The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 20


__ADS_3

"Janji lo sama kak Al gimana Va? Udah jam segini lo masih di sini", tanya Rania.


Sava melirik jam tangannya sudah menunjukkan hampir pukul 7 malam.


"Gak jadi. Udah gue batalin. Tapi Al kelihatan kecewa gitu jadi gue gak enakan. Akhirnya gue bilang ganti ke minggu", jawab Sava.


"Al? Gak pake kak?", ucap Tika.


"Itu kemauan dia. Katanya gak mau dianggap kakak nantinya", jelas Sava.


"What? Lo waras? Sehat?", ucap Tika sambil memeriksa suhu tubuh Sava dengan punggung tangannya dikening Sava.


"Gue udah curiga. Pasti itu anak ada maunya. Kalau cowok bilang gak mau dianggap kakak itu artinya dia mau dianggap jadi yang lain. Yah apalagi kalau bukan pacar", lanjutnya.


"Jangan mikir aneh-aneh deh. Kemarin pernah ada yang mengira kita kakak adik karena gue terus aja manggil dia dengan sebutan kak. Kerena gak mau dianggap kakak nantinya. Dari situ dia bilang manggil Al aja jangan pake kak", jelas Sava.


"Hmmm itu kode Sava. Gak peka banget. Siap-siap aja lo siapa tau besok ditembak", ucap Tika.


"Sebelum lo jawab bawa dia kehadapan kita. Biar kita nilai dulu. Kasih ujian sekalian. Enak aja mau pacarin sahabat kita gitu aja. Gue gak mau terjadi kesalahan yang sama", tegas Rania.

__ADS_1


"Benar juga lo Ra", balas Tika.


"Tumben otak kalian waras soal cowok", ucap Kanaya.


Sava menatap ketiga sahabatnya itu dengan senyuman.


Kembali ia berkutat dengan pikirannya. Ia mengingat kejadian tadi saat ia tersandung. Ia harus memikirkan cara untuk membalas Fariz.


"Aku harus membalas sibrengsek itu. Gak bisa seperti ini terus. Ia akan semena-mena padaku. Tapi bagaimana caranya? Pikirkan Sava. Ayo berpikir. Aku harus mencari tau kelemahan sibrengsek itu".


Dreet dreet


Ada pesan dari papanya.


Senyum licik terukir diwajah Sava.


///


Fariz duduk berdua dengan wanita terlambat tadi. Wanita itu merupakan kekasihnya, Amel. Sedangkan Kenzie sedang berbincang dengan tamu yang masih hadir. Dan Shadiq pergi entah kemana.

__ADS_1


Setelah mengantar tamu terakhir Kenzie ke kamar mandi. Tinggallah Fariz dan pacarnya.


Karena sudah tidak ada orang Amel mulai bersikap agresif ke Fariz. Ia memeluk lengan Fariz dan menyandarkan kepalanya ke bahu Fariz.


Fariz merasa risih. Ia menggerakkan bahunya agar pacarnya itu menyingkir.


"Apaan sih Mel, ini di tempat umum. Kalau ada yang lihat gimana. Bukannya kamu sendiri yang ngomong mau menjaga imej polosmu", ucap Fariz.


"Aku kangen kamu tahu gak. Lagian sudah gak ada orang di sini", jawab Amel kembali memeluk lengan Fariz. Kemudian Amel menyodorkan sendok ke depan Fariz. Ia mencoba menyuapi Fariz kudapan yang ada di meja. Tapi Fariz menolak, "Aku kenyang".


Amel masih tidak menyerah ia mencubit hidung Fariz dengan gemas.


"Udahan ah ngambeknya. Kamu marah ya aku sibuk akhir-akhir ini", ucapnya kembali menyandarkan kepalanya ke bahu Fariz.


Sava dan ketiga sahabatnya kembali bekerja dan sempat berpapasan dengan Kenzie, walau Kenzie hanya lewat karena terlihat Kenzie terburu-buru masuk ke kamar mandi.


Mereka melihat pemandangan tidak mengenakkan. Seorang pria dan wanita sedang bermesraan.


Terlihat siwanita yang memeluk lengan sipria, menyuapinya bahkan mencubit hidung pria itu, dan sekarang menyandarkan kepalanya ke bahu sang pria. Pria dan wanita itu merupakan Fariz calon suami Sava.

__ADS_1


Jedaaaarrrrrrrrr


__ADS_2