The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 50


__ADS_3

Keluarga Sava sudah menunggu di teras rumah untuk menyambut kedatangan Sava dan suaminya. Papa Sava menghubungi Fariz saat perjalanan tadi.


Fariz keluar menghampiri keluarga Sava serta menyalami satu persatu.


"Sudah sampai? Sava mana? Kenapa nak Fariz sendiri?", tanya papa Sava.


"Savanya ketiduran pa", jawab Fariz sambil mengalihkan pandangannya ke arah Sava dengan maksud menunjukkan Sava ada di situ.


"Serahkan sama kami pa", balas kakak Sava.


"Gapapa kak. Nanti biar Fariz gendong saja", ucap Fariz.


"Ups, pengantin baru ya. Mesra banget", balas kak Rafif sedikit menggoda.


"Kalian bantu angkatin barang-barang mereka", ucap papa Sava.


Fariz menghampiri Sava yang sedang tertidur, Sava tertidur menghadap ke pintu sehingga Fariz dapat melihat dengan jelas wajah Sava. Saat Fariz mau melepas sabuk pengaman Sava tiba-tiba melingkarkan tangannya ke leher Fariz. Mungkin Sava sedang bermimpi atau mengira Fariz adalah bantal guling.


"Buset dah adek gue malu-maluin. Lagi tidur aja bisa nyosor gitu", ucap Rafif sambil tertawa.


Fariz grogi. Ntah kerena candaan Rafif atau karena tiba-tiba Sava memeluknya. Akibatnya terjadilah kecelakaan. Kepala Sava terbentur saat Fariz hendak mengeluarkannya dari mobil.

__ADS_1


Sava mengerang lalu membuka matanya. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah suaminya. Sava membengong menatap Fariz dan tiba-tiba pipinya memerah.


"Maaf maaf. Kamu gapapa? Apa sakit?", suara Fariz menyadarkannya. Sava langsung turun dari gendongan suaminya lalu berdiri tegak.


"Kita sudah sampai. Kenapa kalian gak bangunin Sava", ucap Sava.


"Tadinya kita mau bangunin lo pake toak, sebagai suami yang romantis Fariz malah menggendongmu", ucap Rafif.


"Ya sudah mari masuk nak", seka ayah Sava.


///


Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang tengah yang hanya ada ambal serta televisi.


Keluarga Sava tak henti memuji-muji hadiah yang diberikan Fariz.


Adik Sava mendapat hadiah 1 set PS terbaru.


Kakak Sava mendapat Laptop.


Ayah Sava mendapat jam tangan.

__ADS_1


Ibu Sava mendapat gaun pesta.


Mereka asyik bercanda hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"Jadi dia akan tidur di mana pa ma?", tanya Sava.


"Dia? Suamimu kakak panggil dia?", ucap Azzam.


"Gak usah malu-malu di depan kita. Kitakan sudah lihat adegan romantis-romantisan tadi. Panggil sayang-sayangan saja kita maklum kok", kata Rafif menggoda Sava.


"Tentu saja Fariz tidur di kamarmu. Kalian kan sudah menikah", lanjut Rafif.


Sava menatap papa dan mamanya bergantian.


"Kalau gitu aku tidur di kamar mama sama papa saja", ucap Sava.


"Diih jangan malu-maluin deh dek. Kamu bukan anak kecil lagi. Kita tahu kamu kangen sama mama papa tapi kamu sudah punya suami ya tidur sama suamimulah", balas Rafif.


Ternyata Rafif dan Azzam tidak mengetahui kalau Sava dan Fariz tidak pernah 1 ranjang. Karena mereka keluar saat membahas pernikahan Sava dan Fariz sewaktu pertemuan kedua keluarga.


Tiba-tiba saja Fariz menggenggam tangan Sava dan menatapnya lalu berkata, "Tentu saja kami akan tidur bersama. Maaf ya sayang situasinya tidak memungkinanmu untuk melepas rindu orang tuamu dengan cara tidur bersama mereka".

__ADS_1


"Oke kalau begitu kalian pergilah beristirahat", ucap Rafif.


"Baiklah kami istirahat dulu. Di mana kamarmu?", ucap Fariz masih menggenggam tangan Sava.


__ADS_2