The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 94


__ADS_3

Flashback


"Kenapa ada foto Fariz?", ujar Kanaya.


"Fariz dan Sava merayakan ulang tahun bersama?", sahut Tika.


"Mereka seakrab itu?", ujar Kanaya.


"Aku yakin Fariz yang mendatangi Sava", sahut Tika.


"Cari foto sewaktu mereka berlibur dengan keluarga Sava saja. Yang ada di sosial media kak Rafif. Cari yang wajah suami Sava jelas terlihat", ucap Rania.


"Benar juga. Di situ ada suaminya Sava kan. Yang mana ini?", balas Tika


"Yang ini", sahut Rania.


"Tunggu. Tunggu. Jangan dibuka dulu. Kita tarik napas dalam lalu hembuskan. Aduuh kok gue deg deg an ya", ucap Tika.


"Cepatan. Nanti Sava keburu datang", ujar Rania.


"Oke. Oke. 1. 2. 3", ucap Tika.


Klik


"Fariz?", teriak Tika, Rania dan Kanaya bersamaan.


"Astagaaa. Jantungku hampir copot", ucap Tika sambil merasakan degup jantungnya dengan telapak tangannya.


"Sumpah demi apa? Benaran Fariz? Aku masih gak percaya", sahut Rania.


"Jadi mereka merahasiakannya selama ini dari kita? Bagaimana bisa mereka membuat kita gak curiga", sahut Kanaya.


"Tunggu. Sepertinya Fariz sudah memberi kita kode sewaktu di villa Shadiq. Kenapa gue gak curiga sih. Bodoh banget. Malah mikir Fariz suka sama Sava", sahut Tika.


"Pantas saja sikap Fariz berbeda ke Sava. Tapi aku kasihan ke Sava. Suaminya dingin seperti itu. Dia sampai merahasiakannya. Pasti ini suruhan Fariz. Ya tuhan, Fariz kan juga punya pacar. Malang sekali nasib Sava", ucap Rania.


"Tapi kata Sava dia akan mengenalkan suaminya kalau mereka sudah saling mencintai. Apa kita pura-pura gak tahu saja?", balas Kanaya.


"Itu agar kita gak curiga siapa suaminya. Sava melindungi Fariz. Awas kamu Fariz", ucap Tika.


"Sava sepertinya sudah mencintai Fariz. Bagaimana dong?", tanya Kanaya.


"Dari mana kamu tahu?", sahut Rania.


"Sava pernah menghubungi aku. Dia curhat tentang suaminya. Jadi aku simpulkan dia sudah mencintai suaminya", jelas Kanaya.


"Tuh kan. Kasihan banget Sava. Kita harus buat perhitungan ke Fariz", balas Tika.


"Menurut kalian Fariz juga mencintai Sava gak? Dari sikapnya menurutku iya", kata Rania.


"Memang sih kita lihat Fariz itu cuek dan dingin. Tapi dia punya pacar. Dan masih pacaran walau dia sudah menikah. Fariz itu pria *******", ucap Tika.


"Aku baru ingat ada berita tentang pacar Fariz. Dia sudah umumin kalau dia punya pacar. Secara gak langsung dia ngumumin mereka pacaran ke publik. Gila gak?", kata Rania.


"Apa? Bagaimana ini? Kasihan Sava. Suaminya selingkuh. Pantas saja dia murung seharian. Dia stres sampai jatuh sakit seperti itu", sahut Kanaya.

__ADS_1


"Gak bisa dibiarkan. Ayo kita jumpai Shadiq dan Kenzie", lanjut Tika.


Rania dan Kanaya menurut mengikuti Tika.


///


"Tuan, ini saya Deshi. Maaf mengganggu. Nona Sava menyuruh saya untuk menjemputnya segera karena tidak enak badan. Saya sudah di depan sekolah tapi nona Sava tidak dapat saya hubungi. Saya khawatir terjadi sesuatu. Nona Sava juga tidak sarapan pagi ini"


Fariz membaca pesan dari Deshi. Raut wajahnya berubah menjadi cemas. Tak punya pilihan lain. Ia harus segera ke kelas Sava.


"Mau ke mana?", tanya Kenzie.


"Fariz, cewek lo nyariin", sahut salah satu murid teman sekelas Fariz.


"Cewek Fariz?", tanya Kenzie.


"Iya yang artis. Cewek lo kan? Dia kan mengumumkan pacarnya pewaris Grup Monang. Itu elo kan? Dia sedang menuju ke sini. Tadi gue ketemu pas dekat piket", jawabnya.


Fariz, Shadiq dan Kenzie saling menatap satu sama lain setelah itu mereka bergegas mencari Amel.


"Eh mau ke mana? Kita mau bicara", ujar Tika menahan Kenzie ketika mereka berpapasan.


"Kita mau cari Amel. Dia datang ke sekolah", jawab Kenzie.


"Hah? Apa? Di mana?", sahut Tika.


"Tadi katanya menuju ke sini dari meja Piket", jawab Kenzie.


"Sava", ucap Tika, Rania dan Kanya bersamaan.


"Sava kenapa?", tanya Kenzie.


Fariz langsung bergegas menuju meja piket.


Yang lain ikut menyusul.


