih mencoba mengenal satu sama lain. Masih suka kejar-kejaran. Nanti jika sudah menikah pasti tidak akan terpisahkan", ucap ayahnya.


Fariz menatap tajam ayahnya.


"Hahaha kau sudah tidak sabar menikah dengan Sava ya. Tenang saja nak 2 minggu lagi pernikahan kalian", lanjut sang ayah sambil menepuk-nepuk pundaknya.


Ke lima orang tua itu tertawa bersama. Dan akhir mereka semua pulang.


///


Al setia menunggu Sava. Sudah 2 jam ia menunggu. Ia terus menatap ponselnya. Ia tau pasti Sava menepati janjinya. Sava pasti datang tapi mungkin sedikit terlambat. Ponselnya berbunyi ada nama Sava tertera di layar. Ia menghembuskan nafas lega.


"Aku di mall. Kamu di mana?"


.....

__ADS_1


"Iya. Kitakan janji bertemu hari ini. Tentu aku menunggumu. Kamu ingin membatalkan janji ini lagi? Sekarang kamu di mana? Segera ke sini"


.....


"Aku akan tetap menunggumu"


.....


"Tidak ada penolakan lagi Sava. Hampir 1 minggu aku menunggu"


///


Ponsel Al hampir lowbet sebab terus dimainkan untuk menghilangkan suntuk menunggu Sava. Ia semakin khawatir jika Sava benar-benar tidak datang.


Akhirnya orang yang ditunggu datang juga. Ia memperhatikan tampilan Sava dari atas ke bawah.


"Sava sangat cantik", gumamnya.


"Maaf ya aku telat 3 jam dari perjanjian. Kenapa? Apa ada yang aneh? Penampilanku acak-acakan ya? Aku berlari dari lobi", ucap Sava sambil memperbaiki rambut dan pakaiannya. Ia sadar ia memakai dress hari ini. Pasti Al merasa aneh tidak biasa melihat dandanannya seperti ini.


"Aku dari acara keluarga. Jadi dari acara itu aku langsung ke sini. Sebab itu dandananku seperti ini dan memakai dress", lanjutnya.

__ADS_1


Al tersenyum lalu berkata, "Cantik".


__ADS_2