
SMK Seni Panca Budi
"Sava akhirnya lo masuk. Gak ada kabar selama lo pergi. Ponsel lo di kemanain hah? Katanya lo pulang kampung", ucap Rania.
"Kangen gue ya? Hahaha ini gue bawa oleh-oleh", kata Sava sambil membagikan oleh-olehnya.
"Asyik dapat oleh-oleh. Eh gimana di sana? Seru? Ngapain aja lo?", ucap Tika.
"Aku hanya mengunjungi beberapa tempat karena tujuan utamaku kan acara keluarga", jawab Sava.
"Yauda oleh-olehnya di simpan. Bagi-bagi sama orang rumah", lanjut Sava.
///
Fariz masuk kelas lalu meletakkan oleh-oleh Sava di atas meja.
"Udah balik bro? ", ucap Shadiq.
Kenzie menoleh ke arah Shadiq ia lalu meraih bungkusan yang dibawa Fariz.
"Ini oleh-oleh? Tumben ingat sama kita. Sampe dibawa ke sekolah. Biasa harus kita maksa datang ke rumah baru dikasih", ucap Kenzie.
"Siapa bilang ini oleh-oleh", ujar Fariz meraih kue yang ditangan Kenzie yang hendak ia masukkan ke mulutnya.
"Tega amat dah lo Fariz. Sudah mau masuk mulut gue lo ambil juga", ucap Kenzie kesal.
__ADS_1
"Kalau bukan oleh-oleh kenapa tulisannya Teman Fariz", ucap Shadiq membaca tulisan yang ditulis Sava kemarin.
"Yauda nih dimakan. Protes mulu sih", ucap Fariz sedikit gugup.
///
Jam istirahat.
Baru saja Kenzie duduk ia sudah berdiri kembali.
"Mau ke mana?", tanya Shadiq.
"Ada ayang beb gue", ucap Kenzie tersenyum lalu menghampiri Sava.
"Lihat tu teman lo. Nekat. Lo gak tahu selama lo pergi apa saja yang dilakuinnya?", ucap Shadiq.
"Kenzie minta no Sava ke temannya. Dia sudah menghubungi no itu tapi gak ada balasannya. Jadi dia kesal ke temannya Sava, karena dipikirnya mereka ngerjain jadi kasih no asal-asalan. Sampai-sampai Kenzie marah-marah ke temannya Sava. Gila gak", ucap Shadiq.
"Terus temannya ngomong apa?", tanya Fariz.
"Temannya kasih lihat isi chat mereka ke Kenzie. Memang Sava gak ada kabar. Kata salah satu temannya kampung halaman Sava di pelosok-pelosok yang tidak terjangkau jaringan telepon. Baru deh tuh anak percaya", jelas Shadiq.
"Hahahaha. Jadi sekarang dia mau apa ke sana?", ucap Fariz sambil menatap ke arah Sava dan Kenzie.
Shadiq membalas Fariz dengan gerakan bahu dan ikut menatap ke arah Kenzie.
__ADS_1
///
"Hai. Kamu sudah masuk sekolah ya?", ujar Kenzie.
"Uhuk uhuk", Sava kaget tiba-tiba saja Kenzie menghampiri meja mereka.
"Mau ngapain lagi?", ucap Rania.
"Cuma mau menyapa Sava", ucap Kenzie.
"Sudah? Sekarang pergi", balas Rania.
"Eh duduk dulu. Kalau mau makan bareng kita juga boleh", ucap Tika yang membuat ia mendapat sikutan Sava.
Kenzie duduk lalu berkata, "Kamu pulang kampung ya kemarin?".
Sava mengangguk. Tetapi tidak menatap ke arah Kenzie.
"Aku menghubungi mu beberapa kali", kata Kenzie yang berhasil membuat Sava membuka matanya lebar-lebar tetapi tetap tidak menatap ke arah Kenzie.
"Simpan no ku ya. Jadi balas kalau aku mengirimmu pesan nanti", ucap Kenzie.
"Ha i.iya baiklah", ujar Sava.
"Kalau begitu kamu lanjutkan makannya. Aku pergi. Sampai nanti", ucap Kenzie pergi.
__ADS_1
"Apa yang terjadi selama aku pergi?", tanya Sava menatap ketiga sahabatnya.
"Tanya anak ini saja. Males gue bahasnya. Bawaannya emosi kalau diingat-ingat", ucap Rania menunjuk ke arah Tika dengan dagunya.