The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 53


__ADS_3

"Eh Sava ke kantin, gak mau lo samperin?", ujar Shadiq.


Fariz dan Kenzie menatap arah pintu kantin. Setelah itu Kenzie kembali mengalihkan pandangannya.


"Gue masih galau mau ketemu dia. Takut-takut gak bisa mengendalikan perasaan gue", ucap Kenzie.


"Jadikan teman saja sih. Sahabat-sahabat Sava kan lucu-lucu. Apalagi si Tika itu", kata Shadiq senyum-senyum.


"Cewek berisik gitu", balas Kenzie.


"Iya kan lucu. Seru. Dibuat ketawa terus. Gue kan bilangnya temanan bukan pacarin", sanggah Shadiq.


///


"Eh itu Kenzie. Tumben gak nyamperin kita lagi", ujar Rania.


"Masih patah hati kali. Biarin dia menata perasaan dulu", balas Tika.


"Widiihhh! Dewasa banget. Hapal banget sama Kenzie gimana ya. Kenapa Kenzienya suka sama Sava ya. Gak ke lo", ucap Rania.


"Apaan sih. Biasa tahu gituan", balas Tika.


"Pengalaman ya Ka", ucap Kanaya.


"Gue masih gak habis pikir si Kenzie itu beneran suka gue? Gue kira bercanda doang", ucap Sava.


"Duuh lo gak peka banget. Gak nyadar-nyadar banyak cowok yang dekatin lo karena ada maksud tertentu. Si Al itu juga. Mulai deh lo hati-hati. Ingat punya suami sekarang", kata Tika menasehati.

__ADS_1


"Hmm iya deh", jawab Sava.


///


Setelah 15 menit bel pulang sekolah berbunyi Fariz di parkiran menunggu Sava dalam mobilnya. Tiba-tiba Kenzie dan Shadiq menghampiri.


"Belum pulang bro? Biasanya buru-buru balik", ucap Shadiq.


"Iya ini juga mau pulang. Kalian pulang sana. Cinta banget sama ni sekolah sampe gak pulang-pulang", balas Fariz.


"Nyantai. Gak usah sebut-sebut cinta. Emosi gue", ucap Kenzie.


"Sensian mulu. Ya sudah gue balik. Bye", ujar Fariz.


Fariz hanya berputar sekitar sekolah mencari Sava. Mengecek ke halte apakah Sava ada di sana. Setelah dirasa aman Fariz kembali ke sekolah lalu memarkirkan mobilnya di depan gerbang. Langkah terakhir menghubungi Sava menanyakan keberadaannya.


///


*My Hubby


"Di mana"


 


Me


"Sekolah"

__ADS_1


"Ada ekskul*"


 


"Eh Sava ponsel baru?", kata Tika memergoki Sava sedang membalas pesan suaminya.


"My hubby. Uhuk uhuk. Romantis nih", lanjutnya.


"Kenapa aku masih menyimpan kontaknya dengan nama ini. My hubby apaan. Gak cocok. Harusnya diganti menjadi ice magnum saja", batin Sava.


"Gak sopan lihat-lihat tanpa izin", ucap Sava.


"Eh ini ponsel tipe terbaru. Suami lo yang beliin? Suami lo kaya ya? Kerja apa dia?", ucap Rania.


"Hah? Aku gak tahu. Dia cuma memberikannya padaku", balas Sava.


"Jadi kapan kita tagih pajak jadian lo", ucap Tika.


"Siapa yang jadian", balas Sava.


"Kan lo nikah. Sama saja jadian. Sekalian kita dikenalin. Nama kontaknya saja My Hubby, pake nanya lagi di mana lagi. Baru juga bel pulang 30 menit yang lalu sudah dikangenin. Gue yakin kalian berdua itu jaim-jaiman. Gak akan ada yang mengaku cinta. Gak usah deh pake perjanjian sudah saling mencintai baru kenalin ke kita", jelas Tika.


Tiba-tiba saja wajah Sava sedih. Teringat sikap Fariz tadi pagi.


"Kalau Fariz terus-terusan bersikap dingin kapan kami akan saling mencintai. Aku tahu kami dijodohkan. Tapi apa salah kalau aku berharap lebih, aku hanya menginginkan pernikahan sekali seumur hidupku", batinnya.


Kanaya menyikut Tika sedangkan Rania memarahi Tika dengan berbisik, "Mulut lo itu ya. Sekarang lihat Sava sedih. Pernikahan mereka itu baru dan didasarkan perjodohan. Butuh proses untuk saling mencintai".

__ADS_1


Tika malah mengacuhkan Rania dengan menggerakkan bahunya lalu mengalihkan wajahnya ke arah lain.


__ADS_2