
"Kalian bisa istirahat dulu. Nanti sore kita bisa berkumpul", ujar bunda Fariz.
Hamdan mengantar Fariz ke kamarnya begitu juga Sava diantar oleh Deshi.
"Kami pisah kamar?", tanya Fariz begitu mereka sampai di kamarnya.
"Kami siapa tuan?", jawab Hamdan menggoda.
"Berani melawanku? Bukannya kemarin kamu mau terus di sisiku? Aku bisa pertimbangankan", ucap Fariz.
"Iya tuan dan nona Sava pisah kamar", jawab Hamdan takut.
"Hmm bagus. Sepertinya hal yang ku takutkan gak akan terjadi", gumam Fariz.
"Kamu boleh ke luar. Aku mau tidur", kata Fariz.
Sementara Sava tidak istirahat.
"Kak Farhan mau ke mana?", tanya Sava begitu melihat Farhan menuruni tangga saat ia akan masuk ke kamarnya.
"Mau jalan-jalan menghirup udara segar. Kamu mau ikut?", balas Farhan.
"Boleh", sahut Sava.
"Aku pergi dulu", kata Sava ke Deshi.
"Kakak pernah ke sini?", tanya Sava.
"Sering", jawab Farhan.
"Fariz juga?", balas Sava.
Farhan menganggukkan kepalanya.
"Tadi katanya gak tahu", gumam Sava.
"Memangnya Fariz gak pernah membawamu kemari?", tanya Farhan.
Sava menggeleng kepala lalu ia berkata, "Aku hanya pernah di bawa ke villa pinggir pantai".
"Pantai? Apa keluargaku membeli villa baru?", gumam Farhan.
Sava asyik dengan Farhan sedangkan Fariz tidur terlelap.
Setelah Fariz bangun ia mencari istrinya.
"Di mana Sava?", tanya Fariz ke Deshi.
"Nona pergi dengan tuan Farhan", jawab Deshi.
"Pergi ke mana?", balas Fariz.
"Saya kurang tahu tuan", jawab Deshi.
"Sudah berapa lama mereka pergi?", tanya Fariz lagi.
"Tidak lama begitu sampai villa ini tuan", jelas Deshi.
Fariz pun meninggalkan Deshi lalu pergi ke balkon. Menatap sejauh mata memandang mencari keberadaan Sava.
Tak lama kemudian muncullah sosok yang ia cari sedang berjalan mendekati villa.
Fariz kembali masuk dan malah berjumpa dengan bundanya.
"Kamu mandi terus siap-siap gih. Nanti kamu kasih ini ke Sava ya", ucap bundanya sambil memasukkan sesuatu ke saku celananya.
"Ini apa bun", tanya Fariz sambil meraba-raba saku celananya.
"Pasti kamu gak tahu kan kalau Sava ulang tahun hari ini? Jadi bunda sudah belikan hadiah. Nanti katakan kalau hadiah ini darimu", jawab bunda Fariz.
__ADS_1
"Sava ulang tahun?", gumam Fariz.
"Pergi bersiap. Pakai pakaian yang bunda siapin", kata bunda Fariz lalu mendorong tubuhnya ke arah kamar.
Setelah itu bunda Fariz bertemu Sava dan Farhan.
"Dari mana saja kalian? Kenapa belum bersiap? Pergilah bersiap. Sava pakai gaun yang bunda siapin ya", ujar bunda.
"Iya bun", jawab Sava.
///
Sava dan Fariz telah bersiap-siap. Mereka sama-sama keluar dari kamar mereka yang bersebelahan.
Sava dan Fariz saling menatap kagum satu sama lain.
Sava terlihat sangat cantik begitu juga Fariz terlihat sangat tampan.
Tiba-tiba saja Fariz membuka jasnya.
"Pakaian apa yang kamu pakai. Pakaian kurang bahan", kata Fariz lalu menyenderkan jasnya ke bahu Sava. Sava menggunakan gaun dengan atasan terbuka berbentuk seperti kemben.
Sava mendengus kesal lalu merapatkan jas Fariz menutupi tubuhnya.
Saat menuruni tangga tiba-tiba saja gelap gulita terjadi pemadaman listrik.
"Deshi. Deshi", kata Sava mencari Deshi dengan meraba-raba sekitarnya. Akhirnya Sava menyentuh lengan seseorang lalu memeluknya erat.
Sebuah cahaya kecil mendekati mereka semakin lama semakin mendekat dan terdengarlah suara sorakan nyanyian selamat ulang tahun dan lampu kembali menyala.
"Selamat ulang tahun Sava", kata mereka serentak.
Sava terharu sampai matanya berkaca-kaca.
"Makasih semuanya. Sava gak nyangka bakalan dapat surprise seperti ini. Sava senang banget", ucap Sava dengan senyuman manis tak luntur dari wajahnya.
