The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 59


__ADS_3

"Azzam cepat hidupin apinya. Jangan main game terus", teriak Rafif.


"Huh! Tim kami itu harusnya menang. Jadi gak perlu dong aku ngikutin hukuman ini", ujar Azzam kesal.


"Emang kamu mau minta apa sama mereka kalau menang? Fariz sudah kasih kamu PS terbaru. Mengalah sedikit dong sebagai ucapan terimakasih", ucap Rafif.


"Jadi benaran permainan semalam curang?", tanya mama penasaran.


"Sebenarnya gak ada yang curang sih ma. Tapi itu hasil ulah Rafif sama papa. Kita mau buat Sava dan Fariz menang, jadi papa sembuyiin uang tunai timnya. Terus waktu Rafif menghitung kekayaan masing-masing juga Rafif kurang-kurangin. Hahahhah. Jadilah mereka pemenangnya", jelas Rafif.


"Tuh kan ma", balas Azzam.


"Papa kemarin cerita soal pernikahan mereka. Jadi ya Rafif mau bantuin mereka cepat akrab", ucap Rafif.


"Kamu yakin nak Fariz suka sama Sava?", tanya papa.


"Papa gak lihat gimana ekspresi Fariz waktu mama ngomong Sava sakit? Dari sikap Fariz juga kelihatan", jelas Rafif.


"Tapi adikku tercinta itu gak peka. Dia pernah pacaran gak sih. Fariz itu kelihatan gak mau jauh-jauh dari Sava. Siapa sih yang buat ide konyol pisah kamar gitu?", lanjut Rafif.


"Sava sendiri yang minta", jawab Mama.


"Hah? Ya jelas gimana hubungan mereka mau maju. Pasangan itu butuh skinship. Aku yakin begitu mereka di rumah mereka pasti mengurung diri di kamar masing-masing. Mending cepat-cepat satukan mereka", ucap Rafif.


"Mereka kenapa sudah kembali?", kata Azzam. Semua menatap ke arah pandangan Azzam. Terlihat Sava dan Fariz berjalan mendekati villa dengan saling berpegangan tangan.


"Tuh kan benar apa kata Rafif. Baru tidur bersama 2 malam saja sudah ada kemajuan", ucap Rafif sambil tertawa.


"Kalian kenapa kembali? Api saja baru dihidupkan", teriak Papa.

__ADS_1


Mendengar ucapan papanya Sava Fariz *** tangan Sava dalam genggamannya.


"Sava sudah lapar. Jadi kami mau bantu agar cepat selesai", ucap Sava sambil berusaha menarik tangannya.


"Aku masih belum menyebutkan 2 permintaanku", bisik Fariz mengancam Sava.


Sava mematung. Fariz akhirnya melepas tangannya lalu menghampiri Azzam yang sedang memanggang.


"Kalau begitu ayo kita berkumpul sebentar. Kita harus abadikan momen kebersamaan ini", ujar Rafif.


Mereka mengambil beberapa foto bersama.


"Sava dan Fariz tinggal saja. Kakak akan foto kalian", ucap Rafif.


Fariz dan Sava berdiri canggung. Fariz menggaruk kepalanya yang tiba-tiba saja gatal. Sementara Sava mengayun-ayunkan tasnya.


"Jangan jauh-jauhan gitu. Yang mesra", perintah Rafif.


Foto berikutnya kedua tangan Sava melingkar diperut Fariz. Tampaklah Sava memeluk Fariz.


Foto berikutnya lagi masih dalam posisi yang sama tetapi Rafif memotret dari samping Fariz jadi wajah Fariz tidak kelihatan.


"Sudah ah kak", ucap Sava malu-malu.


Foto terakhir diambil dari belakang jadi hanya terlihat punggung Sava dan Fariz saling berpelukan. Rafif dengan cepat melakukannya sebelum Sava melepas pelukannya.


///


"Kirimin foto tadi dong dek", ujar Rafif saat mereka sudah selesai menyantap makanan.

__ADS_1


"Ya sudah sini. Kakak pilih aja mau yang mana", ucap Sava meraih kameranya setelah itu menyodorkan ponselnya.


Setelah Rafif mendapatkan hasil foto mereka ia berkomentar, "Bagus ya. Apalagi baju kita samaan. Keliatan kompak".


"Pamer di sosial media ah", lanjutnya.


"Kak Rafif masih temanan sama Rania kan? Jangan berani-berani sebar foto tadi!", ancam Sava.


"Nanti kakak tutupin deh mukanya Fariz pake gambar kucing-kucing", ucap Rafif.


Sava tertawa mendengar ucapan kakaknya. Fariz tiba-tiba menghampiri dan merebut ponsel Sava.


"Foto ini saja kak. Lebih terlihat seru. Wajah Fariz juga gak kelihatan jelas di situ", ucap Fariz menunjukkan sebuah foto ketika mereka gaya bebas dan wajah Fariz menghadap samping.


"Boleh juga", balas Rafif.


Rafif yang nakal memanfaatkan kesempatan ketika ponsel Sava ditangannya. Ia membajak sosial media Sava dengan memposting foto terakhir Sava dan Fariz sedang berpelukan yang ia ambil dari belakang. Setelah itu Rafif mengeluarkan akun Sava agar Sava tidak menerima pemberitahuan nantinya.


"Ponsel kamu kakak kasih ke Fariz ya", ucap Rafif.


Fariz memeriksa isi ponsel Sava. Matanya membulat saat membaca pesan dengan kontak nama "Ice Magnum" yang merupakan pesan darinya.


"Jadi dia menyimpan nomorku dengan 'Ice Magnum'. Gak bisa dibiarkan. Kalau ada yang melihat bisa-bisa mereka mengejekku", batin Fariz.


Belum selesai Fariz mengubah namanya ia buru-buru menyimpan ponsel Sava saat Sava menghampirinya.


"Mana ponselku", ujar Sava.


"Kamu urus itu saja dulu. Ponselmu sudah ku simpan", balas Fariz.

__ADS_1


Setelah Sava pergi Fariz mengeluarkan ponsel Sava kembali yang ternyata sudah terkunci. Fariz mencoba memasukkan beberapa angka tapi tidak berhasil. Fariz menyerah lalu menyimpan ponsel Sava kembali.


__ADS_2