
Sava mencari-cari Fariz setelah ia mengganti pakaiannya. Sava ingin pamer betapa cantiknya ia menggunakan baju pilihan Fariz.
Sava tidak menemukan Fariz, akhirnya ia bergabung dengan anggota keluarganya.
"Cantik banget nak, baju baru ya", ucap mamanya.
Sava tersenyum malu-malu.
"Fariznya mana?", tanya mama.
"Lagi mandi di kamarku", jawab Rafif.
"Hari ini kita mau ngapain ma", tanya Azzam.
"Terserah kalian kalau mau jalan-jalan sekitar pantai. Kita pulang setelah makan siang", jawab mama.
"Kok cepat banget. Azzam kira kita balik besok", balasnya.
"Mama ada undangan nanti malam. Tapi kalau kalian mau tinggal, silahkan. Mama sama papa saja yang pulang", ucap mama.
"Gimana kak?", tanya Azzam.
"Tanya Fariz saja", jawab Sava.
"Itu Fariz baru keluar", ujar Rafif.
"Ada apa?", tanya Fariz heran.
"Mama sama papa mau balik habis makan siang. Tapi Azzam mau di sini sampai besok", jelas Rafif.
"Boleh tapi habis sarapan besok kita langsung balik. Kami juga harus pulang. Waktu berkunjung kami hanya sampai besok", ucap Fariz.
"Asyik", teriak Azzam.
"Kalian di sini hati-hati. Yang akur. Jangan berkelahi. Pergi jangan pisah-pisah. Kalau ada apa-apa kabarin mama atau papa. Jangan nyusahin nak Fariz", kata mama Sava menasehati.
"Iya iya mamaku sayang", ucap Azzam.
"Eh bajunya kapelan ya? Serasi sekali kalian. Aku jadi iri. Sava cantik pakai baju warna cerah seperti ini. Modelnya juga cocok ditubuhmu. Kakak yakin pasti Fariz yang pilih", ucap Rafif.
"Kak Rafif dari kemarin asyik godain kak Sava terus. Cari pacar sana. Tapi cari cewek yang benar. Jangan cewek jadi-jadian lagi", ucap Azzam.
"Sudah. Sudah. Baru juga mama nasehatin", ujar mama Sava.
///
Fariz, Sava, Rafif dan Azzam jalan-jalan di pantai sekitar villa.
__ADS_1
Sava dan Fariz duduk di kursi pantai. Fariz asyik memotret pemandangan sekitar pantai dan tak lupa ia juga berselfie. Fariz mengambir foto ia sedang bersandar di kursi pantai menggunakan kacamata hitam. Ternyata Sava masuk dalam foto yang ia ambil, tetapi hanya punggung Sava yang terlihat dengan topi dikepalanya.
Sedangkan Azzam dan Rafif berlari saling kejar sambil melempar pasir satu sama lain.
Sava ingin bergabung dengan Rafif dan Azzam tapi tangannya ditahan oleh Fariz.
"Kamu gak malu lari-larian gitu di depan suamimu", ucap Fariz.
"Gak. Urat maluku sudah putus. Puas", balas Sava kesal sambil berusaha menarik tangannya.
Fariz menahannya lalu ponsel Sava tiba-tiba berdering. Sava berusaha meraih ponselnya sambil menarik tangannya dari Fariz.
"Aku cuma mau angkat telepon ini. Gak akan ke mana-mana", ucap Sava.
"Ya sudah. Angkat saja di sini", balas Fariz.
Dengan sedikit menjauhkan diri sambil tetap berpegan tangan, Sava berbicara dengan seseorang yang menghubunginya.
"Hallo"
.....
"Ini siapa? Maaf ponselku kemarin rusak jadi kontaknya hilang"
.....
.....
"Aku baik. Iya aku gak kerja di kafe lagi"
.....
"Hmm aku cuma mau fokus ke ujian akhir"
.....
"Sekitar 2 bulan lagi"
.....
"Aku sibuk akhir-akhir ini. Aku akan usahakan sabtu depan"
.....
"Oke. Bye"
Panggilan berakhir, Sava melirik Fariz yang ternyata sedang mempelototinya.
__ADS_1
Ternyata Fariz samar-samar mendengar percakapan seseorang yang sedang menelepon Sava. Seseorang itu bersuara serak khas pria. Fariz yakin yang menghubungi Sava adalah seorang pria. Dan sekarang pria itu mengajak Sava untuk bertemu.
"Siapa? Pacarmu?", tanya Fariz.
"Jangan asal ngomong", jawab Sava.
"Lalu siapa dia? Mau apa?", tanya Fariz penasaran.
"Bukan siapa-siapa. Ayo cepat kita sudah tertinggal jauh", kata Sava mengalihkan.
"Jangan mengalihkan pembicaraan. Kamu tahu aku bisa menggunakan permintaanku saat ini", ucap Fariz.
Sava menatap tajam Fariz.
"Baik. Aku gunakan sekarang. Aku mau kamu jangan pernah mengabaikanku dan menjawab setiap aku bertanya", ucap Fariz.
"Kamu sudah menggunakannya. Permintaan gak bisa ditarik", ucap Sava.
"Jawab pertanyaanku", ujar Fariz.
"Akukan sudah bilang bukan siapa-siapa. Cuma kenalanku. Kenapa kamu gak percaya sama sekali. Jangan pikir dengan kamu melihat aku diputuskan mantanku jadi kamu berfikir aku ini wanita gampangan yang biasa gonta ganti pacar. Kamu sendiri bagaimana dengan pacarmu? Kita sudah menikah lebih hampir 2 bulan tapi kamu masih berhubungan dengannya. Aku tahu kita menikah karena dijodohkan. Aku gak memaksamu menyukaiku. Tapi jangan menuduhku seolah aku sedang berselingkuh padahal kamu sendiri yang berselingkuh. Ah salah. Kalian sudah berhubungan sebelum menikah denganku. Jadi aku orang ketiga di sini. Baiklah aku akan diam tapi jangan pernah menuduh aku lagi", jelas Sava sambil memukul dada Fariz hingga genggamannya lepas. Akhirnya Sava terlepas dan sekarang ia berlari mengejar Rafif dan Azzam.
Fariz termenung mendengar ucapan Sava.
Karena terik matahari mulai menyengat mereka kembali ke villa.
"Kak Fariz ayo", tariak Azzam.
Fariz bergabung dengan Sava, Azzam dan Rafif.
"Kak Fariz, sewaktu perjalanan ke villa kemarin Azzam lihat ada pantai yang menyediakan banyak ATV (All Terrain Vehicle) sewaan. Jauh gak dari sini? Kita main ke sana dong kak nanti sore", ucap Azzam.
"Oh itu. Iya boleh", balas Fariz.
"Apaan dek?", tanya Rafif.
"Iih kak Rafif norak. Nanti lihat sendiri. Kita balapan ya", ujar Azzam.
Fariz mengganggukkan kepalanya.
Mereka akhirnya sampai di villa. Mama papanya sedang berkemas.
"Bantuin angkat barang sini", teriak sang mama saat melihat anak-anaknya kembali.
"Kalau sudah selesai panggil mama ya. Mama mau cek ke dalam apa ada barang yang tinggal", ujar mama.
Beberapa menit kemudian mama Sava kembali tetap setelah mereka selesai.
__ADS_1
"Mama sama papa pulang dulu. Ingat pesan mama", ucap mama Sava sambil menyalami anak dan menantunya. Hal yang sama juga dilakukan dengan papa Sava.