The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 28


__ADS_3

Sabtu pagi hari di kediaman Monang Nasution dilakukan Menyombol Horbo (Pemotongan Kerbau), bertujuan untuk menyuarakan kepada sanak saudara dan handai taulan adanya acara pernikahan yang akan berlangsung sebentar lagi. Setelahnya Mangalehen Mangan (pemberian makan), terakhir Upah-Upah (makanan besar pada acara spesial). Laiknya tumpeng di adat Jawa, ini adalah simbolis pemberian makan terakhir dari kedua orang tua diserati dengan nasihat-nasihat. Bisa juga dikatakan sebagai malam melepas bujangan di adat Mandailing.


///


Keesokannya harinya adalah hari akad nikah yang berlangsung di hotel berbintang tempat Sava dan keluarga menginap. Fariz dan Sava mengenakan beskap dan kebaya berwarna putih. Sava dipercantik dengan polesan make up.


Akad nikah dilaksanakan pukul 8 pagi.


Setelah selesai ijab qobul Fariz memasang cincin dijari manis Sava sesuai arahan para tertua di acara itu. Maklumi saja mereka tidak tau menahu soal acara pernikahan. Kemudian Sava mencium punggung tangan pria yang telah sah menjadi suaminya itu. Fariz pun mencium kening Sava. Ingat itu hanya arahan para tertua. Sava dan Fariz terlihat kikuk. Sava yang blushing dan Fariz menggaruk tengkuknya lehernya yang dirasanya gatal. Akhirnya sepasang pasangan suami istri itu diejek banyak orang.

__ADS_1


Menjelang siang hari menuju resepsi pernikahan. Acara resepsi berlangsung pukul 11 sampai 4 sore.


Setelah acara resepsi usai Penghambat Boru dilakukan, menghambat Sava untuk keluar rumah (gedung) untuk dibawa ke rumah pengantin pria. Pada acara ini, Sava dan Fariz akan dihadang oleh sepupu Sava yang sebenarnya Paribannya (sepupu yang bisa menikahi Sava).


///


Sava di bawa ke kediaman Monang Nasuion. Acara selanjutnya Menyantani, menyambut mempelai wanita di rumah pria. Sava disambut dengan kain ulos Mandailing dan diarak beramai-ramai memasuki rumah dan duduk di pelaminan. Lalu Sava da Fariz diberikan Upah-Upah dan nasihat.


///

__ADS_1


Berhubung Sava dan Fariz sepakat tidak tidur dalam 1 kamar jadi mereka tidak menghabiskan malam pertama mereka bersama seperti layaknya pasangan sungguhan.


Mereka tidur bersama tetapi bukan berdua. Melainkan beramai-ramai bersama keluarga Fariz. Kamar utama disulap bak tempat pengungsian.


Sava justru merasa senang. Selain mama, papa serta saudaranya tidak ada menemaninya justru dengan hal ini dia tidak merasa kesepian. Sava baru mengetahui dan baru menemui banyak keluarga yang sangat baik dan ramah kepadanya di medan ini. Baik dari keluarganya sendiri maupun dari pihak keluarga Fariz.


///


Hari telah berganti pun datang. Kediaman Fariz melaksanakan Patuaekkon yang diubah secara modern. Dahulu setiap pengantin akan dibawa ke sungai dengan diarak beramai-ramai oleh sanak keluarga. Namun mengingat zaman semakin modern dan lokasi tidak memungkinkan ada sungai, maka Fariz dan Sava diarak oleh ketua adat, raja-raja adat dan semua keluarga untuk pergi ke sungai sungai diganti dengan wadah berisi air yang menandakan itu air sungai. Dimana acara ini bertujuan untuk memberi tahu warga sekitar bahwa di daerah tempat hajatan ada pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan.

__ADS_1


Setelah itu, pengantin diberi makan Upah-Upah lagi dan diiringin oleh nasihat-nasihat kembali.


__ADS_2