The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 82


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka bermain game susun balok kayu yang di setiap balok ada tulisan hukumannya.


Tika, Rania, Amel, Kenzie dan Shadiq sudah pernah mendapat hukuman. Seperti bernyanyi, menari, jepit wajah, coret wajah, push up/ squat jump, ngelawak, pose lucu dan sebagainya.


Saatnya giliran Sava. Semua orang berharap baloknya runtuh.


"My hubby is calling", ujar Tika.


Sava yang sedang menarik balok tiba-tiba terdiam. Lalu ia melirik Fariz. Fariz menunjukkan kedua telapak tangannya kosong lalu menggerakkan dagunya ke arah balok.


Baloknya mulai oleng.


"Jatuh. Jatuh. Jatuh", teriak pemain lain.


"Yeey", teriak mereka serentak saat balok runtuh.


"Tika curang ih. Ngerjain gue. Mana ada yang nelpon gue", ujar Sava.


"Dari mana lo tahu gak ada yang nelpon tanpa cek ponsel lo?", sahut Tika.


Sava langsung memeriksa ponselnya dan benar tidak ada panggilan dari suaminya.


"Tuh kan gak ada", ucap Sava kesal.


Tika dan Rania tertawa bersama.


"Kita gak senang kalau lo gak dapat hukuman. Nanti giliran Kanaya", bisik Tika.


"Hukuman. Hukuman", teriak Amel dan Kenzie.


Tika meraih balok dalam genggaman Sava.


"Goda lawan jenis dalam waktu 1 menit", kata Tika membaca kalimat yang tertulis.


"Tika gak lucu deh", sahut Sava.


"Lihat nih", kata Tika menunjukkan baloknya ke semua orang.


"Wuiihh seru nih", sahut Amel.


"Kenapa yang menantang baru dapat sekarang. Dari tadi kek. Kan bisa jadi lebih seru", ucap Tika


"Siapa nih yang cocok buat digoda Sava?", ucap Rania.


Fariz mulai cemas. Beberapa kali ia mengubah posisi duduknya serta menarik-narik rambutnya.


"Kenzie saja. Kan dia cap playboy", sahut Amel.


Fariz semakin panik. Ingin rasanya ia mengajukan diri.


"Gak bisa. Gak bisa. Tanpa digoda juga dia sudah tergoda lebih dulu ke Sava", jawab Tika.


"Humannya diganti saja ya", kata Sava memelas.


"Harus adil", sahut Kanaya.


"Nay, lo bela gue dong. Jangan ikut-ikutan mereka", ucap Sava sedih.


"Gue pengen ketawa lagi Va. Tujuan kita ke sini kan buat refreshing", jawab Kanaya sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya bersamaan membentuk hurup V.


"Gitu dong", sahut Tika bangga melihat sahabatnya.

__ADS_1


"Fariz saja", kata Shadiq tiba-tiba.


"Fariz kan dingin ke cewek. Kita lihat gimana ekspresi Fariz sewaktu di goda Sava", lanjut Shadiq.


Fariz mulai tenang. Ia mencoba berlagak menjadi cowok playboy.


"Boleh juga. Oke Sava goda Fariz", kata Tika.


Sava dan Fariz saling berhadapan.


Sava menatap Fariz malu-malu. Sedangkan Fariz mencoba menahan tawanya agar tidak pecah yang akhirnya lengannya mendapat cubitan kecil dari Sava.


"Kita hitung mundur ya", ucap Tika.


Mereka serentak mengucapkan, "3. 2. 1".


Sava mulai beraksi. Ia menunjukkan berbagai ekspresi ke Fariz. Sampai mengibas rambut pun dilakukan Sava serta memamerkan leher jenjangnya. Mengedipkan mata dan menjulurkan lidahnya akhirnya dilakukan Sava karena bingung harus berekspresi apa lagi.


Fariz mematung. Ia bahkan tidak mengedipkan matanya. Jantungnya berdetak kencang. Tiba-tiba saja Fariz menangkup kedua pipi Sava.


Amel dengan sigap melepaskannya.


"Selesai", ucap Amel. Lalu ia menatap sinis ke Sava.


Kenzie pun berdehem.


Shadiq yang memegang stopwatch melihat heran ternyata masih ada beberapa detik lagi.


"Aku merasa ada sesuatu diantara Sava dan Fariz. Beberapa kali aku menemukan suatu kebetulan diantara mereka", batin Shadiq.