"Tiup lilinnya dong", ucap ibu mertua Sava.
Tiba giliran Fariz yang belum di salam Sava. Fariz mendapat giliran terakhir. Sava sengaja melakukan karena ingin menutupi rasa gugupnya.
"Gak di cium?", ucap bunda Fariz.
"Hah?", Sava terkejut mendengar ucapan ibu mertuanya.
Tiba-tiba Fariz sudah berada di hadapannya lalu mencium pipi kanannya lalu berbisik, "Selamat ulang tahun sayang".
Sava mematung.
"Hah? Apa? Apa yang barusan di bisikkannya? Sava atau sayang? Aduuh kenapa kata Sava dan sayang sangat berdekatan", gerutu Sava dalam hati.
"Kasih kadonya dong", ujar bunda Fariz.
Dengan berat hati Fariz mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya lalu memberikannya ke Sava.
Sava tak henti-henti tersenyum.
"Kita ke luar yuk. Bunda sudah siapin makan malam", kata bunda Fariz menarik tangan Sava.
"Wahh, bunda menyiapkan ini semua?", kata Sava takjub melihat suasana seakan ada sebuah acara pesta terbuka.
"Iya dong. Kan menantu bunda ulang tahun. Sekalian karena kalian berdua baru selesai ujian. Kalian harus bersenang-senang", sahut ibu mertuanya.
Mereka akhirnya makan bersama.
Jas di bahu Sava sangat menganggu aktivitas makannya. Jas itu terus-menurus merosot dari bahunya. Fariz melihat Sava tertawa lirih kemudian mengejek Sava.
"Makanya jangan pakai pakaian yang kurang bahan", bisik Fariz.
Sava kesal akhirnya ia melepaskan jas yang menutupi bahunya lalu pergi meninggalkan Fariz.
__ADS_1
Fariz membulatkan matanya melihat tindakan Sava. Ia meraih jasnya lalu mengejar Sava.
"Pakai", kata Fariz menutupi bahu istrinya.
Sava melepaskannya.
Fariz masih berusaha membujuk Sava dan akhirnya ia menahan Sava memasang jasnya ke bahu Sava lalu mengancingkannya setelah itu lengan jasnya diikat menyatu. Jadilah Sava seperti sedang diikat.
Fariz tertawa terbahak-bahak lalu pergi meninggalkan Sava.
"Fariz. Lepaskan. Fariz", teriak Sava sambil mengejar Fariz.
Terdengar suara tertawa Farhan, ternyata ia memperhatikan Sava dan Fariz sejak tadi.
"Kak", ucap Sava malu.
"Kalian lucu sekali. Sini kakak bantu lepas", kata Farhan mendekati Sava.
Akhirnya Sava terus bersama Farhan sampai hari semakin gelap.
"Nona, Deshi memanggil nona. Sepertinya ia membutuhkan bantuan nona", ujar Hamdan mendekati Sava.
"Di mana dia?", tanya Sava.
"Di kamarnya nona", jawab Hamdan.
"Kak, Sava masuk ya", kata Sava ke Farhan.
Farhan menganggukkan kepalanya.
"Deshi. Deshi kamu kena", Sava tidak melanjutkan kalimatnya begitu melihat Fariz.
"Kamu kenapa di sini? Bukannya ini kamar Deshi?", tanya Sava.
"Apa? Bukannya kamar kak Farhan?", sahut Fariz.
"Hah? Kamu ngapain di sini?", tanya Sava.
"Kata Hamdan kak Farhan mencariku", jawab Fariz.
"Hamdan malah yang mengatakan padaku kalau ini kamar Deshi dan kak Farhan bersamaku sejak tadi", jelas Sava.
Sava dan Fariz saling menatap curiga lalu Sava berjalan menuju pintu.
"Di kunci?", ucap Sava.
Fariz mendekat mencoba membuka pintu dan ternyata memang di kunci.
"Ha. Dugaan ku benar", gumam Fariz.
***************************************
Visual Pemain The Beauty Of Marriage
Kim Hye Yoon as Tika
Tika sicerewet. Sama halnya dengan Shadiq. Karakter Tika cocok dengan drama terakhir Kim Hye Yoon yang diperankannya.
Mina Gugudan as Rania
Author masih mencari siapa pemeran yang cocok karena karakter Rania penggabungan antara Tika dan Kanaya. Rania juga merupakan keluarga terkaya diantara geng Sava. Mina Gugudan memerankan banyak drama sekolahan. Apalagi dalam drama Hotel del ***** memerankan anak orang kaya. Jadi author rasa dia jadi cocok untuk memerankan karakter Rania.
Kim So Hyun as Kanaya
__ADS_1
Author mau memasangkan Kanaya dengan salah satu karakter lainnya yang merupakan salah satu lawan mainnya dalam drama. (Spoiler).
Silahkan pembaca menebak-nebak 😁