Mata Fariz tertuju ke kerubunan murid yang sedang berkumpul. Ia menerobos masuk diantara kerubunan setelah melihat ada Amel di sana.


Fariz terkejut melihat Sava sudah tergeletak dilantai. Hatinya sakit. Ingin rasanya ia marah dan memaki mantan pacarnya saat itu juga. Tetapi ia lebih mendahulukan menyelamatkan Sava.


"Sava. Sava. Ya tuhan Sava", teriak Tika.


Fariz membawa Sava ke luar sekolah. Sudah ada Deshi menunggu.


"Astaga. Nona. Apa yang terjadi. Bawa masuk mobil langsung tuan", kata Deshi membukakan pintu mobil.


"Kita pulang", perintah Fariz.


"Baik tuan. Saya akan hubungi Hamdan untuk mengambil mobil tuan", jawab Deshi.


"Sekalian tas ku dan Sava", ujar Fariz.


///


"Itu supir Fariz kan? Kita samperin yuk", ujar Kenzie.

__ADS_1


"Cari siapa pak?", tanya Tika.


"Saya mau mengambil tas tuan Fariz", jawab Hamdan.


"Kami sudah membawanya. Di mana Fariz tinggal?", sahut Kenzie.


"Di rumahnya", jawab Hamdan.


"Iya rumahnya di mana?", tanya Kenzie mulai emosi.


"Kalian tahu rumah Fariz? Seingatku Sava pernah kasih tahu kalau mereka tinggal di rumah mertuanya", sahut Rania.


"Apa? Mereka sudah tahu? Berita bagus untuk nyonya besar ini", batin Hamdan.


"Kita langsung ke sana", ucap Kenzie.


"Sini gue yang nyetir", ujar Shadiq.


"Sekarang kalian jelasin. Apa Fariz dan Sava menikah?", ucap Kenzie.


"Kita juga baru tahu tadi. Kita geledah ponsel Sava. Ada banyak foto Fariz dan Sava di dalam. Kita mau tanya kalian apa Fariz gak ada tanda-tanda gitu? Kita mau mastiin. Tapi dari kejadian tadi kita bisa simpulkan kalau mereka memang menikah", jelas Tika.


"Mana fotonya? Gue mau lihat", balas Kenzie.


Kenzie melihat semua isi ponsel Sava.


"Ini kan di medan. Jadi mereka menikah di medan?", tanya Kenzie.


"Ah iya. Pantas saja Sava kemarin pulang kampung", jawab Kanaya.


"Fariz juga kan?", sahut Shadiq.


"Oh jadi mereka sama-sama libur sekolah karena mau menikah? Ah kenapa kalian gak kasih tahu aku kalau kampung Sava di medan", ucap Kenzie.


"Pantas saja Fariz membawa oleh-olehnya ke sekolah. Sebenarnya kita gak datang boleh ke rumahnya", lanjut Kenzie.


"Aku sudah curiga mobil jemputan Fariz terus ada di gerbang sekolah padahal dia sudah bawa mobil sendiri. Mobil itu menjemput Sava. Aku juga curiga Sava berlibur ke pantai dan Fariz juga ke villaku. Penjaga villaku bilang Fariz bersama wanita dan keluarganya. Aku pikir Amel, tapi katanya baru pertama kali datang ke villaku. Kalian sih gak kasih lihat aku foto Sava dan keluarganya. Kan aku bisa tahu kalau itu di villaku", jelas Shadiq.


"Aku terus menemukan hal janggal antara Fariz dan Sava. Aku mengira Fariz jatuh cinta ke Sava. Aku sampai menasihatinya", lanjut Shadiq.


"Iya sama. Aku juga mengira Fariz menyukai Sava. Sewaktu aku sakit mereka menjagaku aku terbangun dan melihat Fariz tidur di pangkuan Sava sambil saling bergenggaman tangan", sahut Tika.


"Oh jadi karena itu kamu minta semobil dengan Fariz?", balas Shadiq.


"Iya. Aku mau menginterogasi Fariz tapi dia malah tidur", jawab Tika.


"Ah sial. Fariz bahkan tahu aku menyukai Sava. Apa yang dilakukannya? Dia diam saja. Dia mempermainkan Sava bahkan berselingkuh", ucap Kenzie emosi.


"Tapi Fariz dan Amel sudah putus. Fariz juga suka dengan Sava", kata Shadiq.


"Kamu yakin Fariz menyukai Sava?", tanya Rania.


"Iya. Fariz menatap Sava berbeda. Kalian gak kenal Fariz. Aku melihat Fariz menatap Sava berbeda. Aku sadar sewaktu kita bermain susun balok. Sewaktu kita bermain di pantai Fariz terus menatap Sava dan ketika mereka membuat kue Fariz bercanda tertawa terbahak-bahak dengan Sava. Aku sampai menasihatinya untuk menjaga sikapnya dan membuang jauh-jauh perasaannya ke Sava", jelas Shadiq.


"Aku harus bertindak untuk hubungan mereka. Aku gak bisa biarkan Sava terus-terusan di sakiti", balas Tika.

__ADS_1


"Kita di mana? Apa rumahnya masih jauh?", ujar Kanaya.


"Kita sudah masuk komplek rumahnya", jawab Shadiq.


__ADS_2