The Beauty Of Marriage

The Beauty Of Marriage
Episode 14


__ADS_3

"Maaf mbak saya gak pernah menghadiri pernikahan adat batak apalagi di kota medannya sendiri. Jadi saya kurang paham. Bisa gak mbak kasih saran mana yang bagus. Aku maunya simpel dan nyaman juga tidak terlalu terbuka", ucap Sava.


"Adat pernikahan batak di medan itu berbeda-beda mbak. Tergantung batak dari mana. Menurut laporan yang saya terima pernikahan ini dilangsungkan dengan adat mandailing. Acara dirampungkan dalam 1 hari. Pagi hari acara akad dan melalui beberapa proses adat. Siang acara resepsi menyambut tamu. Lalu sore sampai malam acara adat lagi. Makanya ada 3 kostum. Mas sama mbaknya jaga kesehatan. Apalagi mbaknya. Banyak pengantin wanita yang pingsan dalam acara pernikahan seperti ini", jelasnya.


"Maaf nona nanti saya akan jelaskan lebih rinci soal acara pernikahan nanti", ucap asisten Sava.


Sava menunjukkan ekspresi kaget. Ia menelan salivanya memikirkan rentetan acara apa saja yang akan dilaluinya nanti.


"Dari pagi hingga malam? Ya tuhan. Kuatkan hamba", batin Sava.


Lain hal dengan Fariz, ia tersenyum mengejek.


"Sekarang lo bakal nyesal menerima perjodohan ini. Tersiksa kan lo nikah sama gue", batinnya.


///


"Nona silahkan masuk. Kami akan mengantar nona pulang", ucap Asisten Sava menunjuk ke arah mobil.


Sava melirik Fariz berjalan mendekati mobil yang ditunjuk asistennya.


"Tidak perlu repot. Saya bisa pulang sendiri", jawab Sava takut.


"Ini sudah malam nona. Halte bus lumayan jauh dari sini. Apalagi kawasan ini sepi", balas asistennya.

__ADS_1


Sava kembali melirik ke arah Fariz yang sekarang berada di depan pintu mobil menunggu respon Fariz apakah ia mengizinkan Sava untuk 1 mobil dengannya. Sava menunduk setelah mata mereka berpapasan.


Fariz berdehem kemudian masuk mobil.


Asistennya membukakan pintu mobil di samping Fariz.


Suasana dalam mobil hening, tidak ada percakapan antara ke dua calon pengantin itu. Suara bunyi ponsel Sava pecahkan keheningan.


"Hallo".


....


"Belum. Aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah".


....


....


"Mungkin sabtu atau minggu. Aku hanya bekerja setiap hari senin sampai jumat".


....


"Hei sebenarnya ada apa? Ada yang ingin kamu sampaikan? Butuh sesuatu? Atau ada yang kamu sembunyikan? Kamu bahkan datang ke kafe tadi".

__ADS_1


....


"Haha iya Al iya. Baiklah, sampai ketemu sabtu nanti", ucap Sava mengakhiri.


Fariz melirik Sava saat Sava mengatakan kafe.


"Jadi dia akan kencan dengan pria di kafe tadi sabtu ini", batin Fariz tersenyum licik.


///


Kediaman Wiradana


Bunyi klakson mobil membuat seluruh anggota keluarga itu menatap ke luar. Ada mobil mewah terparkir di depan rumah. Kemudian Sava keluar dari mobil mewah itu. Mereka langsung bersemangat menyambut kedatangannya.


Fariz ikut keluar dari mobil untuk memberi salam kepada keluarga calon istrinya itu.


"Kalian habis dari butik untuk persiapan pernikahan ya? Apa kalian lelah? Ayo masuk dulu", kata papa Sava.


"Lain kali saja om. Sudah malam. Takut orang rumah khawatir", jawab Fariz tersenyum.


"Oiya ini Om, tadi kita beli di jalan. Semoga semua menyukainya", lanjut Fariz sambil memberikan bungkusan yang sebelumnya ada ditangan Deshi asistennya.


"Hah jadi ini alasannya meminta berhenti di depan mini market tadi", batin Sava terharu.

__ADS_1


Sava kemudian menggeleng kepalanya.


"Aku tidak boleh tertipu. Pasti dia sengaja melakukan ini. Ternyata bisa cari muka juga pria es ini. Jangan lengah Sava. Masih banyak serangan yang menunggumu", lajutnya.


__ADS_2