"Lo tergoda gak Fariz?", tanya Tika.


"Perasaan apa tadi barusan? Ada apa denganku? Hampir saja aku menciumnya di sini. Seperti ada yang mendorongku untuk melakukannya", batin Fariz.


"Muka Fariz datar mulu. Kita gak tahu Sava berhasil atau gak", sahut Rania.


Sementara Sava menunduk malu sambil menutup wajahnya.


"Sudah ah mainnya. Gue ngantuk", ucap Amel.


"Yah gak asyik lo. Kanaya dan Fariz belum mendapat hukuman", jawab Tika kesal.


"Kalau kita menunggu mereka kalah bisa sampai pagi kita bermain", balas Amel.


"Ya sudah, kita istirahat saja. Masih ada hari esok", sahut Shadiq.


"Ingat. Yang paling banyak menerima hukuman harus mencuci piring", sindir Amel.


Rania, Kanaya dan Sava menepuk bahu Tika.


"Sabar ya. Itu akibatnya punya niatan jahat ke gue", ucap Kanaya.


"Makanya jangan suka usil", ucap Sava.


"Yang ngajak buat main game ini kan lo", ucap Rania.


Mereka akhirnya bubar dan masuk ke kamar masing-masing.


"Hei tuan rumah. Bantuin gue dong", ucap Tika ke menahan Shadiq.


"I. Iya", jawab Shadiq gugup.

__ADS_1


///


Saat sedang mencuci piring Tika dan Shadiq melihat Fariz dan Amel di salah satu sudut ruangan.


"Akhirnya mereka bicara", ucap Shadiq.


"Mereka kenapa?", tanya Tika.


"Aku gak tahu. Amel terus menghubungiku, menanyakan Fariz. Sejak gosip dia pacaran dengan artis lain katanya mereka bertengkar dan Fariz menghindarinya", jawab Shadiq.


"Mereka pacaran sejak kapan?", tanya Tika penasaran.


"Aku gak tahu pastinya kapan. Kita mulai berteman dari kelas 1. Setelah kelas 2 aku beberapa kali membawa Amel bermain dengan kami karena Amel teman kecilku. Lalu aku melihat Amel dan Fariz sering bertemu tanpa ada aku dan Kenzie. Jadi kami bertanya apa mereka pacaran dan Amel mengiyakannya", jelas Shadiq.


"Jadi hubungan mereka sekitar 1 tahun ya", gumam Tika.


"Kurang lebih", sahut Shadiq.


"Piringnya sudah selesai di cuci. Kamu beresin yang lainnya ya. Aku masuk kamar dulu. Bajuku sudah basah", ujar Tika.


Tika masuk kamar dan menemukan ponsel Sava bergetar.


"Sava. Bunda memanggil", teriak Tika karena Sava ada di kamar mandi.


"Jangan bercanda", sahut Sava.


"Memangnya bunda siapa? Bukannya lo manggil mama", balas Tika.


Sava langsung buru-buru ke luar dari kamar mandi dan meraih ponselnya.


"Aku ke luar dulu ya. Ibu mertuaku menelepon", ucap Sava.


Sava berbicara dengan ibu mertuanya sambil berjalan mengelilingi pantai. Ternyata tadi Sava melihat Fariz dan Amel. Karena tidak ingin mengganggu Sava memutuskan berbicara dengan Ibu mertuanya sambil mencari udara segar.


Asyik berbicara dengan ibu mertuanya Sava tidak sadar di mana ia berada sekarang. Ia lupa arah. Sava memutuskan untuk berjalan mengikuti kata hatinya. Ternyata Sava bertemu Kenzie yang sedang duduk di kursi pantai tempat ia dan Fariz pernah duduk.


"Sava mau ke mana malam-malam begini? Kamu gak kedinginan?", tegur Kenzie.


"Sebenarnya aku lupa arah pulang", jawab Sava malu.


"Apa? Kamu nyasar?", tanya Kenzie.


Sava mengangguk.


"Ayo aku antar kamu ke villa", ujar Kenzie.


Ponsel Sava bergetar. Fariz mengirimnya pesan.


My Hubby


"Di mana?"


Sava mengabaikan pesan Fariz.


Tak berapa lama Fariz meneleponnya. Panggilan Fariz ditolak Sava.


Fariz kembali mengirim pesan.


My Hubby


"Datang ke kamarku secepatnya"

__ADS_1


__ADS_2